Memeluk Anak Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatannya, Loh!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar orangtua pasti sudah mengungkapkan rasa sayang lewat menjemput atau mengajak anak bermain, membelikan mainan yang mahal, ataupun memberi makanan bergizi pada buah hati. Namun, tidak ada yang bisa mengalahkan pelukan sebagai cara mengungkapkan kasih sayang ampuh antara orangtua pada anak.

Ya, anak kecil dan bayi setidaknya membutuhkan 5 sampai 6 pelukan setiap harinya untuk bertahan hidup. Penelitian juga mengungkapkan, bahwa sering memeluk anak bisa membuat mereka hidup dan berkembang lebih baik. Kira-kira apa sih, manfaat memeluk anak yang bisa mereka dapatkan nanti?

4 manfaat memeluk anak yang penting untuk tumbuh kembangnya

1. Membuat anak tambah pintar

Manfaat memeluk anak bukan hanya sekadar menunjukkan kasih sayang, lho. Nyatanya dengan memeluk, hal tersebut bisa berdampak pada perkembangan otak mereka. Penelitian mengungkapkan, kalau orang tua yang menunjukkan rasa cintanya lewat pelukan dapat memberikan kesan lingkungan yang aman dan kasih sayang juga untuk anak.

Selain itu, otak mereka akan lebih berkembang jika dibandingkan dengan anak yang jarang dipeluk. Meskipun hal ini bukan berarti bisa meningkatkan IQ mereka, pelukan orang tua bisa memaksimalkan cara kerja dan perilaku mereka. Memeluk anak secara rutin, akan berdampak baik untuk masa depan, lingkungan dan perilaku mereka dewasa nanti.

2. Menghindari anak dari rasa stress dan cemas

Produksi hormon endorfin dalam tubuh, menjadi salah satu dari sekian manfaat memeluk anak. Mengapa hormon endorfin bagus untuk anak? Pada dasarnya, hormon ini berfungsi untuk mengurangi ketegangan saraf dan juga tekanan darah. Artinya, anak yang lebih banyak atau sering dipeluk oleh orang tuanya akan terhindar dari stress dan cemas.

Kebiasaan berpelukan antara orangtua dan anak ini, akan berdampak pada aktivitas yang anak Anda jalani sehari-hari. Maka dari itu, kontak fisik seperti memeluk, berguna melepaskan zat kimia tertentu di otak yang meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan hormon stres buah hati Anda.

3. Mereka akan merasa nyaman dan menjadi penyayang

Pernahkah Anda mencoba memeluk seseorang yang tidak suka disentuh secara fisik? Pasti rasanya jadi canggung, bukan? Sentuhan fisik tidak harus isyarat menyatakan cinta atau semacamnya. Dengan dibiasakan memeluk atau dipeluk, anak akan menganggap hal ini sebagai rasa kasih sayang. Kemungkinan juga, ketika anak besar nanti mereka akan menjadi lebih empati dan penyayang, karena arti dan manfaat pelukan tersebut dapat mentransfer energi baik untuk anak.

4. Memperkuat sistem kekebalan tubuh anak

Seperti diketahui, kondisi stres dapat memicu produksi hormon kortisol pada tubuh. Dan sayangnya, sistem saraf otonom pada anak belum cukup berkembang untuk mengatur emosi-emosi pada skala besar. Kalau dibiarkan terlalu lama, hal tersebut akan membunuh sel-sel otak tertentu, yaitu area hippocampus.

Maka dari itu, berpelukan punya kegunaan sendiri untuk kesehatan anak, yang bermanfaat membawa sistem saraf mereka ke keadaan seimbang. Lalu dengan terjadinya pelukan, hormon oksitosin yang dilepaskan ke dalam aliran darah juga akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh buah hati tercinta.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit