Daftar Makanan dan Minuman yang Bikin Perut Bayi Kembung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai ibu, Anda harus pintar-pintar memilih makanan untuk si kecil. Sebab, salah memberikan makanan justru akan dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau bahkan alergi. Salah satu kondisi yang sering dialami oleh bayi ketika mulai belajar mengonsumsi makanan padat adalah perut kembung. Ya, jangan remehkan perut bayi kembung, sebab hal ini bisa membuat nafsu makannya menurun kemudian menyebabkan berat badannya turun. Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Ingin tahu makanan dan minuman apa saja yang menyebabkan perut kembung pada bayi? Simak penjelasan berikut ini ya.

Makanan dan minuman yang sering bikin perut bayi kembung

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang memang cenderung mengandung banyak gas ketimbang yang lainnya. Hal ini bisa saja membuat perut bayi kembung sehingga ia tidak nyaman dan terus rewel sepanjang hari. Lantas, makanan dan minuman apa saja yang bisa bikin perut bayi kembung?

  • kacang
  • brokoli
  • kol
  • kembang kol
  • Jagung
  • Kentang
  • Oatmeal
  • Aprikot
  • Persik
  • Pir
  • Plum
  • Laktosa, yang biasanya terkandung dalam susu sapi

Semua daftar makanan tersebut dapat menyebabkan perut bayi kembung. Tetapi, ini tidak pasti berlaku pada semua bayi. Setiap bayi memiliki perkembangan, pertumbuhan, serta kondisi fisik yang berbeda.

Contohnya, jika ada bayi yang mengalami perut kembung setelah makan brokoli, tetapi bayi Anda tidak mengalaminya. Hal ini menandakan bahwa sistem pencernaan bayi berbeda-beda. Jangan takut untuk mulai memberikan si kecil makanan pendamping ASI. Bila ragu, Anda bisa konsultasikan hal ini pada dokter spesialis anak.

Perkembangan Bayi Usia 31 Minggu

Bukan karena makanan bergas saja, perut bayi kembung bisa disebabkan oleh hal lain

Jika perut kembung yang dialami si kecil benar-benar akibat makanan yang mengandung gas, maka Anda dapat mengetahuinya dalam dua jam setelah bayi menelan makanan tersebut. Biasanya, bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari bagi makanan tersebut untuk keluar dari pencernaan bayi Anda.

Faktanya, perut bayi kembung tak melulu disebabkan oleh makan yang mengandung gas. Kondisi ini bisa saja akibat si kecil mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti alergi makanan dan susu, intoleransi laktosa, atau bahkan masalah pencernaan lainnya.

Biasanya, bila perut bayi kembung akibat kondisi kesehatan tertentu, ada gejala lain yang ikut muncul. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan Tes Alergi ini agar tahu apakah perut kembung yang di alami si kecil adalah salah satu gejala alergi atau tidak. Jika Anda menemukan gejala lain yang muncul pada si kecil, sebaiknya segera periksakan kondisinya ke dokter spesialis anak.

Lalu, apa yang saya harus lakukan ketika perut si kecil kembung?

Perut bayi kembung setelah makan sebenarnya wajar. Bahkan bayi bisa mengalami kembung setelah ia minum susu atau bahkan ASI. Hal yang bisa Anda lakukan untuk mengeluarkan gas tersebut adalah dengan membuat bayi bersendawa. Bila tidak langsung berhasil, baringkan bayi sebentar kemudian coba lagi.

Cara lainnya untuk membantu mengurangi kembung pada bayi adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap, kemudian gerakkan kedua kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat (tentu saja dalam pengawasan Anda). Memandikan bayi dengan air hangat juga dapat membantu mengurangi perut kembung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Salah satu cara mempererat hubungan dengan bayi adalah dengan memandikannya. Bagaimana cara memandikan bayi baru lahir yang tepat dan aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit