backup og meta

Apakah Benar Anak Pemarah Mewarisi Sifat Ayah?

Benarkah?Cara memahamiHal lain yang diwariskan ayah

Selain penampilan fisik, sifat ayah ternyata bisa menurun ke anaknya, loh. Beberapa sifat memang dapat dipengaruhi oleh genetik, tapi lingkungan juga tidak kalah penting dalam pengembangan kepribadian seorang anakMaka dari itu, muncul pertanyaan, apakah memang sifat anak, terutama yang pemarah, mewarisi sifat ayah atau ada faktor lain? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Apakah Benar Anak Pemarah Mewarisi Sifat Ayah?

Benarkah anak pemarah mewarisi sifat ayah?

Pada tahun 2018 dilakukan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal The Psychiatric Quarterly tentang hubungan antara sifat anak umur 3—6 tahun dengan kepribadian ayahnya.

Penelitian tersebut melibatkan 200 orangtua yang membesarkan anak dalam rentang usia tersebut. Para peserta tersebut diminta untuk mengisi kuisioner.

Para ayah akan menjawab pertanyaan seputar kepribadian mereka dan anaknya, sedangkan para ibu mengisi tentang kebiasaan anak mereka. 

Hasilnya, kemungkinan seorang anak akan mewarisi sifat-sifat ayahnya adalah sebesar 50%. Perilaku dan kepribadian yang dimiliki seorang ayah memang memengaruhi watak anak mereka.

Namun, anak-anak itu mewarisi apa pun yang mereka lihat selama ini, termasuk sifat pemarah yang mungkin diturunkan ayah ke anak.

Misalnya, seorang ayah yang pemarah dan bersikap seenaknya ternyata berpengaruh terhadap rasa takut pada anak mereka.

Anak yang memiliki ayah pemarah ketika diwawancarai cenderung lebih jarang tersenyum atau tertawa. 

Mereka juga mungkin melakukan hal serupa, seperti yang ia lihat pada ayahnya, kepada orang lain di sekitarnya.

Kendati begitu, bukan berarti sifat ayah pemarah mutlak diturunkan ke anaknya. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti hal ini secara spesifik.

[embed-health-tool-vaccination-tool]

Cara untuk memahami sifat anak

Sekalipun ayah atau ibu mewarisi sifat, termasuk pemarah, mereka ke sang anak, bukan berarti Anda bisa memperlakukan anak Anda sama dengan bagaimana Anda ingin diperlakukan.

Artinya, sekalipun sifat Anda dan anak Anda sama, bukan berarti perlakuan yang diberikan bisa sama. 

Beberapa anak mungkin lebih mudah diprediksi dan didekati. Akan tetapi, ada beberapa anak yang mungkin lebih sulit mengekspresikan emosi mereka dan tidak cocok dengan anggota keluarga lainnya. 

Oleh karena itu, ada hal-hal yang harus Anda ingat untuk memahami sifat anak Anda, seperti berikut ini. 

1. Anak mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda

Ingatlah bahwa anak Anda memiliki pendekatan yang berbeda terhadap suatu hal. Anak yang introvert mungkin tidak nyaman berada di tengah pesta ulang tahun temannya.

Sebagai orangtua, yang perlu Anda lakukan adalah mendampinginya dengan sabar dalam menghadapi hal baru atau suatu pengalaman. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman.

Lama-kelamaan, anak akan mulai terbiasa dan tak lagi membutuhkan pendampingan Anda dalam menghadapi situasi baru.

2. Lingkungan turut memengaruhi sifat anak

Sekalipun ada beberapa sifat yang diturun ayah dan ibu ke anak, lingkungan juga turut berperan dalam pembentukan karakteristiknya.

Misalnya, budaya barat akan membentuk anak-anak lebih berani mengemukakan pendapat daripada budaya di Indonesia.

Anak adalah peniru ulung. Itu sebabnya, anak mungkin saja mewarisi beberapa sifat dengan melihat dan meniru perilaku sang ayah atau ibunya.

Pastikan Anda menunjukkan dan mengajarkannya berbagai sikap positif. Dengan begitu, perilaku anak juga akan positif sebagaimana yang Anda harapkan.

Hal lain yang akan diwarisi ayah kepada anaknya

ayah dan anak perempuan

Ternyata, tidak hanya mewarisi sifat pemarah, tapi ada beberapa hal yang akan diwarisi orangtua kepada anak, termasuk dari sang ayah.

