Cyclophosphamide

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Cyclophosphamide Obat Apa?

Untuk apa Cyclophosphamide?

Cyclophosphamide adalah obat kemoterapi yang bekerja untuk memperlambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Oleh sebab itu, obat ini ini sering digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Cyclophosphamide adalah salah satu obat yang juga digunakan untuk melemahkan respon sistem imun terhadap beberapa penyakit. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit ginjal pada anak-anak jika pengobatan lain tidak berfungsi maksimal. Selain itu obat ini juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi penyakit lupus dan rheumatoid arthitis (rematik), serta mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap transplantasi organ.

Bagaimana cara penggunaan Cyclophosphamide?

Konsumsi obat ini secara oral sesuai petunjuk dokter Anda. Dosis obat tergantung pada kondisi kesehatan, berat badan, dan respon tubuh Anda terhadap obat, serta pengobatan lain yang Anda lakukan (seperti pengobatan kemoterapi lain atau pengobatan radiasi). Pastikan dokter dan apoteker Anda tahu semua jenis produk yang Anda konsumsi (obat beresep atau tidak dan obat herbal).

Selama mengonsumsi obat ini, Anda diharuskan mengonsumsi banyak cairan dibanding biasanya dan buang air kecil secara teratur untuk mencegah gagal ginjal atau kantung kemih. Tanyakan pada dokter seberapa banyak Anda harus minum air putih setiap hari dan pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan dengan benar.

Jika Anda mengonsumsi kapsul, telan seluruhnya. Jangan membuka, mengunyah, atau menghancurkannya. Jika secara tidak sengaja terjadi kontak dengan kapsul yang rusak, cucilah tangan Anda segera.

Karena obat ini dapat diserap oleh kulit dan paru-paru, obat ini kemungkinan berisiko untuk bayi yang belum lahir, sehingga wanita hamil atau yang berencana hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam bentuk apapun.

Jangan pernah meningkatkan dosis obat tanpa izin dari dokter Anda karena kondisi anda bisa jadi akan membaik dan kemungkinan bisa terjadi efek samping yang serius.

Bagaimana cara penyimpanan Cyclophosphamide?

Cyclophosphamide adalah salah satu obat yang paling baik jika disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Cyclophosphamide

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Cyclophosphamide untuk orang dewasa?

Untuk penderita penyakit parah, dosis cyclophosphamide adalah:

  • Infus: Dosis awal untuk pasien tanpa riwayat penyakit gangguan darah antara 40 sampai 50 mg/kg selama 2 sampai 5 hari. Dosis juga bisa diberikan 10 sampai 15 mg/kg selama 7 sampai 10 hari, atau 5mg/kg dua kali seminggu.
  • Obat oral: 1-8 mg/kg per hari selama dosis awal

Untuk mengatasi kanker rahim, dosis cyclophosphamide adalah:

  • 600 mg/kg lewat infus di hari pertama dikombinasikan dengan carboplatin atau cisplatinLakukan setiap 28 hari

Untuk mengatasi myeloma, dosis cyclophosphamide adalah:

  • 10 mg/kg IV di hari pertama dikombinasikan dengan pengobatan kemoterapi lain yang terbagi dalam M2. 

Bagaimana dosis Cyclophosphamide untuk anak-anak?

Untuk penyakit parah, dosis cyclophosphamide adalah:

  • Infus: dosis awal untuk pasien tanpa riwayat penyakit gangguan darah antara 40 sampai 50 mg/kg, yang biasanya dikonsumsi dalam 2 sampai 5 hari atau 10 sampai 15 mg/kg yang dikonsumsi dalam 7 sampai 10 hari, atau 5mg/kg dua kali seminggu.
  • Obat oral: 1-8 mg/kg per hari selama dosis awal

Untuk mengatasi sindrom nefrotik, dosis cyclophosphamide adalah:

  • Dosis yang dianjurkan 2.5 – 3 mg/kg per hari secara oral selama 60 sampai 90 hari.

Dalam dosis apakah Cyclophosphamide tersedia?

Ketersediaan dosis cyclopgosphamide adalah:

  • Tablet 25 mg dan 50 mg
  • Injeksi: 500 mg, 1 gram, dan 2 gram

Efek samping Cyclophosphamide

Efek samping apa yang dapat dialami karena Cyclophosphamide?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa efek samping seperti:

  • Darah dalam feses atau urin
  • Perih saat mengeluarkan feses atau urin
  • Muka pucat, tubuh lemah, detak jantung tidak stabil, dan susah konsentrasi
  • Nyeri dada, batuk kering, dan susah bernapas
  • Demam, sakit tenggorokan, dan muncul gejala flu
  • Memar dan terjadi perdarahan yang tidak normal (di hidung, mulut, vagina dan anus), kulit berwarna ungu atau memerah
  • Sakit kepala yang parah
  • Sakit kuning (mata atau kulit menguning)
  • Reaksi kulit yang parah – demam, sakit tenggorokan, pembengkakan pada wajah, lidah, mata perih, kulit terbakar, kemudian kulit berwarna merah atau ungu lalu menyebar kemudian terkelupas.

Efek samping lainnya termasuk:

  • Mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan diare
  • Rambut rontok
  • Luka tidak sembuh-sembuh
  • Siklus haid yang tidak teratur
  • Perubahan warna kulit dan kuku

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Cyclophosphamide

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Cyclophosphamide?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh Anda dan dokter Anda. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum minum obat cyclophosphamide adalah:

  • Alergi. Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.
  • Anak-anak. Obat ini telah diuji coba pada anak-anak dan belum menunjukkan efek samping atau masalah yang berbeda dengan efek samping yang dialami pada orang dewasa.
  • Lansia. Obat ini belum diuji coba secara khusus pada orang tua, sehingga belum ada informasi yang jelas mengenai efek samping yang terperinci. Meskipun belum ada informasi yang jelas, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Apakah Cyclophosphamide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori  D menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi

Interaksi Obat Cyclophosphamide

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Cyclophosphamide?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Rotavirus Vaccine, Live

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Adenovirus Vaccine Type 4, Live
  • Adenovirus Vaccine Type 7, Live
  • Allopurinol
  • Amprenavir
  • Atazanavir
  • Bacillus of Calmette and Guerin Vaccine, Live
  • Boceprevir
  • Carbamazepine
  • Ceritinib
  • Cobicistat
  • Cyclosporine
  • Darunavir
  • Doxorubicin
  • Doxorubicin Hydrochloride Liposome
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Etanercept
  • Fosamprenavir
  • Fosphenytoin
  • Hydrochlorothiazide
  • Indinavir
  • Influenza Virus Vaccine, Live
  • Lopinavir
  • Measles Virus Vaccine, Live
  • Mumps Virus Vaccine, Live
  • Nelfinavir
  • Nevirapine
  • Nilotinib
  • Nitisinone
  • Pentostatin
  • Phenytoin
  • Ritonavir
  • Rubella Virus Vaccine, Live
  • Saquinavir
  • Siltuximab
  • Smallpox Vaccine
  • St John’s Wort
  • Tamoxifen
  • Telaprevir
  • Tipranavir
  • Trastuzumab
  • Typhoid Vaccine
  • Varicella Virus Vaccine
  • Warfarin
  • Yellow Fever Vaccine

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Ondansetron
  • Thiotepa

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Cyclophosphamide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Cyclophosphamide?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan cyclophosphamide adalah:

Overdosis Cyclophosphamide

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut gejala yang terjadi akibat overdosis:

  • Feses berwarna gelap
  • Urin berwarna merah
  • Memar dan pendarahan yang tidak biasa
  • Tubuh lelah dan lemah
  • Sakit tenggorokan, batuk, demam, dan tanda infeksi lainnya.
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Nyeri dada

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Ganja dalam Dunia Medis Plus Efeknya untuk Kesehatan

Meski ilegal di sebagian besar negara di dunia, mariyuana alias ganja terbukti memiliki beberapa manfaat medis jika digunakan dalam batas kewajaran.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 6 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Kasus kanker serviks di Indonesia masih tergolong tinggi, padahal penyakit ini bisa dicegah dan dideteksi dini agar ditangani sebelum parah.

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kanker Serviks, Kanker 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Limfoma atau kanker getah bening adalah salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai. Cari tahu pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan limfoma.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu yang tepat minum obat cacing

Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara menjaga kesehatan hati

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit