Kebanyakan orang cenderung pasif dan “iya-iya” saja ketika berkonsultasi ke dokter mengenai keluhannya. Padahal, ini adalah kesempatan emas buat Anda mengajukan pertanyaan langsung pada ahlinya. Jangan takut dibilang cerewet. Dokter sebenarnya justru senang, kok, kalau pasiennya aktif bertanya. Ingat, “malu bertanya sesat di jalan.” Malu tanya dokter, bisa-bisa kesehatan Anda jadi taruhannya. Maka dari itu, jangan sungkan untuk banyak tanya ke dokter.

Jika Anda bingung ingin bertanya apa saat konsultasi ke dokter, simak panduannya di sini.

Kenapa harus banyak tanya dokter saat konsultasi?

penyebab sirosis hati

Proses tanya-jawab adalah kunci komunikasi yang baik dengan dokter. Jika Anda tidak mengajukan pertanyaan, dokter mungkin akan menganggap bahwa Anda sudah tahu semua informasi yang ia sampaikan atau tidak ingin tahu tentang informasi tersebut lebih lanjut.

Oleh karena itu, bersikaplah proaktif ketika Anda akan berkonsultasi ke dokter. Ajukan pertanyaan ketika Anda tidak tahu istilah-istilah medis, misalnya hipertensi, angina, abses, aneurisma, dan lain sebagainya.

Selain itu, jangan ragu juga untuk bertanya ke dokter tentang instruksi yang sekiranya tidak Anda mengerti. Mulai dari aturan minum obat yang benar hingga pantangan-pantangan yang harus dihindari selama pengobatan.

Berikut beberapa pertanyaan dasar yang perlu Anda tanyakan ke dokter.

Tanya dokter tentang kondisi kesehatan Anda

sindrom jas putih

Diagnosis membantu dokter mengetahui penyakit atau masalah fisik yang sedang Anda alami. Dokter membuat diagnosis berdasarkan gejala yang Anda keluhkan dan hasil pemeriksaan fisik, tes lab, dan tes lainnya.

Jika pasien sudah memahami kondisi medisnya sendiri, dokter mungkin akan lebih mudah untuk mengambil keputusan tentang perawatan terbaik yang sesuai dengan kondisi mereka. Apalagi jika Anda sudah tahu perawatan mana yang sekiranya cocok untuk kondisi Anda.

Sebaliknya, jika Anda belum memahami kondisi Anda sendiri, jangan ragu untuk menanyakannya kepada dokter. Mintalah dokter untuk menjelaskan secara rinci tentang penyakit yang Anda alami dan alasan terkuat kenapa Anda bisa terkena penyakit tersebut.

Berikut list pertanyaan yang bisa diajukan ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakit Anda:

  • Kenapa saya bisa terkena penyakit ini? Apa penyebab terkuatnya?
  • Seberapa umumkah penyakit ini?
  • Apakah penyakit ini menular?
  • Adakah prosedur medis yang perlu saya lakukan?
  • Apakah penyakit yang saya idap ini bisa disembuhkan?
  • Apakah penyakit ini menyebabkan efek jangka panjang?
  • Bagaimana cara mengobati penyakit ini?
  • Apakah penyakit ini bisa dicegah? Bagaimana cara mencegahnya?
  • Seberapa sering saya harus periksa ke dokter?
  • Bagaimana caranya mengetahui informasi lebih banyak tentang penyakit ini?

Beberapa penyakit mungkin tidak bisa disembuhkan dan dapat bertahan seumur hidup. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengendalikan penyakit tersebut. Dengan perawatan yang tepat, orang dengan kondisi medis serius masih bisa melakukan aktivitas seperti orang-orang normal pada umumnya.

Tanya dokter tentang obat yang Anda minum

pergi ke dokter kandungan

Setelah mengetahui penyakit yang Anda idap, dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat untuk meredakan gejala. Nah, ketika dokter meresepkan obat, pastikan Anda tahu nama obatnya dan pahami kenapa dokter meresepkan obat tersebut ke Anda.

Secara umum, berikut beberapa list pertanyaan yang bisa Anda ajukan ketika dokter meresepkan obat tertentu:

  • Apa nama obat yang diresepkan?
  • Berapa kali saya harus minum obat tersebut?
  • Adakah efek sampingnya setelah minum obat tersebut?
  • Bagaimana kalau saya lupa minum obat tersebut?
  • Apa bahayanya jika dosis obat dikurangi atau ditambahkan?
  • Haruskah obat ini dikonsumsi sampai habis?
  • Adakah pantangan makanan/minuman yang harus dihindari ketika minum obat tersebut?
  • Apa saya perlu ke dokter lagi setelah minum obat tersebut?
  • Saya punya alergi terhadap obat tertentu, apakah obat ini aman untuk dikonsumsi?
  • Kalau sewaktu-waktu sakit saya kambuh, apa obat ini boleh dikonsumsi lagi?
  • Apa obat ini bisa dibeli tanpa resep dokter?

Jangan lupa, pastikan Anda memberi tahu semua obat lain, entah itu vitamin, suplemen, ataupun herbal, yang sedang Anda konsumsi saat sedang berkonsultasi ke dokter. Hal ini dilakukan agar obat yang diresepkan dokter tidak menimbulkan interaksi dengan obat lain yang juga sedang Anda konsumsi. Selain itu, wajib hukumnya untuk memberi tahu riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh kepada dokter.

Agar tidak lupa, catatlah semua jawaban yang diberikan dokter pada buku khusus.

Jika dalam waktu yang ditentukan obat yang diresepkan dokter tidak berfungsi atau justru membuat kondisi Anda memburuk, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Tanya dokter tentang prosedur medis yang akan dilakukan

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Terkadang, pemberiaan obat saja mungkin tidak cukup dan dokter perlu melakukan prosedur medis tertentu. Ya, dokter mungkin perlu melakukan tes darah, rontgen, atau prosedur lain untuk mencari tahu penyebab penyakit yang sedang Anda alami, mengobati penyakit tersebut, atau justru hanya sekadar memantau kondisi Anda secara keseluruhan.

Nah, sebelum dokter melakukan berbagai prosedur medis tersebut, berikut list pernyataan yang bisa Anda ajukan:

  • Kenapa saya perlu atau harus melakukan prosedur ini?
  • Bagaimana prosedur tersebut berlangsung?
  • Apa yang harus saya persiapkan sebelum melakukan pemeriksaan tersebut?
  • Apa yang harus saya lakukan setelah melakukan pemeriksaan tersebut?
  • Adakah efek samping yang mungkin terjadi? Berapa lama efek samping tersebut biasanya akan muncul?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan tersebut?
  • Berapa biaya yang harus dibayarkan untuk melakukan prosedur tersbeut?

Ketika hasil pemeriksaan sudah keluar, mintalah dokter untuk menjelaskan artinya sedetail mungkin. Anda mungkin bisa meminta salinan hasil pemeriksaan tersebut kepada dokter.

Namun sebelum meminta, tanyakan dulu apakah pihak rumah sakit bersedia memberikan salinan hasil pemeriksaan ke pasien atau tidak. Pasalnya, beberapa rumah sakit ada yang tidak mengizinkan hasil pemeriksaan dibawa pasien.

Tips mengingat instruksi yang diberikan dokter

Tidak semua orang langsung ingat semua instruksi yang diberikan dokter. Bahkan, jika Anda merasa sudah sangat dekat dengan dokter, ada kalanya Anda mungkin tidak mengerti apa yang ia katakan.

Agar semua instruksi yang diberikan dokter menepel di kepala, berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

Tanya lagi kalau masih bingung

Jangan ragu untuk tanya dokter tentang informasi apa pun yang sekiranya belum atau tidak Anda mengerti.

Miasalnya, “Dok, bisa diulangi sekali lagi? Saya masih bingung.” atau “Dok, saya ngga ngerti istilah medis tersebut, itu artinya apa, sih?

Ulangi apa kata dokter

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengulangi pernyataan yang disampaikan oleh dokter.

Anda bisa mengulang pernyataan dengan cara, “Dok, berarti kalau hipertensi itu istilah lain darah tinggi, ya?” atau “Dok, berarti kesimpulannya, bla bla bla.., ya?”

Catat, catat, catat!

Ketika sedang berkonsultasi ke dokter, bawalah sebuah buku catatan atau pulpen. Setelah itu tuliskan poin-poin penting ketika Anda dokter menyampikan informasi tertentu. Jika Anda tidak dapat menulis saat dokter sedang berbicara dengan Anda, Anda bisa merekamnya di ponsel.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca