home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanda-tanda Anda Memiliki Masalah dalam Mengendalikan Amarah

Tanda-tanda Anda Memiliki Masalah dalam Mengendalikan Amarah

Marah adalah cara untuk mengekspresikan emosi yang kuat dan agresif, yang dapat dimulai dengan frustrasi, kekecewaan, atau kekesalan. Pada beberapa kasus, marah baik untuk kesehatan Anda, karena marah membantu mengurangi rasa kesal dan menenangkan emosi Anda. Marah adalah perasaan yang normal, namun dapat memiliki dampak buruk jika Anda tidak mengekspresikan kemarahan Anda dengan benar, atau masalah penanganan amarah. Emosi dari kemarahan tidak baik atau buruk, namun dapat menyebabkan masalah dengan cara Anda menangani dan mengekspresikannya.

Seseorang yang kesulitan mengendalikan kemarahan mereka dapat menyebabkan salah paham dan memicu perilaku konfrontasi. Orang-orang dengan masalah penanganan amarah lebih sulit menyadari ejspresi mereka atau bagaimana mereka mempengaruhi orang lain.

Apa saja ciri-ciri umum pada orang dengan masalah pengendalian amarah?

Orang-orang dengan masalah pengendalian amarah sering memiliki reaksi yang intens saat dikonfrontasikan dengan kemarahan mereka, seperti:

  • Kesulitan merasa tenang dan mengendalikan perasaan marah.
  • Sering bertengkar dengan teman, kerabat atau rekan kerja dengan masalah yang sama yang memicu kemarahan.
  • Bertingkah cepat dan kasar terhadap masalah kecil. Mereka cenderung memiliki perilaku kasar terhadap masalah kecil, seperti air yang tertumpah atau tidak sengaja tertabrak seseorang di jalan.
  • Memukul objek tertentu, seperti dinding atau meja, pintu, untuk melepaskan marah.
  • Menuduh orang lain tidak menghargai atau menunjukkan perilaku negatif terhadap mereka.
  • Memiliki rasa frustrasi terhadap aksi selama argumentasi. Kadang, Anda merasa menyesal terhadap apa yang telah Anda perbuat.
  • Secara tidak sadar merusak objek, seperti kaca atau jendela selama kemarahan.
  • Marah tanpa alasan tertentu.
  • Merasa sangat marah terhadap kejadian lampau atau orang dari masa lalu.
  • Bereaksi terhadap situasi tertentu dengan kemarahan yang berlebihan.
  • Sering merasa awas saat memiliki interaksi dengan orang lain.
  • Memiliki gejala fisik seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, kelelahan, tekanan di kepala atau sinus cavity, palpitasi jantung atau sesak pada dada.

Apa saja gejala emosional dari masalah pengendalian amarah?

Anda mungkin merasa banyak perasaan dan emosi yang tercampur dengan kemarahan Anda dan Anda selalu terobsesi dengan hal-hal tersebut. Emosi ini dapat menjadi gejala dari kondisi kesehatan mental tertentu dengan akibat kekurangan pengendalian amarah. Jika Anda memiliki perasaan berikut beberapa kali dan menjadi bertambah serius, Anda perlu mempertimbangkan mengunjungi dokter:

  • Depresi
  • Paranoia
  • Frustrasi
  • Gelisah
  • Kurang tidur
  • Isolasi sosial
  • Mood swing

Masalah penanganan amarah dapat menyebabkan banyak efek jangka pendek dan panjang, seperti merusak hubungan dengan orang-orang terdekat, teman dan hubungan sosial lainnya, atau bahkan menyakiti tubuh Anda dengan mempengaruhi kesehatan Anda. Jika Anda menduga Anda memiliki masalah dengan pengendalian amarah, atau seseorang memberi tahu Anda, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan yang terbaik untuk kasus Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.psychguides.com/guides/anger-symptoms-causes-and-effects/

http://www.priorygroup.com/mental-health/anger-management/symptoms-of-anger-management

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 26/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x