1. Pisahkan pakaian kotor
Jangan mencampur baju bayi dengan baju orang dewasa dalam satu kali cuci. Anda harus mencucinya secara terpisah.
Apalagi bila salah satu anggota keluarga memiliki penyakit kulit yang bisa menular pada bayi.
Saat semua baju kotor bayi dikumpulkan, Anda juga harus memilah kembali berdasarkan tingkat kekotorannya.
Baju yang sangat kotor bernoda harus dipisahkan dari baju kotor yang tidak bernoda. Tindakan ini guna mencegah noda baju yang kotor menempel pada baju yang lainnya.
Saat pemisahan, jangan lupa untuk membalik bahan pakaiannya (sisi dalam jadi di luar) untuk mengamankan bagian kancing, pita, atau ritsleting supaya tidak cepat rusak.
Pisahkan juga baju bayi berdasarkan warna bajunya, antara warna yang gelap dan terang.
Selain baju, pelengkapan bayi lain yang menempel dengan kulitnya juga harus dipisahkan dari baju-baju yang lain, misalnya selimut, seprai, dan celemek makan.
2. Pilihan cara mencuci baju bayi berdasarkan bahan pakaian
Tidak semua pakaian bayi dapat dicuci dengan mesin cuci.
Pakaian yang berbahan tebal, misalnya wol, atau sangat halus seperti sutera akan cepat rusak jika dimasukkan dalam mesin cuci.
Maka dari itu, sebaiknya cuci pakaian dengan bahan-bahan tersebut pakai tangan.
Untuk pakaian yang bernoda, rendam terlebih dahulu dalam air hangat selama 10—15 menit untuk meluruhkan noda sekaligus mematikan bakteri atau tungau yang menempel.
Mungkin Anda juga perlu menggosoknya beberapa kali supaya noda dan kotoran hilang dari pakaian.
Setelah selesai dicuci, baik itu dengan tangan atau mesin cuci, bilas baju setidaknya dua kali atau tiga kali dengan air bersih yang berbeda.
Ini dilakukan agar sisa deterjen dan kotoran hilang terbawa oleh air.
Kemudian, tempatkan pakaian pada pengering dan jemur di tempat yang terkena sinar matahari.
Setelah pakaian kering, Anda boleh langsung menyetrikanya atau cukup dilipat dan disimpan di lemari.
4. Segera cuci baju apabila kotor
Melansir dari Healthy Children, cara terbaik untuk mencuci baju bayi adalah dengan mencucinya segera apabila kotor.
Ini terutama jika terdapat noda bekas gumoh atau muntah, susu formula, ASI, makanan, atau kotoran lainnya di baju bayi
Sayangnya, banyak yang telat menyadarinya sehingga noda di baju pun didiamkan terlalu lama dan jadi sulit dihilangkan.
5. Selalu cuci baju baru sebelum dipakai
Bayi cenderung memiliki kulit yang sensitif. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjaga dan melindungi kulitnya agar tidak iritasi. Terlebih jika Anda baru saja membelikannya baju baru.
Baju baru, meski masih terbungkus rapi dengan plastik, tidak menjamin bebas dari kuman, debu, ataupun senyawa berbahaya lainnya.
Pasalnya, Anda tidak mengetahui bahan-bahan apa saja yang telah kontak dengan pakaian tersebut selama proses produksi dan distribusi.
Misalnya, asap rokok dan bahan kimia lainnya yang dapat mengiritasi kulit bayi. Jadi, biasakan untuk mencuci setiap baju baru sebelum si Kecil menggunakannya.
Cara cuci baju bayi yang baru dibeli sama dengan cara mencuci baju bayi pada umumnya sehingga harus dipisahkan dari pakaian anggota keluarga yang lain.