Rekomendasi Susu Formula untuk Kecerdasan Anak Usia 1-3 Tahun

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Memasuki usia 1 tahun, kandungan nutrisi dari Air Susu Ibu (ASI) sudah tidak lagi cukup untuk memenuhi asupan nutrisi anak yang sedang bertumbuh. Maka dari itu, harus ada upaya pemberian nutrisi tambahan untuk anak, seperti pemberian susu formula. Namun, jangan sampai salah memilih susu formula. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberikannya kepada sang buah hati. 

Lantas, bagaimana cara memilih susu formula yang tepat untuk anak usia 1-3 tahun? Ketahui ulasannya di bawah ini.

Cara memilih susu formula untuk anak 1-3 tahun

Dilansir dari Healthy Drinks Healthy Kids, apa yang dikonsumsi oleh anak sejak lahir hingga usia lima tahun akan memiliki efek jangka panjang pada kesehatannya. Tak heran bila para ahli merekomendasikan untuk membantu orangtua dalam memilih nutrisi yang terbaik untuk anak, salah satunya dalam memilih susu formula.

Susu formula merupakan sumber nutrisi terlengkap yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebut saja protein, kalsium, vitamin A dan B, dan lain sebagainya, terkandung dalam susu formula dan dapat mengoptimalkan pertumbuhan anak.

Berikut adalah tiga cara yang bisa Anda lakukan saat memilih susu formula anak usia 1-3 tahun.

  • Memberikan susu yang sesuai dengan usia anak
  • Memberikan susu yang memiliki rasa yang disukai anak
  • Mengetahui nutrisi yang terkandung dalam susu formula

Cara memilih nutrisi susu formula yang baik untuk kecerdasan anak

Dalam memilih susu formula, pastikan Anda memperhatikan sembilan kandungan berikut ini sebelum memberikannya kepada sang buah hati.

Asam lemak esensial

Kandungan nutrisi pertama yang harus ada pada susu formula untuk anak usia 1-3 tahun adalah asam lemak esensial seperti DHA dan Omega 3. Nutrisi ini bisa ditemukan di makanan seperti biji rami (flaxseed), ikan, dan minyak ikan.

DHA dibutuhkan untuk pemeliharaan fungsi otak pada anak dan dapat meningkatkan kemampuan belajarnya. Sementara itu, Omega-3 memiliki efek anti-inflamasi (peradangan) dan antioksidan sehingga dapat meningkatkan kesehatan sel-sel di otak dan mencegah kerusakan pada otak.

Selain penting untuk kesehatan otak, Omega-3 juga menyediakan kalori untuk memberikan energi pada tubuh dan mendukung fungsi tubuh lainnya. Misalnya, jantung, pembuluh darah, paru-paru, sistem kekebalan tubuh dan sistem endokrin (penghasil hormon) yang tentunya berperan penting bagi proses tumbuh kembang si Kecil.

Vitamin B6, B12, dan asam folat

Pastikan susu formula anak usia 1-3 tahun juga mengandung vitamin B6 dan B12 untuk mendukung perkembangan otak anak di masa pertumbuhannya. Vitamin B12 juga berperan dalam mielinisasi saraf (pembentukan selubung saraf) dan mendukung kemampuan kognitif anak.

Sementara itu, asam folat berperan penting dalam mengatur kesehatan mental dan emosional anak. Nutrisi ini juga juga membantu produksi DNA dan RNA, serta percepatan pertumbuhan sel dan jaringan tubuh di masa kanak-kanak.

Jika dikombinasikan, ketiga kandungan ini dapat mengurangi kadar homosistein (penyebab penyakit jantung, stroke dan alzheimer) dalam darah.

Pada makanan, vitamin B6 terkandung dalam ikan, unggas, jeroan, kentang, dan buah-buahan selain jeruk. Vitamin B12 pun dapat ditemukan pada ikan, daging, susu, keju dan telur. Sementara, makanan yang kaya asam folat meliputi brokoli, kubis brussel, sayuran hijau, kacang polong, kubis dan kacang merah.

Zat besi

Zat besi merupakan bagian penting dari hemoglobin, sel darah merah yang menyalurkan oksigen ke seluruh organ dan jaringan tubuh, termasuk otak. 

Zat besi yang cukup dapat mempercepat fungsi otak dengan menyalurkan oksigen. Sebaliknya, bila anak kekurangan zat besi akan membuat fungsi otak melambat, sulit untuk fokus dan berkonsentrasi, serta mengurangi tingkat kecerdasan anak.

Anda dapat memberikan zat besi untuk anak melalui konsumsi daging, sayuran hijau dan susu formula, sehingga kecerdasan otak dan tumbuh kembang anak akan lebih optimal.

Zinc

Zinc merupakan nutrisi yang terbukti dapat membangun dan memperkuat memori, serta mempercepat proses berpikir anak.

Selain bagus untuk kecerdasan, zinc juga dapat mendukung pembentukan jaringan baru pada tubuh, pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak.

Zinc banyak dijumpai dalam makanan seperti daging, susu, kacang-kacangan dan beberapa makanan laut seperti kepiting dan lobster.

Kolin

Otak dan sistem saraf membutuhkan kolin untuk mengatur suasana hati, mengontrol kekuatan otot dan beberapa fungsi tubuh lainnya. Kolin juga diperlukan untuk membentuk membran yang mengelilingi sel-sel tubuh.

Kolin dapat mempercepat produksi asetilkolin, yang penting untuk mempertajam memori dan memperkuat fungsi otak lainnya. Selain itu, kolin dibutuhkan untuk perkembangan otak di awal kehidupan anak. 

Tak hanya susu formula, kolin yang penting dikonsumsi untuk kecerdasan anak pun dapat ditemukan pada makanan. Misalnya, daging, telur, ikan, kentang, brokoli, kubis brussel dan kembang kol, serta beberapa jenis kacang-kacangan.

Protein

Secara umum, protein berperan untuk membentuk, memelihara, dan menggantikan jaringan tubuh. Maka dari itu, berikan anak beragam makanan yang kaya akan protein seperti telur, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, daging, dan susu.

Protein juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan kognitif anak. Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang yang dapat berpengaruh pada kualitas hidup anak.

Iodium

Tahukah Anda? Tubuh memerlukan iodium untuk memproduksi hormon tiroid, hormon yang mengontrol metabolisme tubuh dan mendukung perkembangan tulang dan otak. Nutrisi ini secara alami terkandung dalam beberapa makanan laut (ikan, rumput laut, udang), produk susu (susu, keju, yoghurt) dan garam yodium.

Kekurangan iodium merupakan penyebab utama dari kerusakan otak pada anak-anak di dunia. Alhasil, anak akan mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik di masa pertumbuhannya. Maka dari itu, berikan susu formula untuk anak dengan kandungan iodium yang cukup.

Rekomendasi susu formula untuk anak usia 1-3 tahun

susu formula whey protein untuk anak

Setelah mengetahui cara memilih susu formula, kini Anda sudah mengetahui ragam nutrisi yang harus ada dalam susu formula, terutama yang bisa mendukung kecerdasan otak anak.

Dari banyaknya merek susu formula yang beredar di pasaran, pastikan Anda memberikan susu formula dengan kandungan Omega 3 dan 6 untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan kecerdasan anak.

Selain itu, susu formula anak usia 1-3 tahun juga sebaiknya mengandung prebiotik PDX dan GOS yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak. Apabila saluran cerna anak sehat, imunitas tubuhnya pun akan baik.

Tak kalah penting, susu formula anak juga sebaiknya difortifikasi dengan Beta-glucan untuk mencegah infeksi penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh di masa pertumbuhannya.

Berdasarkan studi dari Nutrition Journal, susu formula dengan DHA (asam lemak Omega 3), PDX dan GOS, serta Beta-glucan, yang dilengkapi kandungan umum pada susu (zinc, vitamin, zat besi, dsb) dapat mengurangi risiko alergi dan masalah pernapasan pada anak usia 1-4 tahun.

Maka dari itu, periksa kembali kandungan nutrisi dari susu formula yang sedang dikonsumsi anak Anda dan pastikan telah mengandung nutrisi-nutrisi di atas.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 4 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa PDX GOS Baik untuk Kesehatan Saluran Cerna?

Beberapa susu formula mengandung PDX dan GOS yang bermanfaat bagi pencernaan anak. Namun apa sebenarnya PDX dan GOS ini? Lalu bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu untuk pencernaan anak
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Pilih Susu Formula yang Bisa Tingkatkan Imun Anak

Ada cara tepat memilih susu formula untuk meningkatkan sistem imun anak. Yuk, cek apakah susu formula untuknya sudah mengandung nutrisi penting ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
susu formula untuk sistem imun anak
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Supaya Imun Anak Kuat, Ini Kandungan yang Harus Ada Dalam Susu Formulanya

Susu formula merupakan salah satu sumber nutrisi yang dapat membantu sistem imun anak tetap terjaga dengan syarat di dalamnya terdapat kandungan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula anak
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 14 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

indikator tumbuh kembang anak

Indikator Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Orangtua Ketahui!

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
susu formula untuk anak

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 5 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit