Counterpain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan

Untuk apa obat counterpain?

Counterpain adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri otot dan nyeri sendi ringan akibat arthritis, sakit punggung, dan keseleo. Obat ini mengandung bahan aktif metil salisilat, mentol, dan eugenol. Ketiganya bekerja dengan cara menimbulkan sensasi hangat dan sejuk pada kulit sehingga nyeri otot dan sendi yang Anda alami dapat perlahan mereda.

Counterpain termasuk obat bebas tanpa resep dokter yang banyak dijual di toko obat, apotek, bahkan minimarket dalam beragam bentuk. Meski bisa ditemukan dengan mudah, pastikan Anda menggunakan obat ini sesuai dengan yang dianjurkan.

Periksa label obat dan cara pakainya dengan saksama sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini tidak boleh digunakan sama sekali pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana aturan pakai Counterpain?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Counterpain dapat digunakan dengan atau tanpa resep dokter. Counterpain pun tersedia dalam banyak bentuk seperti krim, salep, patch (koyo), atau gel.

Apa pun jenisnya, pastikan Anda menggunakan obat ini sesuai dengan anjuran dokter atau aturan pakai yang tertera pada produk kemasan. Jika Anda merasa bingung terkait aturan pakai obat ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Obat ini hanya boleh digunakan pada kulit alias untuk penggunaan luar saja. Jangan mengoleskan atau menggunakan obat ini di dekat mata, mulut, hidung, atau alat kelamin.  Jika obat ini secara tidak sengaja mengenai area-area sensitif tersebut, segera siram dengan banyak air. Cuci tangan Anda sebelum menggunakan lensa kontak apabila habis menggunakan obat ini.

Oleskan obat ini secara tipis dan merata ke bagian tubuh yang bermasalah tidak lebih dari 4 kali dalam sehari. Gosok dengan lembut dan menyeluruh ke bagian yang bermasalah sambil dipijat pelan-pelan.

Setelah menggunakan obat, jangan lupa cuci tangan dengan sabun sampai bersih, kecuali jika obat digunakan pada tangan atau jari tangan. Tunggu setidaknya 30 menit sebelum Anda cuci tangan.

Jangan gunakan obat ini pada kulit yang terluka atau teriritasi (misalnya lecet, tergores, atau terbakar sinar matahari). Jangan menutup dengan perban atau membungkus rapat area yang bermasalah karena hal tersebut justru dapat meningkatkan risiko efek samping.

Suhu tinggi juga dapat meningkatkan risiko efek samping. Jadi, sebaiknya jangan menerapkan obat ini sebelum, selama, atau setelah kegiatan yang dapat meningkatkan suhu tubuh, misalnya mandi air panas, berenang, berjemur di bawah panas matahari, atau olahraga dengan intensitas tinggi. Tunggu sampai suhu tubuh Anda kembali normal apabila ingin menggunakan obat ini.

Produk ini tersedia dalam berbagai dosis dengan bahan yang berbeda-beda, namun memiliki nama produk yang terdengar serupa. Baca petunjuk pemakaian dengan cermat untuk memastikan Anda menggunakan produk yang sesuai dengan kondisi Anda. Tanyakan pada dokter dan apoteker jika ada pertanyaan lain.

Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau justru bertambah buruk dalam kurun waktu 7 hari pemakaian.

Bagaimana cara menyimpan obat counterpain?

Counterpain yang berbentuk salep, gel, krim, maupun koyo sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat yang mengandunng bahan sama mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis obat Counterpain untuk dewasa?

Untuk mengatasi nyeri otot dan sendi pada orang dewasa, dosis Counterpain adalah 1 gram yang digunakan maksimal 3-4 kali dalam sehari. Oleskan secara tipis-tipis dan merata pada bagian tubuh yang mengalami nyeri.

Jangan gunakan obat ini lebih banyak atau lebih sedikit dari yang tertera di resep.  Jika dokter meminta Anda berhenti menggunakannya, hentikan saat itu juga. Sebaliknya, jika dokter belum meminta Anda untuk berhenti minum obat, ikuti aturannya meski mungkin merasa sehat.

Bila memang diperlukan, dokter bisa saja mengubah dosis atau bahkan menggantinya dengan obat lain untuk memastikan bahwa Anda mendapat pengobatan yang tepat. Patuhi resep yang diberikan dokter meski berubah beberapa kali.

Berapa dosis obat Counterpain untuk anak-anak?

Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak bila digunakan secara asal. Oleh sebab itu, konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apa saja Countrepain tersedia?

Counterpain dipasarkan dengan berbagai bentuk mulai dari krim, salep, gel, atau patch (koyo).

Efek Samping

Apa efek samping obat Counterpain yang mungkin terjadi?

