Salah satu obat yang cukup ampuh mengatasi jerawat pada wajah dan bagian tubuh lainnya adalah asam salisilat. Akan tetapi, bila kondisi ini terjadi selama kehamilan, apakah aman menggunakan asam salisilat untuk ibu hamil?
Salah satu obat yang cukup ampuh mengatasi jerawat pada wajah dan bagian tubuh lainnya adalah asam salisilat. Akan tetapi, bila kondisi ini terjadi selama kehamilan, apakah aman menggunakan asam salisilat untuk ibu hamil?

Pada saat kehamilan berlangsung, beberapa wanita mengeluhkan munculnya jerawat yang justru menjadi lebih banyak.
Sebenarnya, ini wajar mengingat adanya beberapa perubahan fisiologis (seperti hormon estrogen dan progesteron yang meningkat) yang dialami oleh ibu hamil.
Umumnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan hilang setelah Anda melahirkan.
Namun, terkadang ibu hamil tidak sabar dan ingin menghilangkan jerawat dengan cepat. Akhirnya, beberapa ibu hamil pun memilih menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengatasi jerawat, seperti asam salisilat.

Asam salisilat merupakan senyawa yang sering digunakan dalam produk kosmetik, terutama untuk obat jerawat. Termasuk ke dalam kelompok aspirin, asam salisilat berfungsi mengurangi kemerahan dan peradangan pada kulit.
Selain ditemukan dalam obat, Anda mungkin banyak menemukan zat kimia yang satu ini pada produk pembersih kulit, seperti sabun.
Lantas, apakah asam salisilat aman digunakan untuk ibu hamil dalam mengatasi jerawat?
Obat jerawat yang mengandung asam salisilat dapat dengan mudah Anda temui di apotek terdekat. Sayangnya, obat tersebut kemungkinan tidak aman digunakan untuk ibu hamil.
Sebuah penelitian pada tahun 2016 menunjukkan efek samping berbahaya pada hewan hamil yang tengah diuji coba dengan asam salisilat.
Pada penelitian ini, terlihat adanya efek samping berupa keracunan salisilat pada janin hewan ketika mereka diberikan asam salisilat dan obat-obatan aspirin.
Walaupun belum dilakukan uji coba terhadap manusia, Anda sebaiknya tidak menggunakan asam salisilat untuk menghindari menghindari risiko kehamilan.
Walaupun bahan salicylic acid tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, masih banyak produk yang mengandung bahan-bahan yang lebih aman digunakan untuk Anda.
Misalnya, produk yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA) biasanya aman karena asam yang diserap hanya sedikit, sehingga meminimalisir risiko kehamilan.
Berikut ini beberapa produk yang mengandung satu atau lebih AHA.
Para dokter menganggap penggunaan steroid topikal, seperti krim hidrokortison juga cukup aman untuk digunakan selama masa kehamilan.
Akan tetapi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan jenis krim steroid apa pun.

Obat jerawat yang mengandung asam salisilat memang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak dapat mengatasi masalah jerawat dengan perawatan tertentu.
Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah jerawat, antara lain:
Walaupun belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa asam salisilat benar-benar berbahaya untuk ibu hamil, ada baiknya untuk menghindari penggunaan produk ini.
Hal tersebut dikarenakan untuk menghindari berbagai komplikasi yang mungkin bisa timbul setelah penggunaannya.
Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan jenis obat apa pun agar tidak membahayakan kehamilan Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Is Salicylic Acid Safe for Skin Care During Pregnancy? https://www.healthline.com/health/pregnancy/salicylic-acid#1 accessed July 16 2019.
Bozzo, Pina et al. “Safety of skin care products during pregnancy.” Canadian family physician Medecin de famille canadien vol. 57,6 (2011): 665-7. Accessed July 16 2019
Treatment of Acne in Pregnancy https://www.jabfm.org/content/jabfp/29/2/254.full.pdf accessed July 16 2019.
Is salicylic acid safe to use during pregnancy? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322291.php accessed Aug 2, 2019
Versi Terbaru
18/06/2025
Ditulis oleh Nabila Azmi
Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus
Diperbarui oleh: Abduraafi Andrian