Asam Salisilat obat apa?

Oleh

Nama Generik: Asam Salisilat Merek: asam salisilat, Asam Salisilat, Asam Salisilat dan Asam Salisilat.

Penggunaan

Untuk apa asam salisilat digunakan?

Asam salisilat termasuk keratolytic, yaitu bahan eksfoliator yang bisa membantu menghilangkan sel-sel kulit mati. Obat oles ini biasanya digunakan untuk menghaluskan permukaan kulit yang kasar serta menghilangkan kutil di bagian kaki. 

Obat asam salisilat ini dikemas dalam bentuk obat oles dan umumnya diandalkan juga sebagai obat jerawat, ketombe, peradangan kulit, dan psoriasis.  

Asam salisilat juga bisa membuat kutil di kulit terkelupas perlahan-lahan. Namun, produk ini tidak boleh digunakan pada tahi lalat, tanda lahir, kutil yang ditumbuhi rambut, atau kutil di kelamin dan anus.

Asam salisilat termasuk ke dalam obat bebas dan obat resep. Anda bisa membelinya secara bebas di apotek tanpa resep dokter. Namun, dokter kulit mungkin saja menyarankan Anda untuk menggunakan obat ini.

Bagaimana cara penggunaan asam salisilat?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat hendak menggunakan obat ini, yaitu:

  • Jangan mengocok obat ini sebelum menggunakan. Selalu ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter atau yang tertera pada label obat.
  • Mungkin obat ini butuh waktu yang cukup lama untuk menunjukkan khasiatnya pada masing-masing jenis kulit.
  • Jangan menggunakan Asam Salisilat jika masalah kulit Anda belum diperiksa oleh dokter.
  • Jangan berikan pada anak atau remaja yang sedang mengalami flu, demam maupun cacar air, karena bisa menyebabkan sindrom reye, kondisi fatal pada anak yang terjadi akibat penggunaan asam salisilat.

Gunakan Asam Salisilat sesuai arahan dokter Anda. Cek label dalam obat untuk melihat instruksi dosisnya. 

Umumnya, cara pakai obat oles asam salisilat adalah sebagai berikut:

  • Rendam atau kompres bagian kulit yang bermasalah dengan air hangat selama 5 menit. 
  • Bersihkan kulit mati dengan menggosok lembut menggunakan sikat atau kain lap. Keringkan dengan benar.
  • Gunakan sikat aplikator yang disediakan dengan cairan Asam Salisilat, kemudian oleskan pada seluruh permukaan kutil.
  • Jika dokter Anda meminta Anda untuk mengoleskan Asam Salisilat  cair dua kali ke daerah tersebut, biarkan olesan pertama kering sebelum mengoles untuk kedua kalinya.
  • Pastikan cuci tangan setelah mengaplikasikan obat ini, kecuali jika daerah yang diobati adalah di tangan.
  • Jika Anda melewatkan dosis Asam Salisilat cair, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Tanyakan kepada perawat kesehatan Anda pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana menggunakan Asam Salisilat cair.

Bagaimana cara meyimpan asam salisilat?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan cahaya langsung serta tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan pula membekukan obat ini.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukan pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat ini.

Bagaimana dosis asam salisilat untuk orang dewasa?

Dosis orang dewasa untuk jerawat

Asam Salisilat topikal 1% bantalan:

Bersihkan area kulit yang bermasalah, lalu oleskan pada bagian tersebut 2-3 kali setiap hari. Jika kulit menjadi semakin kering, kurangi frekuensi penggunaannya menjadi sehari sekali.

Dosis orang dewasa untuk gangguan dermatologis

Asam Salisilat topikal 16.7% cairan:

Cuci dan keringkan area sepenuhnya. Gunakan secukupnya untuk menutup setiap kutil 1-2 kali setiap hari.

Asam Salisilat topikal 3% sabun:

Gunakan pada area yang bermasalah dua kali setiap minggu. Diamkan pada luka atau kulit selama dua menit kemudian bilas. Ulang bila perlu.

Asam Salisilat topikal 6% cream:

Gunakan pada kulit yang bermasalah sekali setiap hari. Lembapkan area selama 5 menit sebelumnya jika mungkin. Tutup areanya saat malam. Cuci saat pagi.

Asam Salisilat topikal 6% lotion:

Gunakan pada bagian kulit yang bermasalah sekali setiap hari. Lembapkan area selama 5 menit sebelumnya jika mungkin. Tutup areanya saat malam. Cuci saat pagi.

Asam Salisilat topikal 6% foam:

Gunakan pada area yang terpengaruh sekali setiap hari saat mau tidur. Lembapkan area selama 5 menit sebelumnya jika mungkin. Tutup areanya saat malam. Cuci saat pagi.

Berapa dosis asam salisilat untuk anak-anak?

Asam salisilat topikal 1% bantalan
Anak dengan usia 12 tahun atau lebih: bersihkan area yang terinfeksi. Gunakan 2-3 kali setiap hari. Jika terjadi kekeringan, kurangi pemakaian sekali sehari.

Apa bentuk obat asam salisilat?

  • Sabun
  • Lotion
  • Cairan
  • Foam
  • Minyak
  • Gel/Jelly
  • Solution
  • Cream
  • Pad
  • Paste
  • Shampoo
  • Dressing
  • Stick

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena asam salisilat?

Jika ada efek samping berikut terjadi ketika menggunakan Asam Salisilat topikal, periksa segera ke dokter Anda:

Efek samping yang jarang atau kurang umum terjadi:

  • Iritasi kulit yang tidak terjadi sebelum menggunakan obat ini
  • Insidensi tidak diketahui
  • Sulit bernafas
  • Kulit kering dan terkelupas
  • Pingsan
  • Gatal-gatal
  • Kulit merah
  • Mata, muka, bibir, atau lidah bengkak
  • Tenggorokan tebal
  • Kulit panas.

Beberapa efek samping Asam Salisilat topikal mungkin tidak memerlukan penanganan medis. Saat tubuh Anda sudah terbiasa dengan obat ini, efek sampingnya mungkin akan menghilang.

Perawat profesional Anda dapat membantu Anda mencegah atau mengurangi efek samping, tapi periksakan diri  jika efek samping berikut berlanjut, atau jika Anda merasa khawatir:

Efek samping dari Asam salisilat yang lebih umum:

  • Iritasi kulit yang tidak ada sebelum menggunakan obat ini
  • Kulit terasa tersengat

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan asam salisilat?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain.
  • Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan.
  • Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.
  • Anak-anak yang masih belum cukup umur mungkin memiliki risiko efek samping yang lebih tinggi karena meningkatnya penyerapan Asam Salisilat melalui kulit.
  • Anak-anak yang lebih muda juga dapat lebih mudah terkena iritasi kulit dari obat ini.
  • Salicylic Acid sebaiknya tidak digunakan pada area yang terlalu luas, tidak digunakan pada waktu lama, dan tidak digunakan dengan baju ketat (termasuk balutan plastik ketat) pada anak-anak.
  • Asam Salisila topikal ini tidak direkomendasikan untuk digunakan pada anak-anak kurang dari dua tahun.
  • Asam Salisilat juga sebaiknya tidak digunakan pada anak atau remaja yang sedang demam, mengalami gejala flu, atau cacar. Sebab Asam Salisilat yang diaplikasikan pada kulit dapat diserap ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan Sindrom Reye, yaitu, kondisi yang cukup serius yang dapat menyerang anak-anak.
  • Tanyakan kepada dokter apakah aman atau tidak menggunakan obat ini jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah ginjal dan hati, diabetes, atau masalah peredaran darah.

Apakah asam salisilat aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan asam salisilat?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain jika dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Obat yang tidak direkomendasikan saat terjadi interaksi

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Ketorolac

Obat yang tidak direkomendasikan tapi mungkin dibutuhkan saat terjadi interaksi

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Abciximab
  • Anagrelide
  • Apixaban
  • Ardeparin
  • Argatroban
  • Beta Glucan
  • Bivalirudin
  • Certoparin
  • Cilostazol
  • Citalopram
  • Clopidogrel
  • Clovoxamine
  • Cyclosporine
  • Dabigatran Etexilate
  • Dalteparin
  • Danaparoid
  • Desirudin
  • Dipyridamole
  • Duloxetine
  • Enoxaparin
  • Eptifibatide
  • Meadowsweet
  • Methotrexate
  • Milnacipran
  • Nadroparin
  • Nefazodone
  • Parnaparin
  • Paroxetine
  • Pemetrexed
  • Pentosan Polysulfate Sodium
  • Pentoxifylline
  • Pralatrexate
  • Prasugrel
  • Protein C
  • Reviparin
  • Rivaroxaban
  • Sibutramine
  • Tacrolimus
  • Ticlopidine
  • Tinzaparin
  • Tirofiban
  • Venlafaxine
  • Vilazodone
  • Vortioxetine
  • Zimeldine

Obat yang dapat mungkin meningkatkan efek samping, namun dapat membantu kinerja saat berinteraksi

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acebutolol
  • Acenocoumarol
  • Acetohexamide
  • Alacepril
  • Alprenolol
  • Amiloride
  • Amlodipine
  • Anisindione
  • Arotinolol
  • Atenolol
  • AzilsartanMedoxomil
  • Azosemide
  • Befunolol
  • Bemetizide
  • Benazepril
  • Bendroflumethiazide
  • Benzthiazide
  • Bepridil
  • Betaxolol
  • Bevantolol
  • Bisoprolol
  • Bopindolol
  • Bucindolol
  • Bumetanide
  • Bupranolol
  • Buthiazide
  • Candesartan Cilexetil
  • Canrenoate
  • Captopril
  • Carteolol
  • Carvedilol
  • Celiprolol
  • Chlorothiazide
  • Chlorpropamide
  • Chlorthalidone
  • Cilazapril
  • Clopamide
  • Cyclopenthiazide
  • Delapril
  • Desvenlafaxine
  • Dicumarol
  • Dilevalol
  • Diltiazem
  • Enalaprilat
  • Enalapril Maleate
  • Eprosartan
  • Esmolol
  • Ethacrynic Acid
  • Felodipine
  • Flunarizine
  • Fosinopril
  • Furosemide
  • Gallopamil
  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glipizide
  • Gliquidone
  • Glyburide
  • Hydrochlorothiazide
  • Hydroflumethiazide
  • Imidapril
  • Indapamide
  • Irbesartan
  • Isradipine
  • Labetalol
  • Lacidipine
  • Landiolol
  • Levobunolol
  • Lidoflazine
  • Lisinopril
  • Losartan
  • Manidipine
  • Mepindolol
  • Methyclothiazide
  • Metipranolol
  • Metolazone
  • Metoprolol
  • Moexipril
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nicardipine
  • Nifedipine
  • Nilvadipine
  • Nimodipine
  • Nipradilol
  • Nisoldipine
  • Nitrendipine
  • OlmesartanMedoxomil
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Pentopril
  • Perindopril
  • Phenindione
  • Phenprocoumon
  • Pindolol
  • Piretanide
  • Polythiazide
  • Pranidipine
  • Probenecid
  • Propranolol
  • Quinapril
  • Ramipril
  • Sotalol
  • Spirapril
  • Spironolactone
  • Talinolol

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan asam salisilat?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan asam salisilat?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Penyakit pembuluh darah
  • Diabetes. Gunakan obat ini dengan hati-hati. Dapat menyebabkan kemerahan atau borok parah, khususnya pada tangan atau kaki.
  • Peradangan, iritasi, atau infeksi kulit. Penggunaan obat ini mungkin menyebabkan iritasi parah jika digunakan pada area kulit yang radang, iritasi, atau infeksi.
  • Flu
  • Varicella. Menggunakan obat ini untuk waktu yang lama di area besar bisa menghasilkan efek yang tidak diinginkan

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yang mungkin muncul jika Anda terlalul banyak mengonsumsi Asam Salisilat adalah:

  • Kebingungan
  • Diare
  • Pusing
  • Nafas cepat atau dalam
  • Sakit kepala (parah atau berlanjut)
  • Pendengaran berkurang
  • Puyeng
  • Mual
  • Nafas cepat
  • Telinga berdengung (berkelanjutan)
  • Ngantuk parah
  • Sakit perut
  • Muntah-muntah

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Juni 27, 2019

Yang juga perlu Anda baca