Counterpain pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Namun, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi. Beberapa efek samping paling umum dari penggunaan Counterpain adalah:

  • Gatal
  • Kulit kemerahan
  • Sensasi hangat/dingin yang menyengat di kulit
  • Ruam
  • Iritasi
  • Kulit mengelupas
  • Perubahan warna kulit

Dalam kasus yang jarang terjadi, obat ini juga bisa menimbulkan reaski alergi serius yang disebut syok anafilaktik. Reaksi alergi ini ditandai dengan mual dan muntah, ruam kulit, gatal di sebagian atau sekujur tubuh, bengkak pada wajah, sesak napas, dan kadang-kadang disertai demam.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker.

Peringatan & Pencegahan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Counterpain?

Meski dijual bebas tanpa resep dokter, tidak semua orang bisa menggunakan obat ini. Beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan sebelum menggunakan obat counterpain adalah:

  • Obat ini tidak boleh digunakan pada orang yang memiliki alergi terhadap mentol, metil salisilat, aspirin, atau jenis salisilat lainnya (misalnya salsalate). Tanyakan pada dokter dan apoteker daftar bahan penyusun obat ini.
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang semua obat-obatan yang sedang atau akan rutin Anda konsumsi. Entah itu obat resep, nonresep, hingga obat alami dari bahan-bahan herbal.
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda memiliki riwayat penyakit asma dan polip hidung.

Penting untuk diperhatikan bahwa obat ini hanya boleh digunakan pada kulit. Jangan memakai obat ini di dekat mata, mulut, hidung, dan alat kelamin.

Hindari menggunakan obat ini pada area kulit yang baru saja dicukur, terluka, atau teriritasi. Supaya obat bekerja lebih maksimal, jangan gunakan obat ini sesaat setelah mandi atau saat berolahraga.

Selain menurunkan efektivitasnya, penggunaan obat yang tidak tepat juga mungkin dapat meningkatkan risiko efek samping. Anda juga sebaiknya tidak menutup area yang telah diberikan obat dengan perban karena hal tersebut berpotensi menimbulkan efek samping.

Di samping itu, obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan selama 3 bulan terakhir kehamilan karena mungkin dapat membahayakan bayi di dalam kandungan dan memicu berbagai masalah saat persalinan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Jika kondisi Anda tidak membaik atau malah semakin parah, jangan ragu untuk berobat ke dokter. Pada intinya, segeralah periksakan diri ke dokter setiap kali Anda merasakan gejala yang aneh pada tubuh Anda sendiri. Semakin cepat diobati, maka akan semakin baik.

Apakah obat Counterpain aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Keamanan pemakian obat ini untuk ibu hamil dan menyusui masih belum diketahui dengan jelas. Itu sebabnya, pemakainan obat ini bagi Anda yang tengah hamil atau menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter kandungan atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Counterpain?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Namun, artikel ini tidak berisi tentang semua interaksi obat yang mungkin terjadi.

Sebaiknya, informasikan kepada dokter setiap produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep) sebelum menggunakan obat ini atau menggunakan obat lainnya.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Counterpain?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Alkohol biasanya dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan efek samping tertentu dari losartan.

Selain itu, jangan mengonsumsi suplemen kalium atau pengganti garam saat minum obat ini kecuali jika dokter menyatakan tidak apa-apa.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari obat counterpain?

Obat ini dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan Anda. Interaksi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan atau mengubah cara kerja obat. Itu sebabnya, sangat penting untuk selalu menginformasikan kepada dokter atau perawat Anda mengenai kondisi kesehatan Anda saat ini.

Sejumlah kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi negatif dengan obat ini di antaranya:

  • Hipersenitivitas terhadap mentol, metil salisilat, aspirin, atau jenis salisilat lainnya (misalnya salsalate)
  • Asma
  • Polip hidung
  • Gangguan kulit tertentu

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Bawalah kotak obat, wadah, atau label ketika akan pergi ke rumah sakit untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Jika Anda melewatkan dosis, minum segera setelah Anda ingat. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal pemberian dosis Anda. Jangan gunakan dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jika Anda terus ketinggalan dosis, pertimbangkan untuk mengatur alarm atau meminta anggota keluarga untuk mengingatkan Anda.

Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk membahas perubahan dalam jadwal dosis Anda atau jadwal baru untuk menebus dosis yang terlewat, jika Anda telah melewatkan terlalu banyak dosis baru-baru ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

    Sudah olahraga mati-matian tapi otot tak juga terbentuk? Mungkin karena Anda mengikuti aturan membentuk otot yang hanya mitos belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Kebugaran, Hidup Sehat 12/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

    Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

    Obat-obatan padat atau pil yang terdiri dari beragam jenis tentunya membutuhkan cara menyimpan yang sesuai agar tidak merusak kualitasnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat anyang-anyangan

    Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    efek samping salep obat kortikosteroid

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit