Methadone obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Methadone Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa Methadone?

Methadone adalah obat pereda nyeri yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri sedang hingga berat. Misalnya untuk meredakan nyeri karena penyakit kanker atau setelah operasi.

Methadone adalah obat golongan analgesik narkotika, yang lebih dikenal dengan sebutan obat opioid. Obat opioid terbuat dari tanaman opium seperti morfin (Kadian, Ms Contin) atau disintesis di laboratorium seperti fentanil (Actiq, Duragesic).

Obat ini bekerja dengan reseptor opioid di sel-sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan senang. Dengan minum obat ini, sel-sel tubuh akan melepaskan sinyal yang meredam sakit dan melepaskan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh. Dopamin ini membantu menciptakan perasaan senang sehingga rasa sakit akan berkurang untuk sementara waktu

Dokter juga dapat meresepkan obat ini untuk mengobati pasien yang mengalami ketergantungan dengan obat narkotika seperti heroin. Hal ini karena Methadone dapat membantu mencegah gejala putus obat akibat penghentian obat narkotika.

Bagaimana cara penggunaan Methadone?

Methadone adalah obat keras. oleh sebab itu, penggunaan obat ini harus diawasi secara ketat oleh dokter. Berikut beberapa aturan pakai obat Methadone yang perlu Anda perhatikan:

Minum obat sesuai dosis

Tanyakan pada dokter kapan harus meminum obat ini, apakah sebelum atau sesudah makan. Pastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan takaran atau dosis yang dianjurkan dokter.

Jangan hancurkan obat

Hindari menghancurkan, menghaluskan, atau mengunyah obat karena cara tersebut dapat mengurangi efektivitasnya dan mencegah efek samping yang berbahaya. Sebaiknya, telat obat secara utuh dengan segelas air putih. 

Pakai sendok ukur

Bila dokter meresepkan obat dalam bentuk sirup, gunakan sendok ukur yang ada di dalam kemasan produk. Jadi, bukan sendok makan biasa. Bila tidak tersedia sendok ukurnya, tanyakan pada apoteker atau dokter untuk mengetahui berapa takaran pastinya.

Gunakan secara teratur

Minumlah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaik. Supaya Anda tidak lupa, minum obat ini di waktu yang sama setiap hari. Bila sewaktu-waktu lupa minum obat ini dan jeda konsumsi berikutnya masih jauh, disarankan segera melakukannya begitu ingat. Sementara jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan coba-coba untuk menggandakan dosis.

Perhatikan dosisnya

Anda tidak dianjurkan untuk menambahkan atau mengurangi dosis obat sendiri karena dapat memengaruhi kinerjanya dalam tubuh. Dosis obat mungkin dapat berbeda-beda pada setiap orang. Itu sebabnya, jangan berikan obat ini kepada orang lain meski mereka punya gejala yang mirip dengan Anda.

Waspadai efek sampingnya

Obat ini dapat menyebabkan reaksi putus obat, khususnya jika obat ini sudah digunakan teratur dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi. Pada beberapa kasus, gejala putus obat (seperti gelisah, mata berair, pilek, mual, berkeringat, nyeri otot) dapat terjadi jika Anda berhenti mendadak menggunakan obat ini.

Untuk mencegah reaksi ini, dokter mungkin akan mengurangi dosis secara perlahan. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk informasi lebih rinci, dan segera beri tahu dokter bila Anda mengalami kondisi tersebut. 

Obat ini juga bisa (meski jarang) menyebabkan kecanduan. Risikonya meningkat jika Anda pernah menyalahgunakan alkohol atau obat sebelumnya. Gunakan obat ini tepat sesuai resep untuk mengurangi risiko ketergantungan.

Konsultasi ke dokter

Sebaiknya segera berobat ke dokter bila kondisi Anda tidak juga membaik atau malah semakin parah. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang lebih ampuh dan aman untuk membantu mengendalikan penyakit Anda. Ingat, smakin cepat diobati maka pengobatannya akan semakin mudah.

Pada dasarnya, minum obat obat jenis apa pun sesuai dengan yang diresepkan dokter atau yang tertera pada label kemasan produk. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke apoteker atau dokter bila Anda belum paham betul tentang aturan pakai obat ini. 

Bagaimana cara penyimpanan Methadone?

Methadone adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                 

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Methadone untuk orang dewasa?

Untuk mengurangi nyeri sedang hingga berat, dosis obat yang dibutuhkan berkisar dari 2,5 miligram (mg) hingga 10 mg, diminum setiap 8-12 jam sesuai kebutuhan. Obat juga bisa diberikan lewat suntikan ke pembuluh darah maupun otot dengan dosis 2.5 mg hingga 10 mg, digunakan setiap 8-12 jam.

Pada kasus ketergantungan obat opioid, dosis dapat diberikan sebanyak 20 sampai 120 mg per hari.

Setiap orang mungkin akan mendapatkan dosis yang berbeda. Pemberian dosis biasanya diberikan berdasarkan kondisi kesehatan serta respon pasien terhadap pengobatan.

Dokter mungkin akan mengubah dosis obat untuk memastikan bahwa Anda mendapat takaran yang tepat. Anda tetap harus minum obat sesuai yang diresepkan meski dokter mengubah dosis obat hingga beberapa kali.

Pastikan untuk tidak mengonsumsi obat lebih banyak ataupun lebih sedikit dari yang dianjurkan. Selain menurunkan efektivitas obat, hal tersebut juga dapat meningkatkan efek samping. 

Bagaimana dosis Methadone untuk anak-anak?

Pemberian dosis obat pada anak-anak disesuaikan dengan usia dan berat badan mereka. Dokter juga akan menyesuaikan dosis obat berdasarkan kondisi kesehatan serta respon mereka terhadap pengobatan.

Silakan konsultasi ke dokter untuk mengetahui dosis pasti obat ini yang aman untuk anak-anak.

Dalam dosis apakah Methadone tersedia?

Methadone adalah obat yang tersedia dalam bentuk tablet, bubuk, dan cairan. 

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Methadone?

Efek samping paling umum dari penggunaan obat Methadone adalah:

  • Perasaan cemas, gugup, atau gelisah
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Mengantuk
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Mulut kering
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Nafsu makan menurun
  • Gairah seksual rendah
  • Sulit mencapai orgasme

Obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping yang serius. Bila Anda mengalami sejumlah gejala di bawah ini, segera hentikan pemakaian dan berobat ke klinik atau rumah sakit terdekat. 

  • Napas pendek dan dangkal
  • Halusinasi atau bingung
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar sangat kencang
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Rasa seperti melayangatau ingin pingsan
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis) seperti ruam kemerahan di kulit, gatal-gatal, sulit bernapas, serta pembengkakan di wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Methadone?

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Methadone adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda alergi Methadone atau obat opioid lainnya. Tanyakan apoteker Anda untuk daftar bahan penyusunnya. 
  • Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat resep dan nonresep, vitamin, dan suplemen gizi yang sedang atau akan digunakan secara rutin. Anda juga sebaiknya beri tahu dokter bila sedang menggunakan produk-produk herbal, khususnya St. John’s wort.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda pernah atau sedang mengalami masalah pencernaan, seperti penyumbatan usus dan ileus paraliktik. 
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda memiliki riwayat gangguan tiroid, pankreas, kandung empedu, hati, atau ginjal.
  • Beri tahu dokter dan apotekerbila Anda punya riwayat penyakit kejang dan penyakit Addison.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda sedang mengalami susah buang air kecil atau pembesaran prostat.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila dalam waktu dekat Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter dan apotekerjika Anda sedang hamil dan menyusui. 

Saat ibu menyusui minum obat opioid, ada sedikit kadar opioid yang akan tercampur dalam air susu ibu, campuran ini diduga akan menyebabkan kantuk bahkan memperlambat pernapasan atau detak jantung bayi.

Maka itu, ibu menyusui harus hati-hati ketika menggunakan obat opioid. Segera berobat ke dokter bila bayi tidur lebih lama dan lelap dari biasanya dan daya isapannya lemah.

Perlu diketahui juga bahwa obat ini juga dapat membuat Anda mengantuk. Oleh karenanya, hindari menyetir mobil atau menjalankan kendaraan bermesin hingga efek obat sudah habis.

Obat ini juga dapat membuat ketika Anda bangun terlalu cepat dari duduk atau berbaring. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda pertama kali meminumnya.

Untuk membantu menghindari masalah ini, bangunlah dari tempat tidur secara perlahan-lahan. Posisikan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Apakah Methadone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A = Tidak berisiko,
  •      B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C = Mungkin berisiko,
  •      D = Ada bukti positif dari risiko,
  •      X = Kontraindikasi,
  •      N = Tidak diketahui

Methadone dapat ikut mengalir ke ASI dan menyebabkan masalah pernapasan, ketergantungan obat, serta gejala putus obat pada bayi. Oleh sebab itu, beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Methadone?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan obat ini dengan obat lain yang membuat Anda mengantuk atau memperlambat pernapasan dapat menyebabkan efek samping bahaya atau mengancam nyawa. Tanyakan pada dokter sebelum menggunakan methadone dengan obat tidur, obat nyeri narkotika, pelemas otot, atau obat cemas, depresi atau kejang.

Beberapa obat yang bisa memicu interaksi negatif dengan Methadone adalah:

  • Buprenorphine
  • Butorphanol
  • Obat calcium channel blocking seperti carbamazepine
  • Fluvoxamine
  • Monoamine oxidase (MAO) inhibitors seperti isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelpar), dan tranylcypromine (Parnate)

Mungkin masih banyak obat lain yang bisa berinteraksi dengan Methadone. Maka dari itu, pastikan Anda memberi tahu dokter perihal semua obat-obatan yang sedang rutin diminum belakangan ini. Hal sederhana ini penting dilakukan untuk mencegah efek samping berbahaya yang bisa berakibat fatal. 

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Methadone?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Methadone?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Riwayat penyalahgunaan alkohol
  • Tumor otak
  • Gangguan pernapasan atau paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), cor pulmonale, hiperkapnia, hipoksia, dan apnea
  • Riwayat depresi
  • Riwayat ketergantungan obat, khususnya penyalahgunaan atau ketergantungan
  • Penyakit kandung empedu
  • Riwayat trauma kepala
  • Penyakit jantung seperti hipertrofi jantung
  • Riwayat masalah ritme jantung seperti aritmia dan long QT syndrome
  • Hipokalemia (kadar potassium rendah dalam darah)
  • Hipomagnesemia (kadar magnesium rendah dalam darah)
  • Peningkatan tekanan dalam kepala
  • Gangguan lambung atau usus
  • Asma akut atau parah
  • Ileus paralitik (penyumbatan usus)
  • Depresi napas
  • Hipotensi (tekanan darah rendah
  • Pankreatitis 
  • Riwayat kejang
  • Penyakit hati seperti sirosis
  • Penyakit ginjal

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Ketika seseorang mengalami overdosis, biasanya mereka akan mengalami gejala khas seperti:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 11, 2019

Sumber