Apa itu Acarbose?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Acarbose Merek: acarbose obat apa, Acarbose, Acarbose, Acarbose dan Acarbose.

Penggunaan

Acarbose obat apa?

Mungkin Anda bertanya-tanya acarbose itu obat apa. Acarbose adalah obat yang digunakan bersama-sama dengan program diet dan olahraga yang tepat untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Mengendalikan gula darah yang tinggi dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual.

Mengendalikan penyakit diabetes juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Acarbose bekerja dengan cara memperlambat pemecahan karbohidrat yang Anda makan menjadi gula, sehingga kadar gula darah tidak naik drastis setelah makan.

Acarbose dapat digunakan dengan obat lain (misalnya, insulin, metformin, sulfonilurea seperti glipizide) untuk mengendalikan diabetes karena obat-obatan tersebut bekerja dengan cara yang berbeda.

Bagaimana cara menggunakan acarbose?

Menurut MedlinePlus, sebagai obat tablet, acarbose diminum tiga kali sehari pada suapan pertama setiap makan makanan utama. Pastikan dosis obat yang Anda minum sesuai, tidak kurang atau bahkan lebih dari yang ditentukan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai hal yang tidak Anda pahami mengenai obat ini.

Pemberian dosis acarbose akan ditentukan berdasarkan dengan kondisi medis, berat badan, dan respon pasien terhadap pengobatan. Dosis obat yang Anda minum mungkin akan bertambah dengan bertahap. Hal ini untuk menentukan berapa banyak dosis yang paling efektif bagi Anda. Namun, acarbose dianjurkan tidak diminum lebih dari 300 miligram per hari. 

Supaya hasilnya maksimal, Anda sebaiknya minum acarbose secara teratur dan tidak melewatkan jadwalnya. Untuk lebih mudah mengingatnya, Anda bisa membuat jadwal sendiri setiap harinya. Minum obat ini di jam yang sama setiap hari, sehingga lama-kelamaan hal ini akan menjadi kebiasaan. 

Demi hasil yang terbaik, teruskanlah pola makan diet yang tepat, olahraga teratur, dan periksa urine/kadar gula darah Anda seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Anda juga tidakk boleh berbagi atau memberikan obat acarbose dengan orang lain.

Agar mendapatkan pengetahuan yang lebih baik mengenai penyakit diabetes dan memahami acarbose itu obat apa, Anda sebaiknya mempelajari lebih lanjut dan berkonsultasi dengan dokter. Mulai dari pemahaman dasar seputar penyakit diabetes, rencana pengobatannya, termasuk anjuran lainnya seperti pola makan dan aktivitas fisik yang mesti dilakukan.

Selain itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan medis secara mendalam dengan melakukan tes laboratorium dan/atau tes medis, seperti:

  • tes fungsi hati dan ginjal
  • tes gula darah puasa dan kadar glukosa darah setelah makan
  • tes hemoglobin A1c
  • tes jumlah darah lengkap

Tes-tes tersebut harus dilakukan secara berkala untuk memeriksa efek samping dan memantau respon Anda terhadap pengobatan. Periksalah tingkat gula darah Anda secara teratur seperti yang diarahkan oleh dokter.

Ikuti dengan cermat aturan makan yang diberikan dokter kepada Anda. Hal ini sangat penting untuk membantu mengontrol kondisi Anda dan memaksimalkan kinerja dari obat ini. Rajinlah berolahraga dan memeriksa kadar gula pada darah dan urin. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan acarbose?

Acarbose paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan dari paparan cahaya secara langsung serta hindari untuk meletakkannya di tempat yang lembap. Jangan menyimpan acarbose di kamar mandi dan jangan pula  dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiramkan obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda agar tidak mencemari lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis acarbose untuk orang dewasa?

Umumnya, dokter akan memberikan dosis pada Anda berdasarkan hal-hal berikut:

  • Kondisi kesehatan Anda saat konsultasi ke dokter
  • Masalah kesehatan lain yang Anda miliki
  • Obat-obatan lain yang Anda konsumsi
  • Bagaimana Anda bereaksi terhadap obat acarbose

Dosis obat ini tidak akan sama untuk setiap pasien. Dosis berikut adalah dosis pada umumnya, tapi mungkin saja Anda diberikan dosis yang berbeda oleh dokter. Jika iya, tetap minum sesuai anjuran dokter dan jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter Anda. 

Dosis untuk pasien dewasa dengan diabetes tipe 2 adalah sebagai berikut:

  • Dosis awal: 25 mg secara oral 3 kali sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 50 sampai 100 mg secara oral 3 kali sehari.
  • Dosis maksimum untuk pasien yang memiliki berat badan kurang dari 60 kg adalah 50 mg secara oral 3 kali sehari.
  • Dosis maksimum untuk pasien dengan berat badan lebih besar dari 60 kg adalah 100 mg secara oral 3 kali sehari.

Berapa dosis acarbose untuk anak-anak?

Obat ini hanya boleh digunakan pada anak-anak atas saran dokter. Selain itu, dosis penggunaan acarbose untuk anak-anak harus ditentukan oleh dokter.

Dalam bentuk apa saja obat acarbose tersedia?

Tablet, Oral: 25 miligram, 50 miligram, 100 miligram.

Efek Samping

Efek samping apa yang timbul akibat obat acarbose?

Saat digunakan bersama dengan insulin atau jenis obat-obatan lain yang berfungsi untuk mengobati diabetes, Acarbose dapat menyebabkan penurunan gula darah secara drastis.

Obat ini mungkin juga menimbulkan alergi. Segera minta pertolongan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi seperti: 

  • Mual dan muntah
  • Berkeringat, gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan wajahbibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter Anda jika setelah mengonsumsi acarbose, Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • Sakit perut parah, sembelit parah
  • Diare yang berair atau berdarah
  • Tubuh mudah memar, pendarahan yang tidak biasa (hidung, mulut, vagina, atau dubur), bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit Anda atau
  • Rasa mual, nyeri perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin gelap, tinja berwarna seperti tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

Efek samping yang sering muncul setelah mengonsumsi acarbose mungkin termasuk:

  • Nyeri ringan pada perut, perut bergas, kembung
  • Diare ringan atau
  • Ruam kulit ringan atau gatal-gatal.

Penurunan gula darah mungkin terjadi jika obat ini digunakan berasamaan dengan obat diabetes tipe 2 lainnya. Ketika gula darah turun drastis, gejala yang mungkin terjadi seperti: 

  • Kepala terasa sakit
  • Perubahan suasana hati secara drastis
  • Tubuh berkeringat
  • Bibir mati rasa
  • Tubuh menggigil
  • Pandangan mata menjadi kabur
  • Rasa cemas berlebih
  • Kepala pusing
  • Tubuh lemas
  • Kulit memucat

Tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang dialami oleh beberapa orang namun  tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat acarbose?

Sebelum menggunakan acarbose, pastikan untuk menginformasikan dokter dan apoteker Anda beberapa hal penting berikut:  

  • Jika Anda alergi terhadap acarbose atau obat-obatan lain.
  • Apa saja obat resep dan obat non resep yang Anda gunakan. Terutama obat untuk diabetes lainnya, seperti digoxin (Lanoxin), diuretik, estrogen, isoniazid, obat untuk tekanan darah tinggi atau pilek, kontrasepsi oral, enzim pankreas, fenitoin (Dilantin), steroid, obat tiroid, dan vitamin.
  • Jika Anda memiliki atau pernah memiliki ketoasidosis, sirosis, atau penyakit usus seperti penyakit radang usus atau obstruksi usus.
  • Jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu menggunakan acarbose, hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beritahu dokter atau dokter gigi tentang penggunaan acarbose.

Apakah acarbose aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Umumnya kurang dari 2% dosis acarbose yang akan masuk ke dalam saluran pencernaan seorang ibu hamil dan menyusui. Jadi hampir tidak mungkin acarbose bisa sampai ke bayi melalui proses menyusui.

Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi obat ini atau konsultasikan kepada dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Meski begitu, tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan acarbose pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat apa saja yang mungkin berinteraksi dengan acarbose?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Meskipun obat-obat tertentu tidak boleh digunakan bersamaan sekaligus, dalam kasus tertentu, dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama, bahkan jika interaksi mungkin terjadi.

Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis, atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan. Beritahu ahli kesehatan Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat resep atau obat non resep lainnya.

Menggunakan acarbose dengan salah satu obat-obatan berikut biasanya tidak dianjurkan, tapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau mengatur seberapa sering Anda dapat menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Acetohexamide
  • Alatrofloxacin
  • Balofloxacin
  • Chlorpropamide
  • Ciprofloxacin
  • Clinafloxacin
  • Enoxacin
  • Fleroxacin
  • Flumequine
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Gliclazide
  • Glipizide
  • Glyburide
  • Grepafloxacin
  • Levofloxacin
  • Lomefloxacin
  • Moxifloxacin
  • Norfloxacin
  • Ofloxacin
  • Pefloxacin
  • Prulifloxacin
  • Rufloxacin
  • Sparfloxacin
  • Temafloxacin
  • Tolazamide
  • Tolbutamide
  • Tosufloxacin
  • Trovafloxacin Mesylate

Menggunakan acarbose dengan salah satu obat-obatan berikut dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping tertentu, tetapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat yang diresepkan bersamaan, dokter Anda dapat mengubah dosis atau mengatur seberapa sering Anda menggunakan salah satu atau kedua obat

  • Acebutolol
  • Alprenolol
  • Atenolol
  • Betaxolol
  • Bevantolol
  • Bisoprolol
  • Bitter Melon
  • Bucindolol
  • Carteolol
  • Carvedilol
  • Celiprolol
  • Digoxin
  • Dilevalol
  • Esmolol
  • Fenugreek
  • Glucomannan
  • Guar Gum
  • Iproniazid
  • Isocarboxazid
  • Labetalol
  • Levobunolol
  • Linezolid
  • Mepindolol
  • Methylene Blue
  • Metipranolol
  • Metoprolol
  • Moclobemide
  • Nadolol
  • Nebivolol
  • Nialamide
  • Oxprenolol
  • Penbutolol
  • Phenelzine
  • Pindolol
  • Procarbazine
  • Propranolol
  • Psyllium
  • Rasagiline
  • Selegiline
  • Sotalol
  • Talinolol
  • Tertatolol
  • Timolol
  • Tranylcypromine
  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan acarbose?

Acarbose tidak boleh digunakan pada saat Anda sedang makan makanan tertentu karena interaksi  makanan dan obat dapat terjadi. Salah satu contohnya adalah alkohol.

Saat menderita diabetes, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan Anda mengalami penurunan atau peningkatan gula darah, bergantung pada seberapa sering Anda mengonsumsinya.

Sementara itu, jika mengonsumsinya bersamaan dengan obat ini, alkohol dapat menyebabkan penurunan gula darah (hypoglycemia) secara drastis. Oleh sebab itu, diskusikan penggunaan obat ini dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat acarbose?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, beritahukan terlebih dahulu kepada dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama kondisi-kondisi berikut:

  • Diabetes ketoacidosis atau
  • Demam atau
  • Infeksi atau
  • Hendak menjalankan operasi atau
  • Trauma. Insulin diperlukan untuk mengontrol kondisi ini
  • Masalah pencernaan atau
  • Radang usus atau
  • Penyumbatan usus atau
  • Masalah usus lain. Penggunaan obat ini tidak boleh digunakan
  • Penyakit ginjal yang sudah kronis. Kadar acarbose dalam darah  dapat meningkat sehingga obat ini sebaiknya tidak digunakan
  • Penyakit hati. Penggunaan obat ini dapat membuat kondisi hati semakin buruk.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan jika overdosis obat acarbose?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis obat acarbose?

Apabila Anda melupakan atau tidak sengaja melewatkan satu dosis dari obat ini, minum dosis tersebut sesegera mungkin. Namun, jika waktu sudah mendekati konsumsi dosis berikutnya, lewatkan dosis yang terlupa dan minumlah sesuai dengan waktu biasa. Jangan mengonsumsi obat ini dalam dosis berlebih dalam satu waktu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 28, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 28, 2019

Yang juga perlu Anda baca