Tradjenta

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat Trajenta?

Trajenta merupakan obat oral untuk diabetes yang berfungsi membantu kontrol gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2. Obat yang mengandung linagliptin sebagai bahan aktif ini tidak digunakan untuk pengobatan diabetes pada pasien diabetes tipe satu dan pasien dengan diabetes ketoasidosis.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah hormon inkretin dalam tubuh. Inkretin adalah hormon yang meningkatkan pelepasan jumlah insulin untuk mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik, terutama pada saat setelah makan. Inkretin juga menurunkan jumlah gula yang diproduksi oleh hati Anda.

Bagaimana cara pakai obat Trajenta?

Trajenta merupakan obat diabetes oral yang konsumsinya dapat dilakukan dengan atau tanpa makanan. Biasanya Trajenta dikonsumsi satu kali dalam sehari.

Minumlah obat ini sesuai dengan aturan minum obat yang diberikan oleh dokter Anda. Jangan menghentikan penggunaannya sekalipun Anda merasa lebih baik, tanpa berdiskusi dengan dokter yang merawat Anda.

Taati dosis yang telah diberikan dan jangan mengubahnya tanpa membicarakannya dengan dokter Anda. Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Dosis yang diberikan sudah berdasarkan pertimbangan kondisi kesehatan dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan. Untuk memudahkan Anda mengingat waktu minum obat, minumlah pada waktu yang sama setiap harinya.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Simpan Trajenta dalam suhu ruangan di bawah 30 derajat Celcius. Hindari dari cahaya dan sinar matahari langsung. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang memiliki kelembapan tinggi, seperti kamar mandi. Jauhkan obat-obatan ini dari jangkauan anak-anak untuk menghindari risiko keracunan obat.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan dengan Trajenta.

Bagaimana dosis Trajenta untuk orang dewasa?

Dosis Trajenta untuk pasien dewasa dengan diabetes tipe dua adalah 5 mg satu kali sehari, dengan atau tanpa makanan.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Tablet, oral: 5 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin timbul akibat penggunaan Trajenta?

Pengobatan ini dapat memengaruhi kadar gula dalam darah Anda. Efek samping obat juga dapat meliputi hipoglikemia dan hiperglikemia. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai antisipasi pengobatan yang diperlukan.

Hentikan konsumsi Trajenta jika menemukan gejala pankreatitis, yaitu nyeri yang parah pada perut bagian atas yang menjalar hingga ke punggung, disertai mual dan muntah, kehilangan selera makan, atau detak jantung yang cepat. Segera hubungi dokter Anda untuk penanganannya.

Hubungi pula dokter Anda jika menemukan tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi Trajenta, seperti kemerahan pada kulit, gatal, bengkak pada area wajah (bibir, lidah, dan mata), bengkak pada tenggorokan, kulit mengelupas, serta kesulitan bernapas.

Beberapa efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan Trajenta meliputi sakit kepala, diare, batuk, radang tenggorokan, hidung berair atau hidung tersumbat. Hubungi dokter jika tanda-tanda berikut tak kunjung hilang atau bahkan memburuk:

  • Nyeri pada sendi dan otot yang hebat dan menetap
  • Tanda-tanda gagal jantung, seperti sesak napas (bahkan saat berbaring), bengkak pada kaki, penambahan berat badan.

Daftar di atas mungkin belum memasukkan semua efek samping yang pernah terjadi akibat penggunaan obat ini. Hubungi dokter Anda untuk mendiskusikan kemungkinan efek samping yang terjadi.

Peringatan dan Pencegahan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi Trajenta?

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan Trajenta, ada beberapa hal yang harus Anda pahami, termasuk hal-hal berikut ini:

  • Sebelum mengonsumsi obat ini, informasikan kepada dokter Anda jika memiliki kolesterol atau trigliserida yang tinggi atau riwayat pankreatitis.
  • Informasikan kepada dokter Anda mengenai riwayat alergi obat yang Anda miliki, baik terhadap linagliptin (zat aktif dalam Trajenta) ataupun obat-obatan lainnya. Obat ini mungkin saja mengandung bahan campuran lain yang dapat menyebabkan alergi.
  • Obat ini tidak digunakan untuk anak yang berusia kurang dari 18 tahun.
  • Informasikan kepada dokter Anda seluruh obat-obatan yang tengah Anda konsumsi, terutama untuk pengobatan diabetes. penggunaan Trajenta bersama obat golongan sulfonilurea dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia.

Amankah obat ini untuk ibu hamil?

Obat Trajenta termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut adalah penjelasan kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A: Tidak berisiko
  • B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C: Mungkin berisiko
  • D: Ada bukti positif berisiko
  • X: Kontraindikasi
  • N: Tidak diketahui

Percobaan pada hewan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun belum ada penelitian yang memadai yang dilakukan pada manusia dan ibu hamil.

Konsultasikan dengan dokter Anda jika berencana hamil dan menyusui namun membutuhkan kontrol gula darah.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa sajakah yang akan berinteraksi dengan Trajenta?

Informasikan kepada dokter Anda mengenai seluruh obat-obatan yang tengah Anda konsumsi. Beberapa obat tertentu yang dikonsumsi secara bersamaan dapat membuat obat saling berinteraksi sehingga dapat memicu munculnya efek samping atau menurunkan salah satu kinerja obat.

Dalam beberapa kasus pemberian obat-obatan yang saling berinteraksi kadang diperlukan. Dokter Anda akan melakukan penyesuaian dosis. Ikutilah petunjukanya dengan hati-hati

Menurut MedlinePlus, berikut adalah daftar obat yang mungkin bisa berinteraksi dengan kandungan linagliptin dalam Trajenta:

  • carbamazepine
  • acetohexamide
  • chlorpropamide
  • glimepiride
  • glipizide
  • glyburide
  • nateglinide
  • phenytoin
  • phenobarbital
  • rifampin
  • ritonavir

Apakah ada makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Trajenta?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat ini mungkin dapat berinteraksi dengan beberapa penyakit dan gangguan kesehatan. Interaksi ini dapat membuat penyakit Anda bertambah parah, atau mengganggu cara kerja obat.

Penting untuk selalu memberi tahu dokter mengenai penyakit dan gangguan kesehatan lain yang Anda alami sebelum mulai menggunakan obat ini. Dengan begitu, dokter bisa membantu Anda menentukan apakah obat ini aman atau tidak digunakan oleh Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada kondisi gawat darurat?

Pada kasus gawat darurat atau timbul gejala-gejala overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin setelah Anda mengingatnya. Jika sudah mendekati waktu minum obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.  Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali penggunaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Bedanya Obat yang Diminum Sebelum dan Setelah Makan

Saat diberi obat oleh dokter, dokter pasti memberi petunjuk minum obat sebelum atau setelah makan. Apa sih yang membuat aturan minum obat seperti itu?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit
minum paracetamol saat hamil

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit