backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Ciri-Ciri Anak Ekstrovert dan Tips Jitu Mendidiknya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

10 Ciri-Ciri Anak Ekstrovert dan Tips Jitu Mendidiknya

Seiring berjalannya waktu, Anda akan menyadari seperti apa kepribadian si Kecil. Jika Anda merasa terkuras energinya oleh si Kecil, bisa jadi kepribadian anak adalah ekstrover atau ekstrovert. Lantas, seperti apa kepribadian ekstrovert pada anak dan bagaimana cara mendidiknya yang tepat? Berikut ulasannya.

Seperti apa ciri-ciri anak ekstrovert?

tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Istilah ekstrovert mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Melansir Cleveland Clinic, secara sederhana, anak dengan kepribadian ekstrovert adalah anak yang merasa paling nyaman berada dalam lingkungan kelompok (banyak orang).

Itu artinya, mereka senang berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya, cukup aktif, dan penuh semangat. 

Nah, sebagai orangtua, Anda perlu memahami kepribadian yang dimiliki anak. Hal ini dapat memberikan banyak manfaat, seperti membantu Anda mengenal si Kecil lebih baik, mempermudah mendidik dan mengasuh mereka, sekaligus mempererat ikatan keluarga.

Lalu, seperti apa ciri-ciri atau tanda anak ekstrovert? Anda dapat mengenali kepribadian ekstrovert pada si Kecil lewat tanda-tanda berikut.

1. Nyaman bertemu banyak orang

Biasanya, anak-anak akan malu, cenderung diam, atau bahkan rewel ketika bertemu orang banyak atau orang asing. Akan tetapi, anak yang ekstrover bisa dibilang mudah dalam bergaul. 

Mereka tampak nyaman, bersemangat dikelilingi banyak orang, dan senang menjadi pusat perhatian. Oleh karenanya, mereka antusias menunjukkan kemampuan-kemampuan kecil yang dimilikinya. 

2. Banyak bicara

Sudah dijelaskan bahwa anak yang ekstrovert adalah anak yang senang berinteraksi dengan orang lain. Nah, ciri-ciri ini ditunjukkan anak lewat pembicaraan dan obrolan.

Mereka tidak akan ragu membicarakan apa yang dalam pikirannya atau mengajukan berbagai pertanyaan kepada orang di sekelilingnya. 

3. Senang bermain dalam kelompok

Berbeda dengan anak introvert yang lebih suka melakukan aktivitas sendiri, anak yang ekstrovert justru senang berada di dekat orang lain. 

Anda mungkin mendapati bahwa si Kecil senang melakukan sesuatu dan lebih produktif dalam kegiatan kelompok daripada tugas mandiri.

Mereka juga lebih cenderung ingin berpartisipasi dalam olahraga tim dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

4. Sangat aktif

Bagi anak ekstrovert, kegiatan sosial seperti pertemuan keluarga atau acara di sekolah adalah aktivitas yang menyenangkan. Pada aktivitas ini, si Kecil dapat mengisi ulang energi mereka dan merasa paling bersemangat.

Jika Anda memperhatikan bahwa si Kecil lebih suka pergi ke bermain ke luar daripada menghabiskan waktu sendirian, ini menjadi ciri-ciri anak adalah seorang yang ekstrovert

Bahkan, setelah acara tersebut selesai, si Kecil mungkin akan terus menceritakan hal-hal menarik yang dialaminya pada Anda di rumah. 

5. Mudah bosan bila sendiri

Bagi anak ekstrover, menghabiskan waktu sendirian adalah hal yang membosankan dan menguras energi mereka. 

Jika Anda perhatikan, ia bisa menunjukkan wajah lesu dan terisolasi karena tidak adanya orang untuk diajak berinteraksi. 

Sebaliknya, si Kecil akan terlihat sangat aktif dan produktif ketika ia memiliki seseorang untuk diajak bicara, baik orangtua atau teman bermainnya. 

6. Tidak malu mengekspresikan diri

Salah satu ciri anak ekstrovert yang paling khas adalah mereka umumnya lebih baik dalam mengekspresikan emosinya. Hal ini membuat mereka sangat mudah dikenal dan didekati.

Ciri ini paling mudah dikenali karena umumnya anak yang pendiam dan pemalu cenderung memiliki kepribadian introver.

7. Tidak takut mengambil peran

Ketika duduk di bangku sekolah, beberapa anak cenderung dipercaya menjadi pemimpin, wakil kelas atau sekolah, atau mendapat peran lainnya.

Nah, anak-anak ekstrover ternyata senang jika diberi tanggung jawab dan peran tertentu dalam lingkungannya. 

Selain bisa berinteraksi dengan orang lain, mereka mudah menjalin hubungan dan mampu memengaruhi orang lain dengan energi positifnya.

8. Suka berpetualang

Anak ekstrover kerap kali dijuluki “bolang” alis bocah petualang.

Julukan ini melekat erat dalam diri mereka yang suka mengeksplorasi banyak hal, entah itu mengunjungi tempat baru atau berinteraksi dengan orang baru.

9. Mudah berteman

Kepribadiannya yang senang berinteraksi dengan orang membuat anak ekstrovert sangat mungkin punya banyak teman.

Mereka mudah dalam membuka diri, lebih cepat beradaptasi, dan mudah terhubung dengan orang lain.

Hal ini tentu melegakan hati sebagian besar orangtua, terutama ketika si Kecil baru saja pindah sekolah atau mengikuti kegiatan baru. 

10. Peduli dan suka menolong

Senang terhubung dengan orang lain membuat anak ekstrover memiliki rasa empati yang besar.

Keinginan yang kuat untuk menjalin pertemanan inilah yang membuat mereka sangat peduli dan menjadi anak yang suka menolong teman-temannya. 

Apa perbedaan anak introvert dan ekstrovert?

Kepribadian ekstrovert adalah kebalikan dari introver atau introvert. Jika anak dengan kepribadian ekstrovert senang bergaul dan berkumpul dengan banyak orang, anak introvert justru cenderung lebih suka bermain sendiri.

Cara mendidik anak yang ekstrovert

aktivitas fisik anak sekolah dasar

Mendidik anak yang memiliki kepribadian ekstrovert maupun introvert adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Namun, Anda jangan berkecil hati. Anda bisa mengikuti beberapa cara mendidik anak ekstrovert berikut ini agar lebih optimal perkembangannya.

  • Jadilah pendengar yang baik sekaligus responsif ketika anak mengekspresikan emosi atau pendapatnya.
  • Berilah si Kecil kebebasan dalam memilih aktivitas yang disukainya. Namun, Anda juga perlu mengawasi dan memastikan aktivitasnya seimbang dengan waktu istirahatnya.
  • Pastikan ada kegiatan seru rumah supaya si Kecil tidak bosan.
  • Ajarkan anak berbagai perilaku baik, seperti berbagi, meminta tolong, berterima kasih, meminta maaf, atau menolong orang yang kesusahan supaya anak dapat terhubung baik dengan orang di sekelilingnya.
  • Walaupun anak suka sekali berbicara, ajari mereka etika untuk mendengarkan pendapat orang lain dengan tidak memotong pembicaraan seseorang.
  • Kenalkan anak pada rasa kecewa dan belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain. Dengan begitu, anak dapat memiliki mental yang kuat.

Selain hal-hal di atas, memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi dengan baik lewat makanan dan minum sehat juga penting dilakukan. Pasalnya, anak yang cenderung aktif tentu membutuhkan energi yang banyak. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan