Kenali Gejala Intoleransi Salisilat, Bahan Aktif Dalam Banyak Produk Perawatan Kulit (Juga di Buah dan Sayur Favorit Anda!)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 April 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin lebih sering mendengar tentang intoleransi laktosa daripada intoleransi salisilat. Intoleransi salisilat memang sebuah kondisi yang jarang, tapi faktor penyebab dan gejalanya sangat umum sehingga Anda mungkin tak pernah menyadarinya. Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Apa itu intoleransi salisilat?

Intoleransi laktosa atau sensitivitas salisilat adalah serangkaian reaksi negatif yang dimunculkan oleh tubuh setelah mengalami kontak dengan asam salisilat — baik yang dikonsumsi lewat mulut atau digunakan pada kulit.

Salisilat adalah senyawa yang umum ditemukan dalam makanan, obat-obatan dan produk lain yang dapat menyebabkan reaksi merugikan pada beberapa orang.

Apa penyebabnya?

Dilansir dari Healthline, sensitivitas salisilat disebabkan oleh kelebihan leukotrien — zat yang sering mengakibatkan peradangan terkait dengan asma, radang usus, dan rematik. Itu sebabnya orang pengidap asma dan radang usus paling rentan dengan kondisi ini.

Tubuh memproduksi leukotrien berlebih ketika enzim siklooksigenase yang bekerja memecahnya mengalami hambatan sehingga menyebabkan penumpukan.

Salisilat alami banyak ditemukan dalam beragam makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, kopi, teh, kacang, rempah-rempah dan madu. Sementara versi sintetiknya umumnya digunakan sebagai pengawet makanan, juga ditemukan dalam obat-obatan seperti aspirin dan Pepto-Bismol serta berbagai produk perawatan tubuh.

Dibandingkan dengan makanan, obat-obatan seperti aspirin mengandung salisilat dalam jumlah yang lebih banyak. Itulah sebabnya mengapa intoleransi salisilat paling sering dikaitkan sebagai efek samping obat-obatan.

Gejala yang muncul saat mengalami intoleransi salisilat

Gejala yang muncul serta seberapa parah intensitasnya akan banyak tergantung pada berapa banyak kadar salisilat dalam tubuh. Umumnya, intoleransi laktosa memiliki gejala mirip reaksi alergi atau penyakit umum lain. Namun, tidak semua orang memiliki gejala yang sama.

Gejala sensitivitas salisiliat, meliputi:

  • Hidung tersumbat
  • Infeksi dan peradangan sinus
  • Polip hidung
  • Sesak napas
  • Diare
  • Terus buang gas
  • Peradangan kolon (kolitis)
  • Biduran
  • Pembengkakan pada jaringan
  • Demam
  • Mual dan muntah, rasa tidak nyaman ada perut

Makanan, obat, dan produk apa saja yang mengandung salisilat?

Salisilat alami terkandung dalam banyak sayur dan buah-buahan serta rempah. Misalnya:

  • Kismis
  • Ceri
  • Anggur
  • Nanas
  • Jeruk
  • Stroberi
  • Jambu biji
  • Kiwi
  • Apel
  • Brokoli
  • Mentimun
  • Okra
  • Sawi putih
  • Lobak
  • Kecambah
  • Terong
  • Ubi jalar
  • Bayam
  • Jahe
  • Kayu manis
  • Cengkeh
  • Oregano
  • Jinten
  • Kunyit
  • Adas

Pada buah, sayur, dan rempah-rempah, tingkat salisilat bervariasi bergantung dari kondisi kematangannya dan cara penyajiannya. Contoh, manisan buah kering mengandung salisilat yang lebih tinggi dibanding buah segar karena air buah sudah diperas.

Salisilat dalam bentuk sintetis terdapat dalam:

  • Pasta gigi rasa mint
  • Parfum
  • Sampo atau kondisioner
  • Obat kumur
  • Losion kulit
  • Obat aspirin dan obat antiradang (non kortikosteroid), dan beberapa obat antinyeri, seperti ibuprofen.

Zat ini juga ditambahkan pada teh, cuka, permen, madu, dan makanan kemasan, seperti selai, permen karet, keripik, kerupuk, dan perasa buah.

Bagaimana mengatasinya?

Perhatikan apa yang Anda makan-minum dan gunakan sehari-hari untuk mencegah reaksi intoleransi terhadap salisilat. Paparan salisilat dosis tinggi dalam waktu singkat bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, dan ini biasanya ini disebabkan oleh penggunaan obat.

Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki kondisi ini agar dokter dapat mengganti jenis obat yang Anda pakai. Pilih produk perawatan tubuh yang tidak mengandung salisilat atau asam salisilat.

Sebagai ganti menu buah yang mengandung salisilat. Anda bisa memperbanyak konsumsi sayur dan buah jenis lainnya, seperti  pir, seledri, kubis, dan kacang-kacangan.

Kemudian, jangan lupa untuk mencatat setiap reaksi yang muncul dari makanan yang dikonsumsi atau produk yang digunakan. Bila memunculkan gejala, hindari konsumsi dan pemakaiannya di kemudian hari.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara Mengatasinya

Jerawat di dagu bukan cuma mengganggu penampilan, tetapi juga terasa sakit ketika tersentuh. Yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Kesehatan Kulit 3 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Asam Salisilat

Mengenal asam salisilat sebagai bahan pengobatan untuk berbagai penyakit dan masalah kulit. Kenali cara pemakaian dan peringatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 26 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Alergi Kedelai, dari Gejala Hingga Penanganannya

Bagi orang-orang yang alergi kedelai, mereka harus menghilangkan susu kedelai, tahu, dan tempe dari menu makanan sehari-hari. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Tes Alergi: Jenis, Persiapan, dan Efek Samping

Alergi adalah kondisi yang harus didiagnosis melalui serangkaian tes tertentu. Apa saja tes alergi yang perlu dilakukan dan bagaimana prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab sering bersin

4 Hal yang Menyebabkan Anda Sering Bersin-Bersin, Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bedanya AHA, BHA, dan retinol

Apa Bedanya AHA, BHA, dan PHA Sebagai Bahan Aktif dalam Produk Skincare?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan kutil

Beragam Obat Kutil, dari Penanganan Medis Hingga Bahan Alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit
pengawet sulfit

Mengenal Alergi Sulfit yang Berasal dari Pengawet Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit