Makan Makanan Berserat Bikin Bayi Sembelit, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kita selama ini tahu bahwa makanan berserat baik untuk melancarkan BAB. Namun, ada mitos di masyarakat yang mengatakan bahwa bayi justru tidak boleh makan makanan berserat dulu karena justru bikin bayi sembelit.

Makanan berserat bikin bayi sembelit, apa benar?

Tidak. Sama seperti anak kecil dan orang dewasa, bayi juga butuh asupan makanan berserat untuk melancarkan pencernaannya. Namun tentunya jumlah kebutuhan serat bayi akan berbeda jauh dengan orang dewasa.

Menurut pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, kebutuhan serat bayi usia 7-11 bulan adalah 10 gram per hari. Meski begitu, kebutuhan setiap bayi mungkin dibedakan lagi sesuai tingkat aktivitas fisiknya, pola makan sehari-hari, juga kebiasaan BAB-nya selama ini. Ada bayi yang mungkin butuh lebih banyak serat, dan ada juga yang perlu sedikit dikurangi.

Orangtua dapat memperkirakan apakah asupan serat anak sudah cukup atau belum dengan melihat kondisi fesesnya. Warna normal feses bayi yang sudah MPASI umumnya kecokelatan, mungkin sedikit kehijauan, dan tidak bertekstur keras. Ini tandanya kebutuhan serat bayi sudah pas tercukupi.

Apabila feses bayi keras, jarang BAB dan sulit dikeluarkan (anak mengerang kesakitan saat BAB), artinya ia mengalami sembelit dan kurang makan serat.

Kebanyakan makan serat bisa bikin bayi sembelit

Meski serat bermanfaat untuk pencernaan bayi, Anda juga harus tetap memerhatikan porsinya. Kebanyakan makan makanan berserat tanpa didampingi dengan asupan air putih yang cukup dapat menyebabkan pencernaan bayi malah terganggu. Sebab, sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berfungsi normal untuk bisa mengolah serat dalam jumlah banyak.

Sama dengan kekurangan, kebanyakan makan serat tanpa air putih yang cukup juga bisa bikin bayi sembelit. Jika perut bayi kembung dan sulit BAB, bisa jadi tandanya ia sudah kebanyakan makan serat.

Makanan berserat apa saja yang baik dikonsumsi bayi?

1. Buah-buahan

Makanan berserat pertama yang bisa diberikan pada bayi adalah buah-buahan. Pertama-tama coba dulu berikan bayi Anda buah apel atau pisanh yang dihaluskan sekitar 3-4 hari. 

Ini bertujuan untuk melihat apakah pencernaan bayi bisa mencerna serat dari buah.Jika ada tanda-tanda bayi sakit perut, kembung, atau bahkan alergi, segera hentikan.

2. Sayuran

Sayuran seperti bayam, brokoli, kacang polong dan kacang-kacangan, sangat kaya akan serat. Namun, beberapa dari sayuran ini dapat menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman bagi bayi.

Untuk menyiasatinya, coba campuekan beberapa jenis sayur dan haluskan bersamaan dengan buah seperti apel atau pir untuk menambah rasa pada makanan bayi.

3. Bubur gandum (oatmeal)

Bubur gandum juga tinggi kandungan serat yang baik buat pencernaan bayi. Anda bisa mengakali rasa tawarnya dengan menambahkan puree buah manis sebagai topping campurannya. Bila si kecil sudah mulai tumbuh gigi, coba berikan biskuit gandum yang lunak dan mudah hancur.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Sarapan Sehat, Kenyang, dan Tak Bikin Gemuk? Coba Granola

Granola adalah salah satu menu sarapan yang sedang populer sekarang ini. Bahkan, sudah banyak produk granola berbentuk snack. Sebenarnya, apa itu granola?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Tinggalkan Kentang Goreng! Masak Kentang dengan 5 Cara Sehat Ini

Jangan menyerah dulu begitu Anda baca judul di atas. Memasak kentang dengan cara-cara berikut malah bisa lebih enak dari kentang goreng, loh!

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Resep Sehat, Nutrisi 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan terbaik untuk sarapan

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit