8 Jenis Vitamin dan Mineral untuk Pulihkan Badan Lemas

    8 Jenis Vitamin dan Mineral untuk Pulihkan Badan Lemas

    Vitamin merupakan salah satu zat gizi penting untuk menjaga imunitas tubuh. Terlebih bila sakit, Anda memerlukan vitamin untuk badan lemas agar lebih berenergi dan lekas pulih.

    Simak rekomendasi mineral dan vitamin untuk badan lemas dalam penjelasan berikut!

    Vitamin untuk badan lemas

    Selain untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, vitamin membantu tubuh agar lebih berenergi dan tidak lemas, terutama saat Anda merasa tidak enak badan.

    Menurut jurnal Nutrients (2020), vitamin dan mineral berperan penting dalam sistem metabolisme manusia yang mendukung fungsi berbagai organ agar bekerja dengan baik.

    Berikut ini jenis mineral dan vitamin untuk badan lemas yang Anda perlu cukupi setiap hari.

    1. Vitamin D

    makanan sumber vitamin D
    Sumber: Health Europa

    Vitamin D adalah vitamin esensial yang larut dalam lemak yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

    Kekurangan vitamin ini dapat memengaruhi sistem saraf, kekuatan otot, dan menyebabkan tubuh mudah terinfeksi virus atau bakteri.

    Akibatnya, tubuh Anda jadi lemas dan gampang sakit.

    Selain didapat dari paparan sinar matahari, vitamin D dapat ditemukan dalam beberapa makanan, seperti:

    • telur,
    • ikan berlemak seperti sarden,
    • susu dan sereal,
    • jamur, dan
    • minyak ikan.

    Mengonsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi alternatif ketika seseorang tidak mendapatkan cukup sinar UV.

    Namun, pastikan mengonsumsi vitamin D dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan.

    Perlu Anda Ingat

    Asupan vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, berat badan menurun, hingga kerusakan ginjal.

    2. Vitamin C

    Anda pasti sudah tidak asing dengan manfaat vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Vitamin ini juga berperan sebagai antioksidan untuk melawan paparan radikal bebas.

    Vitamin C bisa untuk membantu Anda mengatasi badan lemas dan mencegah ngantuk, terutama saat Anda dalam masa pemulihan setelah sakit.

    Anda bisa mendapatkan asupan vitamin C melalui buah dan sayuran, seperti:

    • jeruk,
    • jambu merah,
    • pepaya,
    • wortel,
    • brokoli, dan
    • labu kuning.

    Selain dari makanan, Anda juga mendapatkan vitamin C dengan mengonsumsi suplemen multivitamin.

    Tubuh hanya membutuhkan sekitar 90 mg vitamin C per hari dan maksimal 2000 mg saat sakit.

    Hati-hati, mengonsumsi vitamin C berlebihan setiap hari dapat memperberat kerja ginjal dan hati.

    3. Vitamin B

    Salah satu penyebab Anda merasa lemas adalah kekurangan vitamin B dalam tubuh.

    Vitamin yang sering disebut vitamin B kompleks ini berperan penting dalam proses metabolisme karbohidrat dan protein.

    Seperti yang Anda ketahui, karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh sehingga Anda bisa menjalankan aktivitas dengan lancar.

    Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu proses metabolisme karbohidrat sehingga tubuh Anda jadi kekurangan energi dan terasa lemas.

    Beberapa sumber vitamin B yang bisa Anda dapatkan dari makanan yaitu:

    • daging merah,
    • susu,
    • sayuran hijau,
    • tempe dan tahu,
    • ikan laut, dan
    • kacang-kacangan.

    Bila menjalani diet vegan, Anda mungkin akan membutuhkan suplemen vitamin B12 karena umumnya sumber makanan yang mengandung vitamin ini tersedia dalam protein hewani.

    4. Vitamin E

    manfaat vitamin E

    Layaknya vitamin C, vitamin E dapat membantu memulihkan badan lemas dan berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh.

    Menurut situs Cleveland Clinic, vitamin E bekerja dengan cara memperlancar peredaran darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

    Sejumlah sumber makanan yang kaya akan vitamin E, meliputi:

    • minyak nabati,
    • gandum,
    • sayuran hijau, dan
    • biji-bijian.

    Dikutip dari artikel Vitamin E Deficiency (2022), kekurangan vitamin E ini dapat menyebabkan otot-otot terasa lemas dan pandangan agak kabur.

    Jadi, mencukupi kebutuhan vitamin ini bisa memperkuat otot tubuh agar Anda lebih berenergi saat beraktivitas.

    5. Kalsium

    Selain mengonsumsi vitamin untuk badan lemas, Anda juga perlu memastikan asupan mineral terpenuhi, seperti kalsium.

    Anda mungkin sudah cukup mengenal fungsi kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi.

    Namun, ternyata jenis mineral ini dapat berperan dalam memperkuat fungsi otot dan saraf di otak dalam memerintah tubuh untuk bergerak.

    Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tangan atau kaki Anda sering terasa lemas dan kesemutan.

    Untuk memulihkan energi, pastikan mencukupi kebutuhan kalsium dengan sumber makanan sehat seperti dikutip dari jurnal Nutrients (2019) berikut.

    • Keju.
    • Yoghurt.
    • Sereal.
    • Kacang polong.
    • Susu.
    • Kacang almon.
    • Tahu.

    Di sisi lain, Anda perlu memperhatikan asupan kalsium melalui suplemen karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah ginjal.

    Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen kalsium.

    6. Zat besi

    Tak hanya konsumsi vitamin agar tidak mudah lelah dan ngantuk, mencukupi kebutuhan zat besi juga wajib agar Anda dapat melakukan aktivitas dengan baik.

    Zat besi ini merupakan salah satu mineral penting dalam pembentukan sel darah merah yang nantinya bertugas dalam mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

    Menurut situs National Heart, Lung and Blood Institute, orang yang kekurangan zat besi sering merasa lesu, lelah, mudah ngantuk, dan sulit fokus.

    Untuk mencegah hal ini, Anda dapat mengonsumsi sumber makanan tinggi zat besi, seperti:

    • daging merah,
    • hati,
    • bayam,
    • lentil,
    • makanan laut,
    • telur, dan
    • cokelat hitam.

    Beberapa orang mungkin akan mendapatkan suplemen zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi.

    7. Kreatin

    Kreatin adalah salah satu asam amino yang bertindak sebagai sumber energi bagi tubuh Anda.

    Tubuh menyimpan asam amino ini sebagai phosphocreatine dalam otot untuk digunakan sebagai cadangan energi.

    Menurut situs Mayo Clinic, suplemen kreatin biasanya dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performa dalam berolahraga pada intensitas tinggi dan meningkatkan massa otot.

    Namun, Anda juga bisa mendapatkan sumber kreatin melalui makanan alami, seperti:

    • daging sapi,
    • daging ayam,
    • ikan salmon,
    • susu,
    • alpukat, dan
    • ubi.

    Jumlah kandungan kreatin dalam makanan alami mungkin lebih sedikit daripada yang tersedia dalam bentuk suplemen.

    Namun, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

    Selain memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin untuk badan lemas, pastikan juga Andak mendapatkan tidur cukup agar badan jadi segar kembali.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    9 Vitamins and Minerals You Should Take Daily. (2021). Retrieved 26 October 2022, from https://health.clevelandclinic.org/which-vitamins-should-you-take/

    Topics, H. (2017). Vitamin D Deficiency: MedlinePlus. Retrieved 26 October 2022, from https://medlineplus.gov/vitaminddeficiency.html

    Tardy, A., Pouteau, E., Marquez, D., Yilmaz, C., & Scholey, A. (2020). Vitamins and Minerals for Energy, Fatigue and Cognition: A Narrative Review of the Biochemical and Clinical Evidence. Nutrients, 12(1), 228. doi: 10.3390/nu12010228

    Kemnic, T., & Coleman, M. (2022). Vitamin E Deficiency. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519051/

    Cormick, G., & Belizán, J. (2019). Calcium Intake and Health. Nutrients, 11(7), 1606. doi: 10.3390/nu11071606

    Mitra, S., Paul, S., Roy, S., Sutradhar, H., Bin Emran, T., & Nainu, F. et al. (2022). Exploring the Immune-Boosting Functions of Vitamins and Minerals as Nutritional Food Bioactive Compounds: A Comprehensive Review. Molecules, 27(2), 555. doi: 10.3390/molecules27020555

    Creatine. (2022). Retrieved 26 October 2022, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-creatine/art-20347591

    Iron-Deficiency Anemia. (2022). Retrieved 26 October 2022, from https://www.nhlbi.nih.gov/health/anemia/iron-deficiency-anemia

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 3 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro