Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Asam Mefenamat (Mefenamic Acid) Obat Apa?

Untuk apa asam mefenamat?

Asam mefenamat, atau mefenamic acid, adalah obat untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang. Sering digunakan sebagai obat sakit gigi, sakit kepala, dan meringankan rasa nyeri pada saat menstruasi.

Asam mefenamat atau mefenamic acid dikenal sebagai nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati serangan asam urat.

Dosis asam mefenamat dan efek samping asam mefenamat akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum asam mefenamat?

Asam mefenamat biasanya diminum 4 kali sehari dengan segelas air mineral (8 ons atau 240 mililiter) atau sesuai arahan dokter. Jangan berbaring setidaknya selama 10 menit setelah mengonsumsi mefenamic acid.

Jika terjadi gangguan pada perut, minum obat ini dengan makanan atau susu. Jangan mengonsumsi mefenamic acid bersamaan dengan antacid kecuali dengan arahan dokter.

Antacid tertentu kemungkinan dapat mengubah jumlah asam mefenamat yang diserap oleh tubuh.

Dosis diberikan berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Untuk mengurangi risiko perdarahan pada perut dan efek samping lainnya, minum mefenamic acid pada dosis terendah untuk waktu yang singkat.

Jangan naikkan dosis Anda, minum secara teratur, atau konsumsi lebih lama dari yang disarankan. Obat mefenamic acid sebaiknya tidak diminum lebih dari 7 hari pada satu waktu.

Jika Anda mengonsumsi obat mefenamic acid sebagai “kebutuhan” dasar (bukan setiap hari), harap diingat bahwa obat ini bekerja dengan baik ketika dikonsumsi saat tanda pertama rasa nyeri terjadi. Jika Anda menunggu hingga tanda-tanda memburuk, obatnya tidak akan bekerja dengan baik.

Jika Anda menggunakan mefenamic acid untuk rasa sakit pada menstruasi, ambil dosis pertama Anda segera setelah datangnya menstruasi atau ketika rasa sakit tiba. Biasanya, Anda hanya perlu untuk mengonsumsi selama 2 atau 3 hari pertama saat datang bulan.

Beritahu dokter jika rasa sakit Anda tidak berkurang atau semakin parah atau jika Anda memiliki gejala baru lainnya.

Bagaimana cara penyimpanan asam mefenamat?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis asam mefenamat untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis asam mefenamat atau mefenamic acid untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas:

Dosis asam mefenamat untuk mengatasi rasa sakit

  • Dosis pertama adalah 500 mg. Kemudian, dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 7 hari.

Dosis asam mefenamat untuk nyeri haid

  • Dosis pertama adalah 500 mg. Kemudian, dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 3 hari.

Bagaimana dosis asam mefenamat untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis asam mefenamat atau mefenamic acid untuk anak-anak:

Dosis asam mefenamat untuk anak 14 – 18 tahun

  • Dosis pertama adalah 500 mg. Kemudian, dilanjutkan dengan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 7 hari.

Asam mefenamat atau mefenamic acid tidak disarankan untuk dikonsumsi nak-anak di bawah usia 14 tahun.

Dalam dosis apakah asam mefenamat tersedia?

Asam mefenamat atau mefenamic acid tersedia dalam bentuk kapsul untuk diminum. Kandungan dalam 1 kapsul adalah 250 mg.

Efek samping Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Efek samping apa yang dapat dialami karena asam mefenamat?

Efek samping asam mefenamat yang tidak serius namun kadang terjadi, antara lain adalah:

  • Mual, mulas atau sakit perut, diare, sembelit, kembung
  • Pusing, sakit kepala, gugup
  • Kulit terasa gatal atau terdapat ruam
  • Mulut kering
  • Berkeringat, ingusan
  • Pandangan kabur
  • Dengung di telinga

Berhenti mengonsumsi mefenamic acid dan cari pertolongan medis atau hubungi dokter Anda ketika Anda memiliki efek samping yang serius:

  • Nyeri pada dada, lelah, napas pendek, kurang jelas berbicara, bermasalah dengan penglihatan atau keseimbangan
  • Tinja berwarna hitam, berdarah, batuk berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Jarang buang air kecil atau tidak sama sekali
  • Nyeri, panas, atau berdarah saat buang air kecil
  • Mual, sakit pada perut, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguning pada kulit dan mata)
  • Demam, sakit tenggorokan, serta sakit kepala, kulit melepuh, mengelupas, dan terdapat ruam merah pada kulit
  • Memar, kesemutan parah, mati rasa, otot terasa lemah

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan asam mefenamat?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah obat-obtan yang berpotensi menimbulkan terjadinya interaksi dengan asam mefenamat yang sedang Anda konsumsi:

1. Obat antihipertensi

Mengonsumsi obat antihipertensi bersamaan dengan asam mefenamat justru mengurangi efek penurun tekanan darah. Contoh-contoh obat yang termasuk dalam antihipertensi meliputi:

  • angiotensin receptor blocker, seperti valsartan, candesartan, atau losartan
  • angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti captopril, lisinopril, enalapril
  • beta-blocker, seperti metoprolol, atenolol, timolol

2. Obat diuretik

Keberhasilan obat diuretik juga dapat berkurang apabila dikonsumsi bersamaan dengan asam mefenamat. Beberapa contoh obat diuretik adalah:

  • chlorthalidone
  • torsemide
  • bumetanide

3. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)

Meskipun asam mefenamat termasuk dalam kategori obat NSAID, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi asam mefenamat dengan obat NSAID lainnya.

Hal ini dikarenakan asam mefenamat yang dikombinasikan dengan obat-obatan NSAID meningkatkan risiko terjadinya pendarahan dan luka di lambung Anda. Berikut adalah contoh obat NSAID:

  • aspirin
  • ibuprofen
  • naproxen (Aleve, Naprosyn)
  • diclofenac (Voltaren)
  • etodolac (Lodine)
  • fenoprofen (Nalfon)
  • flurbiprofen (Ansaid)
  • indomethacin (Indocin)
  • ketoprofen (Orudis)
  • ketorolac (Toradol)
  • meclofenamate (Meclomen)
  • meloxicam (Mobic)
  • nabumetone (Relafen)
  • piroxicam (Feldene)

4. Obat pengencer darah (antikoagulan)

Anda juga sebaiknya menghindari konsumsi obat pengencer darah atau antikoagulan selama menjalani pengobatan dengan asam mefenamat.

  • Warfarin (Coumadin)

5. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan antidepresan lainnya

Obat yang memengaruhi serotonin di dalam tubuh, atau SSRI, juga menimbulkan interaksi dengan asam mefenamat karena berpotensi menyebabkan pendarahan lambung yang serius. Berikut adalah obat SSRI yang sebaiknya dihindari:

  • citalopram (Celexa)
  • fluoxetine (Prozac, Sarafem, Symbyax)
  • sertraline (Zoloft)
  • duloxetine (Cymbalta)
  • escitalopram (Lexapro)
  • fluvoxamine (Luvox)
  • paroxetine (Paxil)
  • venlafaxine (Effexor)

Mengonsumsi salah satu obat ini bersamaan dengan mefenamic acid dapat menyebabkan memar atau mudah berdarah.

6. Obat-obatan lainnya

Obat-obatan lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat apabila dikonsumsi bersamaan dengan asam mefenamat:

  • cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune)
  • lithium (Eskalith, Lithobid)
  • methotrexate (Rheumatrex, Trexall)
  • steroid (prednisone)
  • lovastatin (Mevacor)
  • ritonavir (Norvir)
  • sulfamethoxazole
  • sulfinpyrazone (Anturane)
  • trimethoprim (Proloprim)
  • zafirlukast (Accolate)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan asam mefenamat?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan asam mefenamat?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti:

1. Asma

Sekitar 10% pasien asma kemugkinan memiliki kondisi sensitif terhadap obat-obatan NSAID, termasuk asam mefenamat. Pasien asma yang mengonsumsi asam mefenamat berpotensi mengalami beberapa efek samping seperti bronkospasme (kejang) dan reaksi anafilaktik yang parah.

Oleh karena itu, apabila Anda menderita asma, beri tahu dokter Anda agar Anda mendapatkan resep obat lain yang lebih sesuai.

2. Edema (retensi cairan atau pembengkakan pada tubuh)

Dalam beberapa kasus, obat mefenamic acid berpotensi menimbulkan interaksi pada pasien yang memiliki kondisi retensi cairan atau edema. Beberapa penyakit yan berkaitan dengan kondisi ini adalah hipertensi dan gagal jantung.

Oleh karena itu, penderita edema yang mengonsumsi obat-obatan NSAID, termasuk asam mefenamat, harus mendapatkan pengawasan lebih ketat selama masa pengobatan.

3. Masalah pencernaan

Orang-orang dengan masalah pencernaan, seperti tukak lambung atau radang usus, sebaiknya tidak mengonsumsi obat NSAID, termasuk asam mefenamat.

Hal ini disebabkan karena obat ini berpotensi memperparah masalah pencernaan yang sudah ada, bahkan meningkatkan risiko terjadinya pendarahan pada saluran pencernaan.

4. Penyakit ginjal

Pasien penyakit ginjal juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi asam mefenamat. Obat ini berpotensi meningkatkan kadar kreatinin. Jumlah kreatinin yang berlebihan dapat memicu terjadinya gagal ginjal.

5. Penyakit hati

Asam mefenamat termasuk dalam obat yang berpotensi memicu terjadinya hepatotoksisitas, kondisi di mana terjadinya masalah atau kerusakan pada hati.

Maka itu, obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh pasien yang memiliki masalah atau penyakit hati.

6. Hipertensi

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi juga harus menghindari obat mefenamic acid. Obat ini berisiko memperburuk kondisi hipertensi yang sudah ada sebelumnya.

7. Penyakit jantung dan pembuluh darah

Obat mefenamic acid juga sebaiknya dihindari oleh pasien yang menderita masalah jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung iskemik, infark miokard, stroke, gagal janung kongestif, atau penyakit pembuluh darah lainnya.

8. Anemia

Penderita anemia tidak disarankan mengonsumsi asam mefenamat untuk menghindari risiko terjadinya pendarahan berlebih di dalam tubuh.

Interaksi Obat Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan asam mefenamat?

Sebelum mengonsumsi asam mefenamat, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya interaksi, keracunan obat, serta efek samping yang berbahaya.

Selain obat-obatan, informasikan pula ke dokter atau tenaga medis mengenai penyakit atau kondisi kesehatan yang sedang Anda derita. Asam mefenamat berpotensi memicu terjadinya interaksi dengan kondisi kesehatan tertentu.

Beri tahu dokter jika Anda hamil, khusunya jika Anda berada pada bulan terakhir kehamilan, Anda berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan mefenamic acid, segera hubungi dokter.

Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang dalam penggunaan mefenamic acid

Apakah asam mefenamat aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan asam mefenamat pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A=Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah asam mefenamant bisa terserap ke dalam ASI atau apakah membahayakan bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter Anda jika Anda sedang menyusui.

Overdosis Asam Mefenamat (Mefenamic Acid)

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda overdosis mefenamic acid termasuk:

  • Lelah yang berlebih
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit perut
  • Muntah berdarah dan terlihat seperti bubuk kopi
  • Tinja berwarna gelap dan berdarah
  • Napas lambat
  • Koma (hilangnya kesadaran pada beberapa jangka waktu)

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca