Lindungi Kulit Bayi Prematur dengan 5 Tips Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ketimbang orang dewasa, bayi memiliki kulit yang lebih sensitif. Apalagi bayi yang dilahirkan secara prematur. Kulitnya jadi sangat rentan mengalami masalah. Supaya bebas masalah, bagaimana cara merawat kulit bayi yang lahir prematur? Yuk, intip beberapa tips yang bisa dilakukan serta apa saja masalah kulit bayi yang lahir secara prematur berikut ini.

Kenapa orangtua harus merawat kulit bayi prematur?

Dikutip dari sebuah studi yang dilakukan oleh inten-Schmid B, kulit bayi prematur sangat sensitif. Kondisi ini membuat kulit mereka rentan mengalami iritasi dan cedera. Hal ini memang menjadi salah satu ciri-ciri bayi prematur.

Masalah kulit yang sering terjadi pada bayi prematur, antara lain warna kulit kemerahan, ruam, gatal, dan kadang menimbulkan pembengkakan. Munculnya masalah kulit tersebut tentu membuat bayi jadi tidak nyaman bahkan rewel.

Itulah sebabnya, orangtua dan dokter perlu memberikan perhatian ekstra untuk merawat kulit bayi prematur selama 2 hingga 3 minggu ke depan.

Melindungi kulit bayi agar tetap sehat, berarti secara tidak langsung Anda melindungi bayi dari infeksi bakteri maupun bahan-bahan pembersih, seperti sabun atau sampo.

Tips merawat kulit bayi yang lahir prematur

Setelah bayi dilahirkan, perawat dan tim medis akan memantau kondisi kulit bayi secara teratur. Setelah Anda diperbolehkan pulang ke rumah, Anda dan pasanganlah yang sepenuhnya akan merawat kulit buah hati.

Hal ini juga merupakan salah satu cara merawat bayi prematur. Tak perlu bingung, dokter atau perawat akan memberi tahu cara merawat kulit bayi prematur dengan berbagai cara berikut:

1. Memandikan bayi dengan benar dan hati-hati

memandikan bayi

Biasanya, di rumah sakit, Anda akan mendapatkan pelatihan singkat cara memandikan bayi dengan benar oleh para perawat rumah sakit. Anda pun akan diminta untuk ikut memeragakan agar penerapannya tidak salah.

Selama di rumah, bayi yang lahir dalam keadaan prematur tidak perlu dimandikan setiap hari. Alasannya, karena bayi masih belum aktif beraktivitas sehingga keringat yang dikeluarkan juga tidak banyak.

Selain itu, terlalu sering memandikan bayi bisa membuat kulitnya kering.

Merawat kulit bayi prematur tidak hanya sebatas memandikannya dengan benar. Gunakan air mandi yang hangatnya suam-suam kuku. Pilihlah produk perawatan kulit yang difomulasikan untuk bayi prematur.

Hindari produk yang mengandung pewarna, parfum (pewangi), atau antibakteri.

Setelah selesai dimandikan, tepuk-tepuk tubuh bayi dengan handuk lembut untuk mengeringkannya. Oleskan losion bayi agar kulitnya tetap lembap. Hindari penggunaan bedak tabur karena bisa mengganggu pernapasannya.

2. Rawat area tali pusat tetap bersih dan kering

simpan tali pusat bayi

Biasanya, bayi diperbolehkan pulang setelah tali pusatnya berangsur membaik. Nah, tugas Anda selanjutnya adalah merawat kulit di sekitar tali pusat bayi prematur tetap kering dan bersih.

Periksa kondisi tali pusat bayi setiap akan dimandikan. Pastikan pemakaian popok tidak menekan atau mengganggu proses penyembuhan tali pusat.

Luangkan waktu untuk membersihkan tali pusat dengan air dan keringkan dengan handuk. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi.

3. Jaga kebersihan kuku bayi

Kuku bayi dapat tumbuh memanjang seperti kuku orang dewasa. Kondisi kuku yang panjang ini bisa melukai kulit bayi yang tipis saat ia menggaruk bagian tubuh lainnya.

Supaya kulit bayi tidak lecet, cara merawat kulit bayi yang bisa dilakukan adalah dengan memotong kukunya secara rutin. Si kecil juga bisa menggunakan sarung tangan kain untuk menghindari kulit tergores kuku.

4. Cuci pakaian bayi dengan benar

mencuci baju bayi

Kulit bayi dapat iritasi karena pakaian. Mungkin dari bahannya yang kasar dan menggesek kulit atau baju yang tidak dicuci bersih. Oleh karena itu, memerhatikan cara mencuci baju bayi dengan benar menjadi salah satu cara merawat kulit bayi prematur.

Pasalnya, baju yang tidak dicuci bersih dapat meninggalkan sisa detergen yang sifatnya iritan. Jadi, pilih bahan pembersih yang aman untuk kulit bayi. Gunakan pembersih secukupnya dan bilas hingga pakaian bebas dari busa.

5. Lindungi kulit saat berada di luar rumah

merawat dan masalah kulit bayi prematur

Sinar matahari memang baik untuk memperbaiki jam tidur bayi serta dapat menjadi cara merawat kesehatan kulit. Anda bisa menjemur bayi di pagi hari. Namun, hindari sinar matahari langsung pada pukul 10 hingga 4 sore.

Oleskan pelembap ke kulitnya sebelum Anda membawanya keluar rumah. Jangan lupa, pilih pakaian yang tidak membuatnya gerah dan kepanasan.

Saat bayi harus keluar di malam hari, oleskan losion antinyamuk khusus untuk bayi untuk menghindarkannya dari gigitan nyamuk.

Apa saja masalah umum kulit bayi prematur?

masalah kulit bayi prematur

Walaupun sudah merawat kulitnya dengan baik, Anda juga harus mengantisipasi apabila terjadi masalah pada kulit bayi prematur. Dikutip dari Phoenix Children’s Hospital, bayi prematur mempunyai kulit yang tipis.

Semakin cepat bayi lahir, maka semakin sensitif dan lebih mudah ia mengalami masalah pada kulit. Berikut beberapa masalah kulit yang umum terjadi pada bayi prematur, seperti:

1. Kulit merah

Kulit bayi prematur biasanya berwarna sangat merah, terutama yang lahir sebelum 34 minggu. Masalah kulit kemerahan pada bayi prematur ini disebabkan oleh jaringan kulit yang belum berkembang dengan sempurna, sehingga sangat sensitif.

Kulit merah pada bayi prematur adalah normal sehingga Anda juga bisa merawat dengan cara yang tepat. Ini tidak dianggap masalah yang terlalu serius kecuali kulit bayi Anda diiringi luka atau ruam.

2. Kulit kuning

Kulit kuning pada bayi baru lahir alias jaundice, adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi prematur. Ppenyakit kuning adalah kondisi sementara yang disebabkan karena menumpuknya bilirubin dalam darah.

Bilirubin seharusnya dikeluarkan melalui hati. Namun, organ hati bayi belum sepenuhnya berkembang karena lahir terlalu cepat. Ini menyebabkan bilirubin menumpuk dalam darah dan kulit bayi prematur menjadi kekuningan.

Masalah kulit pada bayi prematur ini didiagnosis dengan tes darah. Pengobatannya pun tergantung pada tingkat keparahannya.

Dokter Anda mungkin membiarkan kondisinya sembuh dengan sendirinya atau merekomendasikan fototerapi. Penyakit kuning yang tidak diobati dapat menyebabkan cacat perkembangan dan fisik yang permanen.

3. Ruam kulit

Kulit bayi baru lahir terkenal sensitif, tapi kulit bayi prematur mungkin lebih rentan mengalami ruam popok sehingga perlu merawat dengan baik. Ruam akan semakin banyak ketika bersentuhan dengan bahan yang membuat iritasi, seperti dari serat sintetis.

Ruam pada bayi juga bisa disebabkan oleh eksim atau disebut dengan dermatitis atopik. Eksim adalah kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan, kemerahan dan rasa gatal yang parah.

Pada bayi, ruam ini paling sering muncul pada pipi, dagu, leher, pergelangan tangan, dan lutut.

Bagi banyak bayi, eksim merupakan masalah kulit jangka pendek. Bayi dengan alergi mungkin memiliki eksim lebih lama sepanjang masa kanak-kanak.

Memperkenalkan makanan padat terlalu dini untuk bayi prematur dapat meningkatkan risiko masalah kulit yang satu ini.

4. Luka pada kulit

Selain ruam, luka juga biasa terjadi di kulit bayi lahir prematur karena menggaruk atau menggosok kulit yang sangat sensitif. Hal yang perlu Anda waspadai adalah tanda-tanda infeksi pada luka tersebut.

Bayi prematur lebih rentan terhadap infeksi karena mereka memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah. Tanda-tanda infeksi kulit bayi lahir prematur dapat meliputi:

  • Adanya benjolan
  • Luka terbuka yang berwarna merah
  • Luka menjadi lebih besar dan semakin parah
  • Terdapat nanah

Bila tanda-tanda tersebut mulai tampak pada kulit bayi lahir prematur, segera obati sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Pasalnya, bayi prematur juga lebih rentan terhadap sepsis.

Ini adalah komplikasi infeksi yang bisa mengancam jiwa, di mana bakteri menyebar melalui aliran darah dan menggerogoti organ vital.

5. Gatal dan iritasi

Kulit gatal adalah masalah kulit bayi prematur yang umum terjadi. Biasanya kondisi ini tidak akan lama, seiring waktu kulit gatal akan hilang dengan catatan apabila Anda merawat kulit bayi prematur dengan tepat.

Agar gatal dan iritasi pada kulit bayi prematur tidak terjadi terus menerus, sementara ini Anda dapat membuat bayi Anda lebih nyaman dengan:

  • Memandikan bayi Anda dalam air hangat dan sabun yang tidak mengandung parfum.
  • Mengaplikasikan salep untuk menghilangkan ruam jika ada.
  • Mencuci pakaian terpisah dari anggota keluarga lainnya dan menggunakan sabun cuci yang lembut.
  • Tidak menggunakan pelembut pakaian untuk pakaian si kecil.
  • Sering menggunakan pelembab yang tidak mengandung parfum untuk melindungi kulit dari kekeringan.

Jika ada masalah lain pada kulit bayi Anda yang lahir secara prematur, konsultasikan ke dokter untuk lebih jelasnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Indah Fitrah Yani
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Ciri Kulit Bayi Anda Sensitif dan Perlu Perawatan Khusus

Kulit bayi baru lahir memang terkenal sensitif. Tapi ada beberapa ciri kulit bayi sensitif yang memerlukan perawatan ekstra daripada biasanya. Selengkapnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

balsem bayi

Sebelum Menggunakan Balsem Bayi, Perhatikan 3 Poin Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
inkubator bayi

Bukan Hanya Kelahiran Prematur, Ini Kondisi Bayi Lainnya yang Perlu Dirawat di Inkubator

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara mengatasi biang keringat pada bayi

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit