Chloramphenicol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Chloramphenicol Obat Apa?

Obat apa Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang berguna untuk mengobati infeksi bakteri pada mata. Chloramphenicol adalah antibiotik yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Chloramphenicol adalah obat yang hanya mengobati infeksi bakteri pada mata. Ini tidak akan bekerja pada jenis infeksi mata lainnya, atau infeksi virus. Penggunaan tidak perlu atau salah menggunakan antibiotik apapun dapat mengakibatkan berkurangnya efektivitas.

Bagaimana cara pakai Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang penggunannya harus diperhatikan. Jangan mengenakan lensa kontak saat Anda sedang menggunakan obat ini.

Sterilkan lensa kontak menurut petunjuk dari produsen obat, dan periksakan ke dokter sebelum mulai menggunakannya kembali.

Untuk mengoleskan salep mata chloramphenicol, cuci tangan terlebih dahulu. Untuk menghindari kontaminasi, berhati-hatilah agar ujung kemasan chloramphenicol tidak tersentuh jari dan tidak mengenai mata.

Miringkan kepala Anda ke belakang, lihat ke atas, dan turunkan kelopak mata bagian bawah dengan perlahan. Oleskan salep chloramphenicol sepanjang 1 cm di bagian dalam kelopak mata bawah, kemudian tutup mata secara perlahan dan gerakkan bola mata ke semua arah untuk menyebarkan obat. Jangan mencoba berkedip atau menggosok mata.

Ulangi tahap ini untuk mata yang lain kalau diperlukan. Gunakan sesuai petunjuk dokter. Usap ujung tabung salep chloramphenicol dengan tisu bersih untuk menghapus sisa obat sebelum mengulang kembali.

Bila Anda sedang menggunakan obat mata jenis lain (contohnya, obat tetes atau salep), tunggu selama setidaknya 5-10 menit sebelum menggunakan obat lain. Gunakan obat tetes mata sebelum salep mata agar tetesan masuk ke dalam mata.

Gunakan obat chloramphenicol secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan obat secara bersamaan setiap hari. Lanjutkan sampai obat chloramphenicol habis.

Menghentikan pengobatan dengan chloramphenicol terlalu dini mungkin membuat bakteri terus tumbuh, yang mungkin mengakibatkan kambuhnya infeksi.

Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Bagaimana cara penyimpanan Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Aturan Pakai Chloramphenicol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Chloramphenicol untuk orang dewasa?

  • Untuk dosis salep ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 3 jam.
  • Untuk dosis larutan (obat tetes mata) ophtalmic gunakan satu tetes setiap 1-4 jam.

Bagaimana dosis Chloramphenicol untuk anak-anak?

  • Untuk dosis salep ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 3 jam.
  • Untuk dosis larutan (obat tetes mata) ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 1-4 jam.

Dalam dosis apakah Chloramphenicol tersedia?

Chloramphenicol adalah obat yang tersedia dalam sediaan berikut ini:

  • larutan
  • Salep
  • bubuk

Dosis Chloramphenicol

Efek samping apa yang dapat dialami karena Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping. Periksakan ke dokter jika ada salah satu gejala paling umum yang tidak juga sembuh atau dapat mengganggu:

  • diare ringan
  • mual
  • muntah.

Cari perawatan medis secepatnya jika muncul gejala efek samping parah: Reaksi alergi parah (ruam, gatal, sulit bernafas, sesak nafas, bengkak pada mulut, wajah, bibir, atau lidah) kebingungan urin berwarna gelap mengigau depresi sakit kepala demam, menggigil, atau sakit tenggorokan sakit, merah, atau pembengkakan pada area suntikan gejala “sindrom abu-abu” pada bayi (perut membengkak, kulit pucat atau membiru, muntah, shock, sulit bernafas, menolak mengisap, kotoran berwarna kehijauan, otot lemah, suhu tubuh rendah) pendarahan atau memar tidak biasa kelelahan tidak biasa perubahan penglihatan.

Daftar efek samping yang disebutkan di atas tidak lengkap. Jika ingin bertanya tentang efek samping, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping Chloramphenicol

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Chloramphenicol?

Dalam membuat keputusan untuk menggunakan chloramphenicol, mengetahui apa saja risiko serta peringatan dari obat ini adalah hal yang penting.

Ini adalah keputusan Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, hal yang harus dipertimbangkan adalah:

  • Alergi

Beritahu dokter kalau Anda pernah mengalami reaksi alergi atau gejala tidak biasa obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beritahu petugas kesehatan profesional jika Anda mempunyai jenis alergi lain, misalnya makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk obat tanpa resep, baca label atau bungkus obat dengan hati-hati.

  • Anak-anak

Penelitian tentang obat ini hanya dilakukan pada pasien orang dewasa, dan tidak ada informasi khusus yang membandingkan manfaat obat bagi anak-anak dengan manfaat bagi kelompok usia lainnya.

  • Lansia

Banyak obat belum dipelajari khususnya untuk orang lanjut usia. Maka, belum diketahui apakah mereka bekerja sama persis dengan bagaimana semestinya pada orang dewasa muda atau jika mereka menyebabkan efek samping berbeda atau masalah pada orang tua. Tidak ada informasi spesifik yang membandingkan manfaat obat bagi anak-anak dengan manfaat bagi kelompok usia lainnya.

Apakah Chloramphenicol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Chloramphenicol adalah obat yang termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Peringatan dan Perhatian Obat Chloramphenicol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus dimana obat bisa diminum serentak jika ada interaksi.

Namun, beberapa jenis obat yang sebaiknya dihindari diminum bersamaan dengan chloramphenicol adalah:

Dalam kasus ini, dokter mungkin mengubah dosis, atau mungkin perlu adanya pencegahan. Beritahu petugas kesehatan profesional bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Menggunakan chloramphenicol bersamaan dengan obat-obatan di bawah ini adalah hal yang tidak disarankan, tapi mungkin diharuskan pada beberapa kasus. Jika keduanya diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Menggunakan chloramphenicol bersamaan dengan obat-obatan di bawah adalah hal yang berpotensi meningkatkan risiko efek samping. Tetapi, menggunakan kedua obat mungkin menjadi pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter kalau Anda memiliki masalah medis lainnya.

Interaksi Obat Chloramphenicol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cendo Lyteers

    KegunaanUntuk apa obat Cendo Lyteers? Cendo Lyteers adalah obat untuk mengobati mata kering dan iritasi mata. Obat ini mengandung tiga senyawa kimia aktif, yaitu sodium klorida, kalium klorida, dan benzalkonium ...

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 4 Maret 2019 . Waktu baca 7 menit

    Incidal OD

    Incidal OD adalah obat untuk meredakan gejala alergi seperti gatal, pilek, mata berair, dan hidung tersumbat. Kandungan Incidal OD adalah cetirizine.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 29 Januari 2019 . Waktu baca 8 menit

    Catat, Berikut 8 Jenis Obat yang Bisa Membuat Mulut Kering

    Obat ternyata menjadi salah satu penyebab mulut kering. Untuk itu, Anda perlu minum lebih banyak air saat mengonsumsi daftar obat-obatan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 22 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

    Habis Pakai Obat Tetes Mata, Kok, Jadi Terasa Pahit Saat Menelan. Kenapa, Ya?

    Apa rasanya saat pakai obat tetes mata? Penglihatan memang jadi lebih jelas, tapi beberapa orang mengeluhkan tenggorokan terasa pahit ketika menelan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 18 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Penyebab dan pemicu penyakit psoriasis

    Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    gejala alergi kulit

    Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
    hilang ingatan setelah mabuk

    Kenapa Ada Orang yang Hilang Ingatan Setelah Mabuk Alkohol?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 30 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
    efek samping antihistamin

    Ini Dampaknya Jika Anda Minum Antihistamin Setiap Malam Sebelum Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 20 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit