Zinc

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Manfaat & Aturan Pakai Zinc

Untuk apa Zinc digunakan?

Zinc adalah tablet yang digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kekurangan zinc (seng) di dalam tubuh.

Zinc juga merupakan salah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta proses metabolisme.

Zinc merupakan bagian penting dari beberapa proses imun tubuh. Saat jumlahnya tidak mencukupi, proses pembentukan imun tubuh akan akan terganggu. Tak hanya itu, nutrisi ini juga berperan besar dalam menjaga fungsi indra pengecap dan penciuman Anda.

Zinc dalam bentuk tablet juga dapat dibeikan sebagai salah satu pelengkap pengobatan diare untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi

Diare adalah penyebab hilangnya berbagai kandungan nutrisi dan mineral, termasuk zinc, dari tubuh dalam jumlah besar. Itu sebabnya, penting untuk mendapatkan asupan zinc tambahan dalam proses ini.

Peran lain dari obat zinc selama dan setelah serangan diare adalah membantu menurunkan tingkat keparahan, serta bisa menurunkan risiko anak terkena diare ke depannya.

Selain diare, berikut adalah kondisi kesehatan yang dapat diatasi dengan zinc:

  • defisiensi zinc (kekurangan zinc)
  • demam
  • menyembuhkan luka 
  • penurunan penglihatan akibat usia

Bagaimana aturan pakai Zinc?

Zinc adalah obat oral. Anda bisa meminumnya dengan meminum langsung bersamaan dengan air putih atau meneteskannya ke dalam mulut. Sebaiknya, Anda mengonsumsi tablet zinc saat perut masih dalam kosong belum terisi makanan.

Idealnya, pemberian tablet zinc adalah sekurang-kurangnya 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Obat zinc dapat diberikan bersama makanan guna mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Zinc adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat di kamar mandi. Jangan membekukannya. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk tablet zinc bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis zinc untuk orang dewasa?

Dosis tablet zinc yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sebagai berikut:

  • Pria 14 tahun ke atas: 11 mg/hari; wanita di atas 19 tahun: 11 mg/hari.
  • Wanita hamil 19 tahun ke atas: 11 mg/hari; ibu menyusui berusia 14-18 tahun: 14 mg/hari; ibu menyusui 19 tahun ke atas: 12 mg/hari

Berapa dosis zinc untuk anak-anak?

Untuk anak-anak, berikut adalah dosis obat zinc yang direkomendasikan:

  • Untuk anak 6 bulan hingga usia 5 tahun diberikan sebanyak 20 mg, atau sebanyak 1 sendok teh per hari dalam kurun waktu 10 hari.  
  • Untuk anak bayi yang berusia 2-6 bulan dapat diberikan Zinc sebanyak 10 mg, atau sebanyak ½ sendok teh setiap harinya, dalam kurun waktu 10 hari.  
  • Penggunaaan obat tetes oral Zinc untuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun diberikan dalam dosis 20 mg (2 mL)/hari selama kurun waktu 10 hari
  • Sedangkan untuk bayi berusia 2-6 bulan diberikan dalam dosis 10 mg (1 mL)/hari dalam kurun waktu 10 hari.

Dalam dosis dan sediaan apa Zinc tersedia?

Zinc adalah obat yang tersedia dalam berbagai bentuk, di antaranya:

  • Obat zinc dalam kemasan yang berisi sirup, yang berisi 60 ml
  • Obat zinc dalam kemasan tetes oral/drops, yang berisi 15 ml
  • Obat zinc dalam kemasan tablet, yang berisi 15 mg, 30 mg, 50 mg, dan 100 mg
  • Obat zinc dalam kemasan tablet lepas, yang berisi 100 mg

Efek Samping

Apa efek samping Zinc yang mungkin terjadi?

Efek samping  Zinc yang paling parah dilaporkan dalam penggunaan tablet dan sirup zinc adalah mual dan muntah. Namun, pemberian obat tidak perlu dihentikan jika kondisi mual dan muntah tidak terlalu parah.

Jika muntah terjadi dalam 30 menit setelah pemberian obat, berikan 5 ml sirup (1 sendok takar)/2 ml drops lagi sebagai penggantinya. Jika pasien memuntahkan 5 ml sirup (1 sendok takar) dan 2 ml drops kedua, hentikan penggunaan pada hari tersebut. Selanjutnya, Anda bisa berikan dosis selanjutnya pada hari berikutnya.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini, baik yang mengonsumsi zinc dalam bentuk tablet maupun sirup. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Zinc tablet dan sirup adalah obat yang dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan tertentu. Beri tahu dokter atau apoteker apabila Anda atau anak Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, khususnya:

  • Apabila Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan, dan substansi lain (termasuk produk susu).
  • Apabila Anda memiliki tingkat zinc yang rendah pada aliran darah.

Zinc juga bisa menurun keampuhannya jika diminum bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Maka itu, beri tahu dokter apa saja obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Zinc?

Interaksi obat adalah kondisi yang bisa mengubah kinerja zinc atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Obat-obatan yang perlu Anda hindari karena terdapat potensi interaksi dengan zinc adalah:

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh diminum pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan yang mengandung alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Hindari penggunaan obat Zinc pada saat yang anak Anda sedang mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kalsium, atau fosfor.

Kandungan tersebut dapat mengurangi jumlah seng yang diserap ke dalam tubuh. Akibatnya, masa penyembuhan diare pun akan memakan waktu yang cukup lama.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Zinc dan apa efeknya?

Berikut adaah beberapa gejala overdosis zinc:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing

Salah satu efek samping konsumsi zinc berlebihan adalah tidak seimbangnya kadar zinc di dalam tubuh. Kadar zinc yang tidak seimbang tak jarang memicu kondisi-kondisi kesehatan tertentu, dan beberapa di antaranya adalah:

  • anemia
  • kadar kolesterol HDL rendah
  • leukopenia (kadar sel darah putih rendah)

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Zinc adalah obat yang berpotensi memicu overdosis jika dikonsumsi berlebihan. Hal yang harus Anda lakukan ketika overdosis zinc terjadi adalah hubungi 112 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat saat mendekati waktu minum selanjutnya, abaikan yang terlupa. Lanjutkan minum obat sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis untuk satu kali minum obat.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

    Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 10/04/2020

    Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

    Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 09/04/2020

    Apa Obat Diare (Mencret) yang Aman untuk Bayi?

    Diare pada bayi dapat berakibat fatal jika tidak cepat diobati. Lantas jika bayi di rumah sedang diare, apa obat mencret yang aman untuknya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 04/04/2020

    7 Prinsip Pencegahan Diare yang Harus Diterapkan Setiap Hari

    Pencegahan memang selalu lebih baik ketimbang mengobati diare yang telanjur berlarut. Simak berbagai cara yang ampuh mencegah diare di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 01/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    mulut terasa pahit saat puasa

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
    kebutuhan zinc

    Mengapa Tubuh Memerlukan Zinc Terutama Saat Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
    kepala pusing saat puasa

    4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020
    vitamin c dan zinc untuk puasa

    Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020