Berikut adalah tiga hal yang umumnya akan seorang ayah wariskan kepada anaknya.

1. Tinggi badan

Penampilan fisik secara keseluruhan sangat bias terhadap gen ayah dan bukan gen ibu. Setidaknya, ada 700 variasi genetik yang bertanggung jawab untuk menentukan tinggi badan.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa gen ayah memainkan peran yang lebih besar pada tinggi badan anak.

Gen IGF ayah dapat membantu anak tumbuh tinggi sementara gen IGFR2 ibu dapat menghambat pertumbuhan.

2. Jenis kelamin anak

Pria atau ayah bertanggung jawab untuk menentukan jenis kelamin biologis bayi. Pasalnya, pria menyumbangkan kromosom Y untuk anak laki-laki dan kromosom X untuk anak perempuan.

Menurut penelitian medis, X seorang pria dan X seorang wanita bergabung menjadi seorang gadis, sedangkan Y seorang pria bergabung dengan X seorang wanita untuk menjadi seorang anak laki-laki.

Namun, jika sperma tidak memiliki Xs dan Ys yang sama atau jika faktor genetik lain berperan, hal itu dapat memengaruhi rasio jenis kelamin.

Peneliti juga menemukan bahwa rasio jenis kelamin untuk keluarga mengikuti pihak ayah, bukan ibu. Misalnya, jika seorang pria memiliki lebih banyak saudara laki-laki, anak-anaknya sendiri lebih mungkin berjenis kelamin laki-laki.

Sementara jika ayah memiliki lebih banyak saudara perempuan, dia lebih mungkin memiliki anak perempuan. Namun, penelitian ini tidak berlaku untuk wanita.

3. Kesehatan mental

Ayah mewariskan gen mutan kepada anak-anak mereka yang dapat menyebabkan penyakit mental atau masalah kesehatan mental, seperti hiperaktif atau gangguan bipolar.

Anak-anak yang lahir dari orangtua berusia di atas 45 tahun juga memiliki kemungkinan mengalami kesulitan belajar dan mungkin memiliki kecenderungan bunuh diri.

Namun, penelitian terbaru mencatat bahwa pengaruh genetik pada gangguan mental mungkin kurang kuat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Gangguan mental memiliki kaitan genetik, tetapi hanya 10—20% dengan berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan mental.

Kesimpulan

  • Sifat pemarah pada anak dapat dipengaruhi hingga 50% oleh faktor genetik dari ayah, seperti si Kecil meniru emosi atau perilaku yang terlihat dari sosok ayah.
  • Namun, pengaruh lingkungan, khususnya pola asuh dan interaksi sehari-hari, juga sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian anak.
  • Oleh karena itu, meskipun ada warisan genetik, perilaku ayah yang positif dan pengasuhan yang bijaksana tetap bisa mengurangi potensi sifat pemarah pada anak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Is temperament determined by genetics?: MedlinePlus Genetics. (n.d.). Retrieved 13 August 2025, from https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/temperament/

Understanding Your Child’s Temperament. (n.d.). Retrieved 13 August 2025, from https://www.pbs.org/parents/thrive/understanding-your-childs-temperament

Babadagi, Z., Karabekiroglu, K. M., Ucar, F., Say, G. N., Yuce, M., & Yildirim, Z. G. (2018). Psychiatric Quarterly89(3), 589–604. https://doi.org/10.1007/s11126-017-9556-1

Saudino K. J. (2005). Behavioral genetics and child temperament. Journal of developmental and behavioral pediatrics : JDBP26(3), 214–223. https://doi.org/10.1097/00004703-200506000-00010

peramsetty, P. (2023). Temperament: Learned or Inherited? Retrieved 13 August 2025, from https://www.enfamil.ca/blogs/toddler-milestones/temperament-learned-or-inherited?srsltid=AfmBOop7LMd_-t5eKGC6-lLZyIiSe249A4CVq9XKU9GVJxsrOnVqPDVU

Versi Terbaru

25/08/2025

Ditulis oleh Nabila Azmi

Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

Benarkah Perilaku Anak Adalah Cerminan Pribadi Orangtua?

Seberapa Besar Faktor Keturunan Memengaruhi Tinggi Badan Anak?


Ditinjau oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A · Kesehatan Anak · Rumah Sakit EMC Pekayon · Ditulis oleh Nabila Azmi · Diperbarui 25/08/2025

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan