home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Si Kecil Mulai Punya Kepribadian Sendiri?

Kapan Si Kecil Mulai Punya Kepribadian Sendiri?

Siapa yang tidak senang memiliki anak yang rajin, sopan, santun, serta berprestasi? Semua orangtua pasti akan bangga. Namun hal tersebut tak lepas dari peran orangtua dalam membangun dan mengembangkan kepribadian anak sejak ia kecil. Sebenarnya, dari kapan sih seorang anak sudah mulai membentuk kepribadiannya? Bagaimana tahap perkembangan kepribadian anak?

Apa yang membentuk kepribadian anak saya?

Kepribadian itu sendiri adalah ciri yang membuat setiap orang unik dan berbeda dengan orang lain. Bahkan kepribadian bisa dilihat segera setelah seseorang lahir. Sedangkan perkembangan kepribadian anak adalah perkembangan pola perilaku dan sikap yang membentuk seseorang.

Pada dasarnya, perkembangan kepribadian terjadi akibat adanya interaksi dari temperamen, karakter, dan lingkungan. Karena adanya ketiga komponen tersebut, seorang anak pada akhirnya memiliki kepribadian masing-masing.

  • Temperamen adalah kumpulan sifat genetik yang menentukan bagaimana anak Anda beradaptasi serta belajar tentang segala hal yang ada di dunia ini. Beberapa gen memang mengendalikan perkembangan sistem saraf anak yang pada akhirnya memengaruhi perilaku.
  • Lingkungan, yaitu tempat anak tumbuh dan berkembang. Para ahli psikologi anak menyatakan bahwa hal yang paling menentukan dalam pembentukan kepribadian anak adalah temperamen dan lingkungan sekitar anak. Oleh karena itu, pola asuh yang baik memainkan peran penting dalam perkembangan kepribadian anak.
  • Karakter, yaitu rangkaian dari pola emosional, kognitif, serta perilaku yang didapatkan dari pengalaman. Komponen ini menentukan bagaimana seorang anak berpikir, berperilaku, dan memberikan respon terhadap apa yang terjadi padanya selama hidup. Karakter akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usia si anak dan tergantung dengan pengalaman yang ia dapatkan kelak.

Bagaimana tahap perkembangan kepribadian anak?

Kepribadian anak memang terbentuk sejak dini bahkan dari ia baru lahirkan. Berikut adalah tahap perkembangan kepribadian anak:

Kepribadian bayi

Ketika bayi, kepribadiannya akan perlahan-lahan mulai terbentuk. Terbentuknya kepribadian anak memang tergantung dengan kondisi lingkungannya. Pada tahap ini bayi akan belajar pelajaran kepribadian yang paling dasar, yaitu kepercayaan dan kasih sayang. Saat itu, bayi Anda akan mulai mengenal rasa kasih sayang, rasa nyaman dan aman, serta rasa percaya dari orang-orang sekitarnya, terutama Anda sebagai orangtua.

Kepribadian balita

Tahap kedua dari perkembangan kepribadian anak, terjadi ketika mereka berusia 18 bulan sampai dengan 4 tahun. Anak yang diasuh dan dididik dengan baik, akan mulai belajar dan mengerti tentang konsep kemandirian. Apalagi, di usia tersebut anak-anak baru mulai aktif menggunakan semua inderanya untuk mengeksplor lingkungan sekitarnya. Sehingga, tahap ini adalah tahapan yang pas bagi orangtua untuk mengajarkan anak untuk lebih mandiri serta percaya diri.

Namun, pada tahap ini juga anak-anak memiliki ego yang besar sehingga sering kali mengambek, keras kepala, serta mengamuk. Oleh karena itu orangtua perlu mengajarkan anak untuk mengendalikan dirinya.

Kepribadian anak usia prasekolah

Tahap ketiga ini terjadi ketika anak memasuki usia bermain, yaitu dari anak berumur 4 tahun hingga ia masuk sekolah dasar. Dalam tahap ini anak sedang belajar tentang konsep rasa inisiatif dan rasa bersalah. Anak yang memasuki tahap ini biasanya memiliki imajinasi dan fantasi yang tinggi. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengarahkannya agar imajinasi tersebut justru dapat bermanfaat dan mengembangkan dirinya.

Kepribadian anak usia sekolah

Tahap ini, anak sudah semakin besar sehingga semakin banyak pelajaran terkait kepribadian yang bisa mereka pelajari, seperti:

  • Berhubungan dengan teman sebaya
  • Belajar untuk disiplin, inisiatif terhadap sesuatu hal.
  • Belajar untuk bekerja dalam satu tim

Pada tahapan ini, peran orangtua serta lingkungan sekitar sangat memengaruhi kepribadian anak hingga ia dewasa. Bahkan dalam sebuah penelitian dinyatakan bahwa kepribadian anak ketika ia memasuki tahap kelas 1 sekolah dasar adalah prediktor yang kuat dalam memprediksi kepribadiannya saat ia berusia dewasa. Setelah itu, karakter anak akan terus berkembang seiring dengan pengalaman yang ia dapatkan, dan memengaruhi kepribadian anak hingga ia dewasa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthofchildren.com. (2017). Personality Development – stages, Definition, Description, Common problems. [online] Available at: http://www.healthofchildren.com/P/Personality-Development.html  [Accessed 10 May 2017].

Live Science. (2010). Personality Set for Life By 1st Grade, Study Suggests. [online] Live Science. Available at: http://www.livescience.com/8432-personality-set-life-1st-grade-study-suggests.html  [Accessed 11 May 2017].

Parents. (2005). Understanding Your Child’s Personality. [online] Available at: http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/understanding-child-personality/  [Accessed 11 May 2017].

Bissoli, Michelle de Freitas. (2014). DEVELOPMENT OF CHILDREN’S PERSONALITY: THE ROLE OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION. Psicologia em Estudo, 19(4), 587-597. https://dx.doi.org/10.1590/1413-73722163602

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M pada 15/05/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x