Chloroquine

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Chloroquine Obat Apa?

Untuk apa chloroquine (klorokuin)?

Chloroquine adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria, atau mengobati penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk yang terinfeksi parasit.

Parasit penyebab malaria masuk melalui gigitan nyamuk dan kemudian menetap dalam jaringan tubuh, seperti sel darah merah atau hati. Obat ini tergolong sebagai obat kelas antimalaria yang berfungsi untuk mematikan parasit yang menetap dalam sel darah merah.

Pada kasus tertentu, pemakaian chloroquine dikombinasikan dengan obat-obatan lain, seperti primaquine. Kombinasi tersebut umumnya diperlukan untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah kembalinya infeksi (relaps).

Centers for Disease Control (CDC) Amerika telah mengeluarkan sejumlah pedoman dan rekomendasi perjalanan untuk pencegahan dan pengobatan malaria di berbagai belahan dunia. Diskusikan dengan dokter Anda sebelum bepergian ke tempat-tempat rawan tertular malaria.

Chloroquine adalah obat yang juga digunakan untuk mengobati infeksi parasit tipe amoeba dan beberapa penyakit autoimun lainnya, seperti lupus.

Bagaimana cara penggunaan chloroquine (klorokuin)?

Selalu ikuti aturan minum obat yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Anda akan diresepkan obat oral sesuai dengan petunjuk dokter Anda. Umumnya, obat ini dikonsumsi setelah makan untuk mencegah rasa tidak nyaman pada perut. Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan dan bagaimana tubuh Anda merespons pengobatan.

Dokter juga akan memeriksa apakah Anda melakukan pencegahan atau pengobatan terhadap penyakit ini sebelumnya. Untuk anak, pemberian dosis juga akan disesuaikan dengan berat badannya.

Untuk mencegah malaria, minumlah chloroquine satu kali setiap minggu pada hari yang sama tiap minggunya, atau sesuai anjuran dokter. Pengobatan dimulai 1-2 minggu sebelum Anda pergi ke daerah rawan malaria.

Lanjutkan pengobatan dengan takaran dosis dan interval yang sama selama Anda berada di daerah rawan. Teruskan selama 4-8 minggu kemudian setelah Anda meninggalkan area tersebut. Tandai kalender atau jadwal bepergian Anda untuk membantu Anda mengingat.

Konsumsi obat ini 4 jam sebelum atau sesudah menggunakan obat tertentu untuk diare (kaolin) atau antasid, seperti magnesium atau aluminium hidroksida. Obat-obatan tersebut dapat terikat dengan chloroquine dan mencegah tubuh Anda untuk menyerap chloroquine dengan baik.

Patuhi resep yang telah diberikan oleh dokter. Jangan mengurangi dosis atau mengonsumsi obat lebih dari dosis yang disarankan. Tidak dianjurkan untuk menghentikan penggunaan obat ini tanpa persetujuan dokter Anda sebelum masa pengobatan selesai, sekalipun Anda sudah merasa membaik.

Penghentian dosis secara tiba-tiba akan menyebabkan obat tidak akan bekerja secara optimal. Kondisi kesehatan Anda akan berisiko memburuk akibat jumlah parasit yang bertambah dan membuat infeksi menjadi kebal terhadap obat.

Informasikan kepada dokter Anda jika gejala tidak membaik atau semakin parah.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Chloroquine atau klorokuin paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di kamar mandi atau meletakkannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau saluran pembuangan kecuali diinstruksikan demikian. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Chloroquine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis chloroquine (klorokuin) untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis chloroquine yang dianjurkan untuk orang dewasa:

Dosis umum untuk orang dewasa pengidap malaria profilaksis

Anda bisa menggunakan 500 mg chloroquine phosphate (300 mg base) diminum 1 kali/minggu pada hari yang sama tiap minggunya

Dosis umum untuk orang dewasa pengidap malaria

Orang dewasa yang memiliki berat badan 60 kg atau lebih bisa menggunakan obat ini dengan dosis

Dosis awal, gunakan 1 gram chloroquine phosphate (600 mg base) diminum 1 kali/minggu pada hari yang sama tiap minggunya

Dosis pemeliharaan: 500 mg chloroquine phosphate (300 mg base) diminum setelah 6 – 8 jam, selanjutnya 500 mg chloroquine phosphate (300 mg base) diminum 1 kali/hari selama 2 hari berturut-turut. Total dosis: 2,5 g chloroquine phosphate (1.5 g base) dalam 3 hari

Bila berat badan kurang dari 60 kg, gunakan obat oral dengan dosis:

  • Dosis awal: 16,7 mg chloroquine phosphate/kg (10 mg base/kg)
  • Dosis kedua (6 jam setelah dosis awal): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)
  • Dosis ketiga (24 jam setelah dosis kedua): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)
  • Dosis keempat (36 jam setelah dosis ketiga): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)

Dosis umum untuk orang dewasa pengidap amebiosis

Gunakan 1 gram chloroquine phosphate (600 mg base) diminum 1 kali selama 2 hari, kemudian diikuti oleh 500 mg chloroquine phosphate (300 mg base) diminum 1 kali/hari selama 2- 3 minggu

Bagaimana dosis chloroquine (klorokuin) untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis klorokuin yang dianjurkan untuk anak-anak:

Dosis umum untuk anak pengidap malaria profilaksis

Bayi dan anak-anak gunakan 8,3 mg chloroquine phosphate (300 mg base) diminum 1 kali/minggu pada hari yang sama tiap minggunya

Dosis umum untuk anak pengidap malaria

Bayi dan anak-anak dengan berat badan kurang dari 60 kg, gunakan obat oral:

  • Dosis awal: 16,7 mg chloroquine phosphate/kg (10 mg base/kg)
  • Dosis kedua (6 jam setelah dosis awal): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)
  • Dosis ketiga (24 jam setelah dosis kedua): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)
  • Dosis keempat (36 jam setelah dosis ketiga): 8,3 mg chloroquine phosphate/kg (5 mg base/kg)

Total dosis: 41,7 mg chloroquine phosphate/kg (25 mg base/kg) dalam 3 hari

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Chloroquine adalah obat yang tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • Tablet, oral: 250mg, 500mg

Efek samping Chloroquine

Apa saja efek samping chloroquine (klorokuin)?

Beberapa pasien yang mengonsumsi chloroquine (klorokuin) dalam jangka waktu lama atau dosis tinggi melaporkan adanya kerusakan permanen pada retina mata.

Hentikan pemakaian obat ini dan segera hubungi dokter jika muncul masalah atau gangguan konsentrasi terjadi, muncul cahaya atau kilat putih pada penglihatan, atau jika Anda menyadari adanya pembengkakan atau perubahan warna pada mata.

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi parah berikut ini:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hentikan pemakaian obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • gangguan penglihatan, kesulitan membaca atau melihat suatu obyek, penglihatan berkabut
  • hilang pendengaran atau telinga berdengung
  • kejang
  • lemah otot akut, hilang koordinasi tangan dan kaki, refleks melambat;
  • mual, nyeri pada perut bagian atas, gatal-gatal, hilang nafsu makan, urin berwarna gelap, feses berwarna pucat, jaundice (kulit dan mata menguning)

Efek samping lainnya umum terjadi. Lanjutkan dosis dan diskusikan dengan dokter jika kondisi di bawah ini terjadi pada Anda:

  • diare, muntah-muntah, kram perut
  • kerontokan rambut sementara, perubahan warna rambut
  • otot terasa lemas

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Chloroquine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan chloroquine (klorokuin)?

Sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan dengan chloroquine, Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut adalah kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan klorokuin.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya chloroquine atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini. Selain itu, periksakan diri Anda untuk mengetahui jika Anda memiliki alergi lain, misalnya terhadap makanan, pewarna, atau hewan tertentu.

Lansia

Beberapa jenis obat belum diuji keamanannya untuk orang-orang berusia lanjut. Maka itu, obat ini mungkin memiliki cara kerja yang berbeda, atau berpotensi menyebabkan efek samping berbeda pada lansia. Khusus untuk lansia, konsultasikan pemakaian obat ini ke dokter terlebih dahulu.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Chloroquine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan chloroquine (klorokuin)?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menurut MedlinePlus, berikut adalah daftar obat-obatan yang mungkin berinteraksi dengan chloroquine:

  • acetaminophen (paracetamol)
  • cimetidine
  • suplemen zat besi
  • isoniazid
  • kaolin
  • magnesium trisilikat
  • methotrexate
  • niacin
  • rifampin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan chloroquine (klorokuin)?

Chloroquine adalah obat yang dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Itu sebabnya Anda tidak dianjurkan untuk minum obat ini bersamaan dengan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Selain itu, merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Chloroquine adalah obat yang dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan tertentu. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • alergi terhadap senyawa 4-aminoquinoline, contohnya hydroxychloroquine
  • gangguan penglihatan atau penyakit mata (perubahan visual pada retina) akibat senyawa 4-aminoquinoline
  • penyakit dalam darah atau tulang sumsum
  • gangguan pendengaran
  • otot lemas
  • porphyria
  • psoriasis
  • masalah saluran pencernaan atau pada perut
  • epilepsi
  • defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD)

Overdosis Chloroquine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis yang perlu Anda waspadai:

  • mual
  • muntah-muntah
  • pusing
  • hilang keseimbangan
  • mati rasa dan kesemutan
  • kejang-kejang

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tak Mau Digigit Nyamuk? Usir Dengan 5 Bahan Aktif Ini

    Ada banyak produk yang bisa Anda pakai supaya tidak digigit nyamuk. Namun, ada beberapa bahan yang memang terbukti ampuh mengusir nyamuk. Apa saja?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina

    8 Bahan Alami yang Manjur Redakan Gatal Akibat Gigitan Nyamuk

    Tak perlu repot-repot membeli losion anti nyamuk untuk meredakan gatal gigitan nyamuk. Pergilah ke dapur dan cari 8 bahan alami ini untuk meredakan gatalnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Bukan Sekadar Bentol, Bisa Jadi Itu Alergi Gigitan Nyamuk

    Dari sekian banyak jenis alergi, tahukah Anda kalau ada alergi gigitan nyamuk? Ya, nyamuk ternyata bisa menyebabkan alergi. Simak ulasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    6 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Rumah

    Daripada harus menggunakan obat pengusir nyamuk berbahan kimia, mengapa Anda tidak mencoba menggunakan tanaman pengusir nyamuk di rumah? Apa saja?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    uji coba remdesivir covid-19

    Uji Coba Obat Remdesivir Berhasil, Puluhan Pasien di AS Sembuh dari COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020
    obat antimalaria mengatasi covid-19

    Peneliti Tiongkok Pastikan Obat Antimalaria Bisa Mengatasi COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 24/02/2020
    manfaat artemisia annua

    Mengenal Artemisia Annua, Herbal yang Berpotensi Basmi Kanker dan Malaria

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 18/11/2019
    obat yang merusak mata

    Hati-hati, Sembarang Minum 4 Obat Ini Dapat Merusak Saraf Mata

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Dipublikasikan tanggal: 31/08/2019