Nama Generik: Salbutamol Merek: Astharol, Azmacon, Fartolin, Lasal, Salbuven, Saltam, Suprasma, Ventolin Inhaler, Ventolin Nebules, Ventolin Rotacaps, Ventolin Tablet/Sirup, Asmacare, Bronchosal, Brondisal 2/Brondisal 4, Buventol Easyhaler, Cybutol, Dilatamol, Grafalin, Hivent, Pritasma, Salbron Salbron/Salbron, Salbutamol Indo Farma, Velutine, Venasma, Ventab, Volmax dan salbutamol-dosis-obat-asma-efek-samping.

Fungsi

Untuk apa Salbutamol?

Salbutamol adalah obat yang berfungsi melemaskan otot saluran pernapasan dan rahim. Tablet salbutamol biasa digunakan untuk mengobati asma, bronkitis kronis, dan emfisema. Salbutamol termasuk ke dalam golongan obat selective beta-2-adrenergic agonists.

Dosis salbutamol dan efek samping salbutamol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan pakai Salbutamol?

Selalu minum tablet salbutamol tepat seperti apa yang dokter sampaikan. Jika Anda tidak yakin, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.

Telan tablet dengan air. Jika Anda khawatir tablet tidak bekerja seperti biasanya, hubungi dokter untuk meminta saran.

Bagaimana cara penyimpanan Salbutamol?

Simpan pada suhu ruangan dan jauhkan dari cahaya langsung dan tempat lembab. Jangan disimpan di dalam kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

 

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Salbutamol untuk orang dewasa?

Dosis salbutamol yang standard untuk orang dewasa adalah 4 mg tiga atau empat kali sehari. Dokter Anda mungkin akan menaikkan dosis secara bertahap hingga batas maksimal 8 mg sehari tiga atau empat kali. Beberapa pasien sukses diobati dengan 2 mg tiga atau empat kali sehari.

Dosis untuk orang lanjut usia atau pasien yang terkenal sensitif terhadap produk ini: dimulai dengan 2 mg tiga atau empat kali sehari.

Bagaimana dosis Salbutamol untuk anak-anak?

  • Dosis salbutamol untuk anak 2-6 tahun: 1-2 mg tiga atau empat kali sehari
  • Dosis salbutamol untuk anak 6-12 tahun: 2 mg tiga atau empat kali sehari
  • Dosis salbutamol untuk anak di atas usia 12 tahun: 2-4 mg tiga sampai empat kali sehari
  • Salbutamol sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah 2 tahun.

Apa saja bentuk dan dosis sediaan salbutamol?

  • Solution 1 mg/mL; 2,5 mg/2,5 mL; ; 2 mg/mL; 5 mg/ 2,5 mL
  • Accuhaler 200 mg
  • Tablet 2 mg; 4 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Salbutamol?

Hentikan penggunaan tablet salbutamol dan langsung hubungi dokter Anda jika mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi seperti pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan atau lidah, pucat atau merah-merah yang tidak rata serta gatal parah, sulit bernapas, tekanan darah rendah, tidak sadarkan diri
  • Nyeri pada dada, rahang atau bahu (yang dibarengi dengan napas pendek, merasa sakit)

Beritahu dokter Anda jika Anda menyadari efek berikut atau jika ada yang tidak terdaftar:

  • Peningkatan lactic acid pada tubuh: napas cepat, merasa sakit, perut nyeri
  • Kalium darah rendah: otot kejang atau lemah, detak jantung tidak teratur
  • Lainnya: sakit kepal, level gula dalam darah meningkat, gemetaran (biasanya pada tangan), perasaan tegang, pembuluh darah melebar yang dapat menyebabkan meningkatnya fungsi jantung dan detak jantung, detak jantung tidak beraturan, otot kejang. Bertambahnya zat asam pada tubuh (ketoacidosis) dapat terjadi pada diabetes.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Salbutamol?

Jangan gunakan tablet salbutamol dan beritahu dokter Anda jika:

  • Alergi (hipersensitif) terhadap salbutamol atau bahan lainnya yang terkandung dalam tablet
  • rentan keguguran selama enam bulan pertama masa kehamilan
  • menggunakan beta-blockers seperti propranolol.

Periksa dengan dokter Anda atau apoteker sebelum menggunakan salbutamol jika Anda memiliki:

  • Overactive thyroid gland (thyrotoxicosis).
  • Diabetes
  • Riwayat penyakit jantung, detak jantung tidak beraturan atau angina. Walaupun tidak diketahui secara pasti seberapa sering ini terjadi, beberapa orang terkadang mengalami nyeri pada dada (disebabkan oleh masalah jantung seperti angina). Bicarakan dengan dokter/bidan jika ada terkena gejala ini selama melakukan pengobatan dengan salbutamol, tetapi jangan hentikan penggunaan obat kecuali bila disarankan.

Apakah Salbutamol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan salbutamol pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Salbutamol?

Walaupun beberapa obat tidak boleh digunakan secara bersamaan, pada kasus lain dua obat berbeda mungkin dapat digunakan secara bersamaan bahkan jika interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain mungkin akan diperlukan. Beritahu dokter jika Anda sedang menggunakan resep lain atau obat nonresep, khususnya:

  • diuretics, guanethidine, reserpine or methyldopa (untuk mengobati tekanan darah tinggi)
  • monoamine oxidase inhibitors e.g. tranylcypromine (untuk depresi)
  • tricyclic antidepressants contoh, amitriptyline (untuk depresi)
  • beta-blockers seperti propranolol
  • corticosteroids
  • theophylline (untuk masalah pernapasan).
  • inhaled anaesthetics (advise your doctor or dentist if you are undergoing any dentistry or surgery)
  • digoxin (untuk masalah jantung)
  • xanthines seperti theophylline, aminophylline (untuk asma)
  • obat untuk diabetes

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Salbutamol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Salbutamol?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda overdosis termasuk mual, muntah-muntah, pusing, hilang keseimbangan, mati rasa dan kesemutan, atau kejang-kejang.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

 

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 12, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 12, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan