backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Demi Buah Hati, Ini Cara Meningkatkan Kualitas ASI!

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 05/09/2023

Demi Buah Hati, Ini Cara Meningkatkan Kualitas ASI!

Memberikan nutrisi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak menjadi salah satu prioritas bagi ibu. Namun, banyak ibu sering khawatir ASI kurang mencukupi. Untuk meningkatkan kualitas ASI, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Berikut cara yang bisa dilakukan agar kualitas ASI bagus dan meningkat.

Peran ASI di awal kehidupan bayi 

Persiapan payudara untuk dapat menyusui dimulai sejak trimester kedua kehamilan. Setelah bayi lahir, produksi ASI dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi

Menurut WHO dan UNICEF, bayi direkomendasikan untuk mulai menyusui sejak satu jam kelahirannya dan mendapatkan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan mereka, karena ASI merupakan sumber nutrisi yang sempurna untuk bayi.

ASI memiliki peran penting bagi kesehatan bayi karena memiliki beberapa manfaat.

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi yang lengkap dan tepat.
  • Meningkatkan sistem imun bayi agar terhindar dari penyakit.
  • Mendukung tumbuh kembang pada masa awal kehidupan.
  • Mudah dicerna sehingga tidak menyebabkan sembelit, diare, atau sakit perut.

Tips meningkatkan kualitas ASI

Setelah melahirkan, tidak hanya ibu tapi bayi pun belajar untuk menyusui dan kerap merasa khawatir apabila kualitas ASI kurang baik sehingga mempengaruhi asupan nutrisi bagi bayi. 

Saat anak tidak mengalami pertumbuhan sesuai dengan standar, maka kurangnya asupan nutrisi bisa jadi penyebabnya. 

Namun untuk meningkatkan kualitas ASI, membutuhkan waktu, energi, dan komitmen yang kuat.

Penting bagi ibu berada di lingkungan yang memberi dukungan penuh, seperti bentuk kerja sama serta kasih sayang dari suami. 

ASI dapat keluar dengan lancar saat sang ibu merasa  tenang, rileks, dan nyaman. Suami yang menciptakan kondisi tersebut, akan meningkatkan hormon bahagia yang berguna dalam menghadirkan hormon pelancar ASI, yaitu hormon prolaktin.

Pada dasarnya, ASI yang sedikit belum tentu kualitasnya buruk. Mengutip dari Wonder Baby, ibu menyusui perlu memahami ciri-ciri kualitas ASI yang baik, yaitu:

  • berwarna kekuningan saat bayi baru lahir (kolostrum),
  • berwarna putih bening setelah bayi berusia 5 minggu,
  • rasanya manis, dan
  • memiliki aroma seperti susu sapi.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan kualitas ASI? Berikut beberapa langkah yang bisa ibu lakukan. 

Banyak minum air putih

80% komposisi ASI terdiri air, ini alasannya mengapa Anda perlu menghidrasi tubuh dengan banyak minum air putih.

Ibu menyusui setidaknya minum air sebanyak 1,5-2 liter air setiap hari atau minum banyak air sebelum menyusui.

Saat merasa haus, hal itu menandakan indikator yang baik untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu.

Sebagai alternatif, kebutuhan air juga dapat dipenuhi dengan mengonsumsi minuman sehat lain, seperti susu, jus, dan kaldu sup.

Konsumsi makanan bernutrisi

Saat menyusui, ibu mungkin akan sering merasa lapar. Agar perkembangan otak dan organ tubuh bayi dapat berlangsung secara maksimal, ibu menyusui perlu mengonsumsi makanan tinggi protein, tinggi kalsium,  dan kaya DHA Omega 3, seperti:

  • biji-bijian utuh,
  • buah-buahan,
  • sayuran,
  • ikan,
  • telur,
  • kacang-kacangan,
  • daging tanpa lemak, dan
  • susu.

Istirahat yang cukup

Agar kualitas ASI bagus, ibu menyusui juga perlu banyak istirahat. Pemulihan pascamelahirkan atau masa nifas menimbulkan rasa lelah dan mungkin dapat bertambah dengan pemberian ASI serta perawatan bayi. 

Kelelahan ini perlu diatasi dengan tidur yang cukup agar tubuh dapat memproduksi ASI dengan maksimal.

Jika dibiarkan, maka kelelahan dapat meningkatkan frekuensi depresi pasca persalinan serta menyebabkan bayi berhenti menyusu lebih dini.

Sebaiknya ibu ikut tidur ketika bayi terlelap agar keduanya sama-sama istirahat. Minta bantuan pasangan dan orang terdekat bila butuh pertolongan.

Hindari stress dan merokok

Rokok memiliki kandungan berbahaya bagi kesehatan bayi. Ibu menyusui tidak disarankan untuk merokok saat menyusui, agar sang anak terhindar dari:

  • masalah pernapasan, 
  • infeksi telinga atau gangguan pendengaran, dan 
  • Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Sementara itu, saat ibu menyusui merasa stres, tubuh akan menghambat pelepasan oksitosin sehingga ASI akan sulit untuk keluar.

Oksitosin sendiri berperan merangsang saluran susu untuk melebar hingga mengalir dari payudara.

Kurangi konsumsi kafein

Berbeda dari orang dewasa, bayi memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap kafein. Pada umumnya, batas wajar konsumsi kafein pada ibu menyusui maksimal 300 mg atau sekitar 2 hingga 3 cangkir kopi per hari.

Jika mengonsumsi lebih dari itu, maka dapat terjadi dampak buruk dari kafein terhadap asupan ASI, seperti membuat bayi menjadi geisah, kolik, atau mengalami pola tidur yang berantakan.

Pentingnya ASI bagi tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan sangat perlu diperhatikan dan diupayakan.

Untuk membantu ibu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, ibu dapat memenuhi nutrisi dengan mengonsumsi nutrisi khusus ibu menyusui, seperti susu PRENAGEN lactamom.

PRENAGEN lactamom memiliki kandungan nutrisi lengkap untuk masa menyusui dan dilengkapi dengan Keunggulan formula PRENAPRO

  1. PROTEIN untuk jaga sistem imun sehingga Ibu tetap fit dan segar, dan membantu pertumbuhan buah hati.
  2. Vitamin B2 & B12 untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI.
  3. DHA dan Omega 3 untuk perkembangan otak bayi.
  4. Tinggi Kalsium dan Vitamin D untuk jaga kesehatan tulang Ibu dan mengurangi pegal atau nyeri badan Ibu.

PRENAGEN lactamom juga telah dipercayai ibu menyusui sebagai ASI Booster yang nutrisinya lengkap untuk ibu dan buah hati.

cara meningkatkan kualitas asi

Ibu menyusui dapat mengonsumsi PRENAGEN lactamom 2 gelas sehari, minimal 6 bulan saat masa ASI eksklusif.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 05/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan