backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

7 Penyebab Stres pada Ibu Menyusui serta Tanda dan Penanganannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Aisya Fikritama, Sp.A · Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

7 Penyebab Stres pada Ibu Menyusui serta Tanda dan Penanganannya

Sebagian ibu mungkin pernah mengalami stres saat harus menyusui buah hati, terutama untuk pertama kalinya. Padahal, stres pada ibu menyusui dapat memengaruhi kesehatan dan produksi ASI. Kira-kira apa saja tanda dan penyebab stres pada ibu menyusui? Bagaimana pula cara mengatasinya? Simak penjelasannya melalui ulasan berikut. 

Apa pengaruh stres terhadap ASI?

Tahukah Anda bahwa stres memiliki hubungan yang erat dengan produksi ASI? Ya, stres dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. 

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol sebagai respons terhadap tekanan atau ancaman yang dirasakan. 

Bahkan, melansir UT Southwestern Medical Center, kadar hormon kortisol yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormonal dalam tubuh, termasuk hormon prolaktin yang mengatur produksi ASI.

Peningkatan kadar hormon kortisol dapat menghambat pelepasan prolaktin, yang pada gilirannya dapat mengurangi produksi ASI.

Selain itu, stres dapat memengaruhi pola makan dan kualitas tidur busui. Ibu yang mengalami stres cenderung memiliki pola makan yang tidak teratur atau tidak sehat. 

Hal ini dapat berdampak negatif pada produksi ASI. Selain itu, stres sering kali mengganggu kualitas tidur yang merupakan faktor penting dalam produksi ASI.

Kurangnya istirahat yang memadai dapat mengurangi produksi ASI dan juga memengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Terlebih, jika ibu menyusui stres, produksi dan kualitas ASI yang menurun ini bisa memberikan dampak pada bayi.

Bayi mungkin tidak akan mendapat nutrisi yang cukup dari ASI untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stres memiliki pengaruh yang kompleks terhadap produksi ASI pada ibu menyusui.

Namun, dengan pengelolaan stres yang efektif dapat membantu meminimalkan dampak negatif stres terhadap produksi ASI dan juga si Kecil.

Berbagai tanda ibu menyusui stres

perdarahan saat menyusui

Sebenarnya tanda-tanda ibu menyusui yang mengalami stres dapat bervariasi dari individu ke individu, tetapi beberapa gejala umum yang dapat diamati meliputi berikut ini.

  • Kecemasan atau ketegangan
  • Perubahan mood yang tidak terduga
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan pola makan
  • Penurunan energi atau kelelahan yang berlebihan
  • Kesulitan konsentrasi atau fokus
  • Sakit kepala
  • Menarik diri dari interaksi sosial
  • Kurang bahagia

Apa penyebab stres pada ibu menyusui?

Merangkum The University of New Mexico, berikut ini adalah beberapa penyebab atau pemicu ibu menyusui stres. 

1. Kehamilan dan persalinan 

Proses kehamilan, persalinan, dan penyesuaian dengan peran baru sebagai ibu menyusui membawa sejumlah perubahan fisik dan emosional yang signifikan. 

Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan ini dapat memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan mental ibu, meningkatkan risiko stres, terutama saat menyusui. 

2. Masalah menyusui 

Meskipun menyusui adalah proses alami, banyak ibu menghadapi berbagai masalah menyusui yang justru dapat memicu stres.

Beberapa masalah tersebut bisa berupa masalah pada puting susu seperti puting lecet atau kesulitan bayi untuk mengisap yang dapat membuat ibu frustrasi dan tidak percaya diri.

3. Kurangnya dukungan

Dukungan sosial yang kurang dari pasangan, keluarga, atau lingkungan sekitar dapat membuat busui semakin stres. 

Merasa sendirian dan kurangnya bantuan dalam mengatasi tugas-tugas rumah tangga serta merawat bayi baru lahir dapat membuat ibu merasa terbebani secara emosional.

4. Perubahan pola tidur 

Perubahan pola tidur yang dialami oleh bayi sering kali membuat ibu mengalami kurang istirahat.

Bayi biasanya butuh menyusu dan mendapat perawatan (misal ganti popok) pada waktu yang tidak menentu, sehingga ibu menyusui sering kali mengalami gangguan tidur yang dapat memicu stres.

5. Perubahan emosional 

Perubahan emosional yang terkait dengan fluktuasi hormonal selama kehamilan dan setelah melahirkan juga dapat memengaruhi tingkat stres pada ibu menyusui. 

Kecemasan, depresi pascamelahirkan, atau perubahan suasana hati yang tidak terduga bisa menjadi beban tambahan bagi ibu. Hal ini dapat menjadi pemicu busui mengalami stres. 

6. Tekanan sosial 

Tekanan sosial dari lingkungan sekitar juga dapat memicu stres.

Ekspektasi dari orang lain terkait cara menyusui, penampilan fisik, atau kemampuan ibu dalam merawat bayi sering kali menjadi beban tambahan yang dapat meningkatkan stres.

7. Kembali bekerja 

Kembali bekerja setelah melahirkan bisa menjadi penyebab stres yang signifikan bagi ibu yang menyusui. Hal ini karena kembali bekerja memberikan tantangan baru bagi busui yang bekerja.

Ibu harus bisa menyeimbangkan antara peran sebagai ibu dan pekerja. Upaya ibu untuk menyeimbangkan antara tugas-tugas rumah tangga, perawatan anak, serta tanggung jawab dalam pekerjaan dapat menjadi pemicu stres.

Bagaimana cara mengatasi stres pada ibu menyusui?

pelekatan menyusui

Stres pada busui diketahui berkaitan erat dengan produksi ASI. Maka dari itu, untuk mengurangi dampak tersebut, lebih baik lakukan cara menghilangkan stres pada ibu menyusui, seperti berikut ini.

  • Mencari dukungan sosial. Mencari dukungan dari pasangan, keluarga, teman, atau kelompok dukungan ibu menyusui dapat membantu mengurangi tingkat stres. Anda bisa berbicara dengan orang-orang terdekat tentang perasaan dan pengalaman Anda. 
  • Mengatur waktu. Mengatur waktu dengan bijak antara merawat bayi, bekerja, dan merawat diri sendiri dapat membantu mengurangi stres. 
  • Istirahat yang cukup. Mencoba untuk tidur sesering dan selama mungkin saat bayi tidur bisa membantu memulihkan energi dan mengurangi stres.
  • Teknik relaksasi. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.
  • Cari waktu untuk bersantai. Menciptakan momen untuk bersantai dan menikmati hobi atau aktivitas yang disukai dapat membantu mengurangi stres. 

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi asupan bergizi secara teratur serta tetap menyusui si Kecil sesuai jadwalnya untuk membantu menjaga dan meningkatkan produksi ASI.

Jika cara-cara di atas tak juga menghilangkan stres saat menyusui, lebih baik ibu berkonsultasi kepada psikolog atau ahli laktasi untuk mendapat penanganan yang tepat.

Kesimpulan

  • Stres dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Hormon kortisol yang dilepaskan saat seseorang stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon prolaktin yang mengatur produksi ASI. 
  • Ada beberapa tanda ibu menyusui yang mengalami stres, di antaranya kecemasan, perubahan pola makan, rasa lelah yang berlebihan, perubahan mood yang tak terduga, hingga kurang bahagia.
  • Penyebab stres pada busui pun beragam, misalnya proses kehamilan dan persalinan, masalah menyusui, kurangnya dukungan, perubahan pola tidur, hingga tekanan sosial.
  • Untuk mengatasi stres selama menyusui, busui perlu mencari dukungan sosial, istirahat yang cukup, melakukan relaksasi, hingga mencari waktu untuk bersantai.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Aisya Fikritama, Sp.A

Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan