Calcium Lactate (Kalsium Laktat)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Calcium Lactate (Kalsium Laktat) Obat Apa?

Untuk apa calcium lactate (kalsium laktat) digunakan?

Calcium lactate (kalsium laktat) adalah obat atau suplemen yang berfungsi untuk mencegah serta mengatasi kadar kalsium yang rendah di dalam darah atau hipokalsemia. Obat ini bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan kalsium dari makanan.

Selain itu, calcium lactate juga bisa digunakan untuk orang yang mengalami gangguan kesehatan tertentu yang diakibatkan oleh kekurangan kalsium, seperti:

  • osteoporosis
  • rakitis
  • gangguan kelenjar paratiroid (hypoparathyroidism)
  • penyakit otot tertentu (latent tetany)

Obat ini juga dapat digunakan sebagai penambah kalsium bagi orang-orang yang butuh kalsium lebih seperti wanita hamil, wanita menyusui, wanita yang memasuki masa menopause, dan orang yang menggunakan obat tertentu seperti phenytoin, phenobarbital, atau prednisone.

Nutrisi yang satu ini memiliki peranan penting pada tubuh. Kalsium penting untuk fungsi saraf, sel, otot, dan tulang yang normal. Apabila kadar kalsium dalam darah tidak mencukupi, tubuh akan mengambilnya dari tulang. Hal ini tentu akan melemahkan tulang. Itu sebabnya, sangat penting bagi Anda memiliki cukup kadar kalsium dalam tubuh demi tulang yang kuat.

Bagaimana aturan pakai calcium lactate (kalsium laktat)?

Minum obat ini bersamaan dengan makanan. Jika produk yang Anda punya mengandung kalsium sitrat, Anda dapat mengonsumsinya dengan atau tanpa makanan. Ikuti aturan pakai pada kemasan produk, atau minum seperti yang disarankan oleh dokter Anda.

Untuk penyerapan terbaik, apabila dosis harian Anda lebih dari 600 mg, bagilah dosis tersebut menjadi beberapa kali minum obat untuk diminum sepanjang hari.

Apabila Anda kurang yakin, konsultasikan pada dokter atau apoteker. Apabila Anda mengonsumsi yang tablet kunyah, kunyah dengan baik sebelum ditelan.

Jika Anda menggunakan tablet larut (effervescent), biarkan hingga benar-benar larut dalam segelas air sebelum diminum. Jangan dikunyah atau menelan tablet utuh.

Apabila Anda menggunakan produk cair atau bubuk, ukur dengan sendok ukur atau alat untuk memastikan dosis yang tepat. Jangan gunakan sendok biasa. Apabila produk cair berupa suspensi (biasanya lebih kental), kocok botol dengan baik sebelum menggunakan tiap dosis.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapat manfaat terbaik. Untuk membantu Anda mengingat, konsumsi pada jam yang sama tiap hari.

Apabila dokter menyarankan Anda untuk melakukan diet (pengaturan pola makan) khusus, sangat penting untuk mengikuti yang dianjurkan dokter agar mendapat manfaat terbaik. Hal itu juga berguna untuk menghindari munculnya efek samping yang serius.

Jangan gunakan suplemen atau vitamin lain kecuali bila disarankan oleh dokter Anda. Apabila Anda merasa memiliki masalah medis yang serius, segeralah cari pertolongan medis.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Cara penyimpanan calcium lactate adalah dengan disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi atau dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.             

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Calcium Lactate (Kalsium Laktat)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis calcium lactate (kalsium laktat) untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis calcium lactate (kalsium laktat) yang direkomendasikan untuk orang dewasa sesuai dengan kondisi kesehatannya:

Hipokalsemia

325-650 mg oral 2-3 kali sehari sebelum makan. Pengobatan juga mungkin akan termasuk vitamin D oral.

Rakitis

325 hingga 650 oral 2-3 kali sehari sebelum makan. Pengobatan juga mungkin akan termasuk vitamin D oral.

Hipoparathyroidisme

325 mg oral 3 kali sehari sebelum makan. Pengobatan juga mungkin akan termasuk vitamin D oral.

Pseudohypoparathyroidism

325 mg oral 3 kali sehari sebelum sarapan. Pengobatan juga mungkin akan termasuk vitamin D oral.

Osteoporosis

325-650 mg secara oral 2-3 kali sehari sebelum makan. Osteoporosis dapat dipengaruhi oleh meningkatnya serum hormon parathyroid, konsumsi alkohol berlebih, penggunaan tembakau, obat-obatan tertentu (kortikosteroid, anti kejang, heparin, hormon tiroid), vitamin D minum, dan latihan angkat beban.

Bagaimana dosis calcium lactate (kalsium laktat) untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis calcium lactate (kalsium laktat) untuk anak-anak:

Hipokalsemia pada bayi baru lahir

Dosis dalam mg kalsium elemental: 50-150 mg/kg/hari terbagi dalam 4-6 dosis; tidak melebihi 1 g/hari.

Dosis dalam mg kalsium laktat: 400-500 mg/kg/hari terbagi dalam tiap 4-6 jam

Hipokalsemia pada anak

Dosis dalam mg kalsium elemental: Anak-anak: 45-65 mg/kg/hari terbagi dalam 4 dosis.

Dosis dalam mg calcium lactate untuk bayi sebanyak 400-500 mg/kg/hari dberikan terbagi setiap 4-6 jam.

Sementara dosis untuk anak sebesar 500 mg/kg/hari diberikan terbagi dalam tiap 6-8 jam; dosis maksimal harian 9 g.

Dalam bentuk dosis apakah obat ini tersedia?

Calcium lactate (kalsium laktat) terdiri dalam bentuk tablet dan tablet kunyah.

Efek samping Calcium Lactate (Kalsium Laktat)

Efek samping apa yang dapat dialami karena calcium lactate (kalsium laktat)?

Apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi pada obat ini, segera cari pertolongan medis:

  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah
  • Bibir
  • lidah
  • tenggorokan

Efek samping ringan dari calcium lactate (kalsium laktat) dapat termasuk:

  • mual, muntah
  • berkurangnya nafsu makan
  • sembelit
  • mulut kering atau kehausan
  • meningkatnya frekuensi buang air kecil

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan calcium lactate (kalsium laktat)?

Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter apabila Anda memiliki:

Apabila Anda memiliki kondisi ini, Anda mungkin tidak dapat mengonsumsi kalsium laktat, atau Anda mungkin harus menyesuaikan dosis atau melakukan tes khusus pada saat pengobatan.

Konsultasikan pada dokter Anda sebelum mengonsumsi kalsium laktat apabila Anda sedang hamil.

Apakah calcium lactate (kalsium laktat) aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA), setara dengan BPOM RI. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •     A = Tidak berisiko
  •     B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •     C = Mungkin berisiko
  •     D = Ada bukti positif dari risiko
  •     X = Kontraindikasi
  •     N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Calcium Lactate (Kalsium Laktat)

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan calcium lactate (kalsium laktat)?

Beberapa obat tertentu tidak direkomendasikan untuk digunakan bersamaan. Namun, pada kasus tertentu, Anda mungkin diminta untuk minum ibat bersamaan sekalipun interaksi obat mungkin terjadi.

Jika itu yang terjadi, dokter mungkin akan mengganti dosis, atau melakukan pencegahan lain yang perlu dilakukan. Informasikan kepada dokter dan petugas medis lainnya soal obat-obatan yang Anda gunakan, baik resep maupun non-resep.

Kalsium laktat dapat mempersulit tubuh untuk menyerap obat-obatan lain yang dikonsumsi. Beritahu dokter apabila Anda menggunakan:

  • digoxin (Lanoxin, Lanoxicaps)
  • calcitriol (Rocaltrol) atau suplemen vitamin D lainnya
  • doxycycline (Adoxa, Doryx, Oracea, Vibramycin)
  • minocycline (Dynacin, Minocin, Solodyn, Vectrin)
  • tetracycline (Brodspec, Panmycin, Sumycin, Tetracap).

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan calcium lactate (kalsium laktat)?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain dapat memengaruhi penggunaan calcium lactate. Informasikan kepada dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis calcium lactate, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis dapat termasuk:

  • Mual
  • Muntah
  • Kurang nafsu makan
  • Konstipasi
  • Kebingungan
  • Delirium
  • Dingsan
  • Koma

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

    Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis
    Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

    Sebagaimana penyakit lain, osteoporosis bisa menyebabkan komplikasi. Berikut komplikasi yang mungkin terjadi jika osteoporosis tidak segera diobati.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

    Selain obat dari dokter, penderita osteoporosis juga sebaiknya makan makanan sehat. Makanan memberi tambahan nutrisi untuk mengobati tulang yang keropos.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

    Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar. Senam osteporosis dan beberapa jenis olahraga lain dapat menjadi pilihan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gangguan muskuloskeletal

    Gangguan Muskuloskeletal (Tulang, Sendi, Otot)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
    sistem gerak pada manusia

    Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
    perlukah lansia minum susu

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah osteoporsis usia lanjut

    Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit