Oseltamivir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Oseltamivir (Tamiflu) Obat Apa?

Untuk apa oseltamivir (Tamiflu)?

Oseltamivir adalah obat antivirus golongan neuraminidase inhibitor (NAI) yang biasa digunakan untuk mengobati influenza tipe A dan tipe B. Salah satu merek paten dari obat ini yang paling dikenal adalah Tamiflu.

Oseltamivir bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim neuraminidase yang terdapat di permukaan virus. Dengan mengurangi aktivitas enzim tersebut, peluang virus untuk hinggap di tubuh, bereplikasi, serta menginfeksi tubuh dapat berkurang.

Itu sebabnya, obat ini juga digunakan sebagai terapi pencegahan flu, terutama jika Anda memiliki kontak dengan seseorang yang terjangkit flu.

Gejala-gejala flu yang dapat diatasi dengan obat ini meliputi:

  • hidung tersumbat
  • batuk
  • sakit tenggorokan
  • demam
  • menggigil
  • nyeri
  • kelelahan

Selain itu, oseltamivir dapat mempersingkat waktu pemulihan dalam 1-2 hari. Obat ini dapat bekerja dengan maksimal jika diberikan dalam waktu 48 jam setelah gejala-gejala flu pertama kali muncul.

Oseltamivir adalah obat yang direkomendasikan untuk orang-orang dengan faktor risiko mengalami komplikasi akibat influenza, yaitu:

  • anak-anak di bawah 2 tahun
  • lansia di atas 65 tahun
  • penderita penyakit autoimun
  • ibu hamil

Bagaimana aturan pakai oseltamivir (Tamiflu)?

Segera konsumsi obat ini setelah gejala awal dari flu muncul atau sesegera mungkin setelah Anda terkena flu. Oseltamivir bekerja paling baik jika Anda mulai mengonsumsinya dalam waktu 2 hari semenjak kontak pertama dengan virus flu.

Obat ini dapat diminum baik sebelum maupun sesudah makan. Ikuti aturan minum obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Selalu baca petunjuk pemakaian obat sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini adalah obat oral, artinya harus diminum melalui mulut. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan suspensi bubuk.

Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai aturan pakai oseltamivir atau Tamiflu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Oseltamivir atau Tamiflu paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkanlah obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi atau membekukannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram oseltamivir ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Oseltamivir

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis oseltamivir (Tamiflu) untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis oseltamivir atau Tamiflu yang direkomendasikan untuk orang dewasa di atas 13 tahun:

Dosis untuk mengobati influenza

Untuk mengobati influenza pada orang dewasa di atas 13 tahun, dosis yang diberikan adalah 75 mg sebanyak 2 kali sehari. Dosis tersebut setara dengan:

  • 1 kapsul 2 kali sehari
  • 12,5 ml suspensi 2 kali sehari

Lakukan pengobatan selama 5 hari, atau hingga waktu yang ditentukan oleh dokter Anda.

Dosis untuk mencegah influenza

Untuk mencegah influenza, dosis yang direkomendasikan adalah 75 mg sebanyak 1 kali sehari. Dosis tersebut setara dengan:

  • 1 kapsul 1 kali sehari
  • 12,5 ml suspensi 1 kali sehari

Pengobatan untuk pencegahan dilakukan selama 10 hari setelah Anda pertama kali mengalami kontak dengan penderita influenza, atau 6 minggu ketika terjadi wabah influenza.

Bagaimana dosis oseltamivir (Tamiflu) untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis oseltamivir atau Tamiflu yang direkomendasikan untuk anak-anak usia 2 minggu – 12 tahun:

Dosis untuk mengobati influenza (usia 2 minggu – 1 tahun)

Untuk mengobati influenza pada anak-anak usia 2 minggu – 1 tahun, dosis yang diberikan adalah 3 mg/kg berat badan sebanyak 2 kali sehari.

Dosis untuk mengobati influenza (usia 1-12 tahun)

Dosis untuk anak-anak usia 1-12 tahun diberikan berdasarkan berat badan anak. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.

Dosis untuk mencegah influenza

Dosis oseltamivir untuk pencegahan influenza pada anak belum ditetapkan.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Tamiflu, produk paten dari oseltamivir, tersedia dalam dosis dan ukuran sebagai berikut:

  • Kapsul 30 mg, 45 mg, atau 75 mg
  • Suspensi bubuk oral

Efek samping Oseltamivir

Efek samping apa yang dapat dialami karena oseltamivir (Tamiflu)?

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, oseltamivir mungkin saja menimbulkan efek samping obat pada beberapa orang. Tingkat keparahan dan gejala efek samping yang muncul mungkin akan bervariasi.

Menurut Drugs.com, beberapa efek samping oseltamivir yang umum terjadi adalah:

  • mual
  • muntah
  • sakit kepala
  • nyeri
  • perubahan suasana hati, terutama pada anak-anak

Efek samping lainnya yang perlu Anda waspadai dan bersifat lebih serius meliputi:

  • kebingungan
  • tremor atau anggota tubuh bergetar
  • berhalusinasi

Tidak menutup kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya reaksi alergi. Segera hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda jika terjadi reaksi alergi parah (anafilaktik), dengan gejala-gejala seperti:

  • pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • ruam kulit
  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Oseltamivir

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan oseltamivir (Tamiflu)?

Sebelum memutuskan untuk memakai oseltamivir atau Tamiflu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut adalah kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan oseltamivir.

Interaksi obat dapat membuat potensi efek samping muncul atau kinerja obat menjadi tidak efektif.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat, terutama pada oseltamivir atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Oseltamivir

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan oseltamivir (Tamiflu)?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obatan resep, nonresep, dan produk herbal. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker mengenai potensi interaksi obat yang ada. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obatapa pun tanpa seizin dokter.

Beberapa obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan oseltamivir, antara lain:

  • vaksin influenza
  • amoxicillin
  • acetaminophen
  • aspirin
  • cimetidine
  • antasida
  • rimantadine
  • amantadine
  • warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan oseltamivir (Tamiflu)?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi kerja obat oseltamivir atau Tamiflu.

Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • penyakit jantung
  • penyakit yang disebabkan oleh virus selain influenza tipe A atau B
  • penyakit hati
  • penyakit paru-paru
  • masalah medis serius yang mungkin perlu perawatan intensif di rumah sakit
  • lemahnya sistem imun tubuh
  • intoleransi terhadap fruktosa (pemanis buatan) turunan
  • penyakit ginjal

Overdosis Oseltamivir

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah-muntah
  • pusing
  • hilang keseimbangan
  • mati rasa dan kesemutan
  • kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal minum obat semula. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

    Selain anggapan bahwa hal ini hanya dilakukan oleh mereka yang terkena gangguan jiwa, apa lagi mitos-mitos tentang psikoterapi yang kerap muncul?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi 03/07/2020 . 5 menit baca

    Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

    Studi di Tiongkok menunjukkan bahwa COVID-19 bisa menular lewat AC. Namun, banyak pula ahli yang menyanggahnya. Lantas, mana jawaban yang tepat?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . 5 menit baca

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 menit baca

    Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

    Terdapat perbedaan formula protein soya dan formula dengan isolat protein soya. Apa saja perbedaan dan manfaatnya masing-masing bagi tumbuh kembang anak?

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    drunkorexia

    Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
    pria tangguh bunuh diri

    Para ‘Pria Tangguh’ Lebih Berisiko Bunuh Diri, Mengapa Begitu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 4 menit baca
    laser lipolysis

    Mengenal Seluk Beluk Laser Lipolysis untuk Menyingkirkan Lemak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 5 menit baca
    teledermatologi saat pandemi

    Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca