Seputar Makanan dan Gizi untuk Anak Usia 2 Tahun

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat anak berusia dua tahun, anak Anda harus makan makanan sehat tiga kali sehari, ditambah satu atau dua kali makanan ringan. Dia sudah bisa makan makanan yang sama seperti anggota keluarga lain makan. Dengan kemampuan berbicara dan keterampilan sosial yang lebih baik, dia akan menjadi turut aktif saat makan bersama dengan orang lain. Jangan terpaku pada jumlah makanan yang harus dimakan oleh anak dan jangan pernah memaksanya. Lakukanlah kebiasaan makan yang sehat dan sediakan pilihan makanan sehat bagi semua anggota keluarga. Makan bersama keluarga merupakan awal dari kebiasaan makan yang baik.

Untungnya, anak Anda menjadi relatif lebih terampil untuk saat ini. Saat usia dua tahun, ia bisa menggunakan sendok dan minum dari cangkir hanya dengan satu tangan dan menyuapkan diri sendiri dengan berbagai macam makanan menggunakan jari tangannya. Walaupun ia bisa makan dengan benar, dia masih perlu belajar untuk mengunyah dan menelan secara efisien, dan dapat tersedak makanan ketika dia terburu-buru untuk melanjutkan bermain. Untuk menghindari risiko tersedak, makanan berikut yang bisa menyumbat tenggorokan perlu dihindari

  • Sosis (kecuali diiris memanjang, kemudian dipotong kecil)
  • Kacang utuh (terutama kacang polong)
  • Lolipop, permen keras atau permen karet
  • Anggur utuh
  • Sesendok selai kacang
  • Wortel mentah utuh
  • Ceri utuh dengan biji
  • Seledri mentah
  • Marshmallow

Idealnya, pastikan anak Anda makan empat kelompok makanan dasar berikut setiap hari:

  1. Daging, ikan, unggas, telur
  2. Susu, keju, dan produk susu lainnya
  3. Buah-buahan dan sayur-sayuran
  4. Sereal gandum, kentang, beras, produk tepung

Jangan khawatir jika ia tidak selalu memenuhi kebutuhan makanan idealnya. Banyak anak-anak prasekolah menolak makan makanan tertentu, atau bersikeras untuk waktu yang lama  hanya makan satu atau dua makanan favoritnya. Semakin Anda memaksa anak Anda untuk makan, ia akan semakin menentang Anda. Seperti yang kita kemukakan sebelumnya, jika Anda rutin menawarkan si kecil berbagai macam makanan dan membiarkan ia memilih makanannya sendiri, lama kelamaan ia akan mengonsumsi makanan yang seimbang. Dia mungkin lebih tertarik pada makanan sehat jika ia bisa makan dengan tangan sendiri. Jika memungkinkan, tawarkan dia makanan yang bisa dimakan dengan tangan (misalnya, buah-buahan segar atau sayuran mentah atau dimasak selain wortel dan seledri), bukan makanan yang lembut yang memerlukan garpu atau sendok untuk dimakan.

Suplemen vitamin (kecuali vitamin D atau zat besi) jarang diperlukan untuk anak-anak prasekolah yang makan makanan yang bervariasi. Namun, zat besi tambahan mungkin diperlukan jika anak Anda makan sedikit daging, sereal, atau sayuran yang kaya akan zat besi. Namun ingat, minum susu dalam jumlah besar (lebih dari 960 ml per hari) dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Anak Anda harus minum 16 ons (480 ml) susu rendah lemak atau susu tanpa lemak setiap hari. Porsi susu ini akan memberikan sebagian besar kalsium yang ia butuhkan untuk pertumbuhan tulang dan tidak mengganggu nafsu makannya untuk makanan lain, terutama makanan yang mengandung zat besi.

Suplemen vitamin D 400 IU per hari penting bagi anak-anak yang terkena sinar matahari tidak teratur, mengonsumsi susu dengan kandungan vitamin D kurang dari 32 ons per hari dari, atau tidak menggunakan suplemen multivitamin harian yang mengandung setidaknya 400 IU vitamin D. Jumlah vitamin D ini dapat mencegah rakhitis.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
Kapan kehamilan bisa terdeteksi

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit