home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Orangtua Perlu Tahu, Ini Persiapan Menjelang Sekolah Tatap Muka

Orangtua Perlu Tahu, Ini Persiapan Menjelang Sekolah Tatap Muka

November lalu, telah beredar Surat Keputusan Bersama (SKB) dari beberapa kementerian: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang membahas penyelenggaraan sekolah tatap muka pada bulan Januari 2021 mendatang.

Keputusan ini tentu membuat beberapa orangtua merasa khawatir. Pasalnya, penularan Covid-19 setiap hari semakin meningkat, sehingga orangtua merasa cemas bila anak diharuskan belajar langsung di sekolah.

Namun, Anda tak perlu cemas lagi, berikut rangkuman mengenai penerapan sekolah tatap muka dan beberapa tips mempersiapkan anak Anda untuk belajar di sekolah pada masa New Normal.

Kebijakan penerapan sekolah tatap muka

anak sehat saat sekolah

Perlu diketahui, bahwa tidak semua sekolah diizinkan untuk menerapkan kegiatan belajar secara langsung. Hal ini dikarenakan sekolah harus memenuhi enam persyaratan dalam daftar pemeriksaan berikut:

  1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan yang layak, seperti toilet bersih, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan
  2. Kemampuan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan
  3. Kesiapan sekolah untuk menerapkan wajib masker
  4. Sekolah memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun)
  5. Sekolah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan sebagai berikut:
    • Data komorbiditas guru, murid dan pengurus sekolah lainnya tidak terkontrol
    • Tidak memiliki akses transportasi yang aman
    • Memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid-19 atau riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri
  6. Persetujuan komite sekolah atau perwakilan orangtua/wali

Bila sekolah anak Anda memenuhi keenam daftar pemeriksaan di atas, sekolah anak Anda mungkin akan dibuka untuk kegiatan belajar tatap muka.

Namun, bila ada salah satu poin, misalnya persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orangtua/wali yang tidak terpenuhi, maka kemungkinan besar anak Anda akan tetap melanjutkan kegiatan belajar dari rumah.

Mempersiapkan anak untuk sekolah tatap muka

memilih sekolah untuk anak

Jika pada akhirnya anak Anda diharuskan untuk belajar di sekolah secara langsung, segera lakukan persiapan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Berikut beberapa cara mempersiapkan anak sebelum kegiatan belajar di sekolah berlangsung.

  • Pastikan anak Anda tidur malam yang cukup sebelum bersekolah
  • Beritahu anak bahwa ada perubahan tentang kegiatan sekolah tatap muka di tengah pandemi, dan bahwa perubahan tersebut dilakukan demi menjaga anak dan semua orang di sekitarnya tetap sehat
  • Beri pengertian dan diskusikan dengan anak mengenai informasi yang beredar tentang Covid-19, dan dorong anak untuk bercerita dengan Anda atau gurunya perihal perasaan mereka selama menghadapi pandemi
  • Ajarkan anak tentang kebiasaan baik di masa pandemi seperti cara mencuci tangan dengan benar, menutup mulut saat batuk dan bersin, tinggal di rumah bila sedang tidak enak badan, dan menggunakan masker di tempat umum
  • Imbau anak untuk memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang mereka konsumsi, dan ajari anak untuk tidak berbagi alat makan yang sama dengan orang lain
  • Ajarkan anak untuk tidak merendahkan orang lain yang sakit di masa pandemi Covid-19

Persiapan sekolah tatap muka pada anak usia PAUD atau TK

Bagi anak usia PAUD atau TK, Anda dapat mengajarkan kebiasaan baik di tengah pandemi dengan pendekatan yang berbeda, seperti:

  • Menyediakan masker dengan motif yang disukai anak agar mereka merasa nyaman saat memakainya.
  • Saat mengajarkan cara cuci tangan dengan benar, gunakan analogi glitter sebagai bakteri yang menempel pada tangan anak. Taruhlah glitter di tangan anak dan cuci tangan anak hanya dengan air. Lalu, jelaskan bahwa masih ada glitter yang menempel. Untuk itu, mereka harus mencucinya dengan air mengalir dan sabun agar glitter atau bakterinya hilang.
  • Ajarkan anak untuk bernyanyi saat mencuci tangan, seperti dengan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ yang diulang dua kali selama 20 detik.
  • Saat mengajarkan cara batuk dan bersin yang benar, gunakan botol semprot dan tunjukkan seberapa jauh kuman dan virus dapat menyebar jika kita tidak menutupi batuk/bersin.

Secara umum, selalu imbau anak untuk mengikuti protokol kesehatan di luar rumah, khususnya di sekolah. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60%, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter dari orang lain.

Yang terpenting, pastikan Anda selalu memantau kesehatan anak di rumah. Jika anak menunjukkan gejala penyakit tertentu, biarkan anak tinggal di rumah dan tidak pergi ke sekolah. Bila perlu, bawalah anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengatasi anak yang sakit di masa pandemi

gejala dbd pada anak

Selain mempersiapkan dan mengajarkan anak untuk mengikuti protokol kesehatan saat sekolah tatap muka, orangtua juga perlu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan lain yang bisa saja terjadi, seperti anak yang jatuh sakit.

Salah satu penyakit yang rentan menyerang anak di masa pandemi adalah demam. Tak perlu khawatir, demam pada anak dapat diatasi dengan memberikan obat yang mengandung ibuprofen.

Selain demam, ibuprofen juga dapat meredakan nyeri dan radang, yang mana radang tidak dapat diredakan oleh obat demam lain seperti parasetamol.

Anda dapat memberikan anak obat demam ibuprofen dalam bentuk sirup dengan rasa jeruk atau strawberry yang disukai anak-anak.

Obat demam ibuprofen dalam bentuk sirup tersebut dapat bekerja cepat dalam waktu 30 menit untuk menurunkan demam. Obat jenis ini juga memiliki efek obat yang tahan lama (pemberian cukup 6-8 jam sekali), sehingga anak dan orangtua dapat beristirahat lebih tenang.

Namun, bila demam pada anak tak kunjung sembuh dalam waktu dua hari dan disertai gejala lain, khususnya gejala Covid-19, Anda direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jika diperlukan, Anda dapat segera melakukan tes swab untuk mengetahui kondisi keluarga Anda di masa pandemi ini.

Profil keamanan penggunaan ibuprofen di masa pandemi

Sebelumnya, terdapat penelitian yang dipublikasikan Lancet Respiratory Medicine Journal mengenai penggunaan ibuprofen yang dilarang karena dapat memperparah gejala Covid-19, salah satunya adalah demam.

Namun, penelitian ini dianggap tidak valid, karena terdapat beberapa penelitian lain yang menyatakan hal sebaliknya. Misalnya, penelitian dari Public Health Emergency COVID-19 Initiative dan Chest Journal.

Secara singkat, kedua penelitian ini menyatakan bahwa ibuprofen tidak terbukti memperparah gejala Covid-19. Penelitian yang dipaparkan oleh penelitian dari Lancet dinilai tidak relevan.

National Health Service juga mengonfirmasi bahwa tidak ada bukti valid mengenai penggunaan ibuprofen untuk mengobati gejala seperti suhu tinggi dapat memperparah Covid-19.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir lagi bila ingin memberikan ibuprofen untuk mengobati anak yang terserang demam di masa pandemi. Jangan lupa untuk selalu ikuti petunjuk penggunaan sebelum mengonsumsi obat jenis apapun seperti ibuprofen.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pemerintah Daerah Diberikan Kewenangan Penuh Tentukan Izin Pembelajaran Tatap Muka. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/11/pemerintah-daerah-diberikan-kewenangan-penuh-tentukan-izin-pembelajaran-tatap-muka

Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Hanya Bagi Sekolah Yang Penuhi Daftar Periksa- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://setkab.go.id/mendikbud-pembelajaran-tatap-muka-hanya-bagi-sekolah-yang-penuhi-daftar-periksa/

Coronavirus disease (COVID-19): Schools. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-schools

5 Tips to Prepare Kids for Pandemic Back to School. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.avera.org/app/files/public/77807/Tips-for-Pandemic-Back-to-School.pdf

Fang, L., Karakiulakis, G., & Roth, M. (2020). Are patients with hypertension and diabetes mellitus at increased risk for COVID-19 infection?. Retrieved 14 December 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7118626/

Moore, N., Carleton, B., Blin, P., Bosco-Levy, P., & Droz, C. (2020). Does Ibuprofen Worsen COVID-19?. Retrieved 14 December 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7287029/

Sodhi, M., & Etminan, M. (2020). Safety of Ibuprofen in Patients With COVID-19. Retrieved 14 December 2020, from https://journal.chestnet.org/article/S0012-3692(20)30572-9/fulltext

Ibuprofen for children: painkiller to treat cold symptoms, teething and reduce a high temperature. (2020). Retrieved 14 December 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Nadhila Erin
Tanggal diperbarui 22/12/2020
x