Penggunaan botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi cara menjaga lingkungan karena mengurangi konsumsi air minum kemasan sekali pakai. Jika Anda bingung memilih jenis botol minum yang sesuai, simak penjelasan berikut ini.
Penggunaan botol minum yang bisa dipakai berulang kali bisa menjadi cara menjaga lingkungan karena mengurangi konsumsi air minum kemasan sekali pakai. Jika Anda bingung memilih jenis botol minum yang sesuai, simak penjelasan berikut ini.

Konsumsi air mineral kemasan sekali pakai menyebabkan penumpukan sampah dan mencemari lingkungan.
Untuk mencegahnya, Anda bisa menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali. Inilahi pilihan jenis botol minum berdasarkan dengan bahan dasar pembuatannya.
Salah satu jenis botol minum yang banyak ditemukan di pasaran adalah botol minum yang terbuat dari bahan plastik.
Jenis botol plastik yang dapat digunakan kembali untuk minum terbuat dari polimer plastik, seperti polipropilen dan kopoliester.
Ciri khas dari botol minum ini adalah bobotnya yang ringan sehingga praktis dan bisa dibawa kemana pun. Namun, tidak semua botol minum plastik aman digunakan.
Pasalnya, beberapa jenis botol plastik mungkin mengandung BPA (bisphenol-A) yang bisa menganggu fungsi organ dan jaringan tubuh, seperti tiroid, jaringan adiposa, hati, jantung, dan alat reproduksi.
Mengutip Clean Water, hindari juga botol plastik yang terbuat dari polyethylene terephthalate karena bahan ini bisa mengganggu fungsi hormon tubuh.

Botol minum stainless steel merupakan botol minum yang populer digunakan saat ini. Botol ini umumnya tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti plastik BPA.
Oleh sebab itu, botol stainless steel bisa jadi pilihan botol minum yang aman untuk digunakan sehari-hari, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Botol stainless steel biasanya tahan lama dan dapat digunakan untuk menyimpan minuman panas atau dingin.
Selain itu, material stainless dikenal memiliki daya tahan yang tinggi terhadap goresan atau benturan sehingga lebih awet dibandingkan dengan botol plastik.
Botol minum kaca umumnya mudah dibersihkan dan bebas dari bakteri berbahaya seperti BPA atau phthalate, yang biasa ditemukan dalam botol minum plastik.
Studi dalam jurnal Food Protection Trends menunjukkan bahwa botol minum dari kaca biasanya mengandung lebih sedikit bakteri dibandingkan dengan material botol minum lainnya.
Jenis botol minum ini juga biasanya tidak memberikan sensasi rasa logam pada air sehingga minuman terasa lebih menyegarkan dan bersih.
Akan tetapi, botol minum ini memiliki bobot yang lebih berat sehingga sulit untuk dibawa kemana-mana dan mudah pecah.

Jenis botol minum yang terbuat dari bahan aluminium biasanya aman untuk digunakan. Bobotnya juga lebih ringan dibandingkan dengan botol minum stainless steel atau kaca.
Meski begitu, jenis botol minum ini biasanya tidak boleh digunakan untuk menyimpan minuman yang bersifat asam seperti jus lemon.
Mengutip Columbia Health, cairan asam sangat mudah bereaksi dengan material aluminium. Hal ini menyebabkan aluminium bisa masuk ke dalam minuman Anda.
Paparan aluminium yang berlebihan berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit Alzheimer hingga risiko kanker payudara.
Botol minum silikon umumnya aman untuk digunakan. Hal ini karena silikon yang digunakan untuk peralatan makan atau minum biasanya terbuat dari polimer sintetis yang disebut polydimethylsiloxane (PDMS).
Jenis silikon tersebut dikenal tahan terhadap panas dan antilengket. Itu sebabnya bahan ini banyak juga digunakan dalam peralatan dapur, seperti spatula, sendok atau cetakan kue.
Bahan silikon juga biasanya bersifat fleksibel dan ringan sehingga cocok untuk dijadikan botol minum yang mudah dibawa kemana-mana.
Meski begitu, pastikan untuk memilih produk botol minum dengan bahan silikon food grade yang berkualitas untuk memastikan keamanannya.

Tidak semua botol minum yang dijual di pasaran aman digunakan. Ada botol yang justru mengandung bahan kimia yang berbahaya.
Nah, berikut ini cara memilih jenis botol minum yang aman dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Nah, itulah beberapa jenis botol minum yang biasa digunakan serta cara memilihnya.
Masing-masing botol minum memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Sun, X., Kim, J., Behnke, C., Almanza, B., Greene, C., Miller, J., & Schindler, B. (2017). The Cleanliness of Reusable Water Bottles: How Contamination Levels are Affected by Bottle Usage and Cleaning Behaviors of Bottle Owners. Food Protection Trends, 37(6).
Healthy Living: The Scoop on Reusable Water Bottles. (2021). Clemson Cooperative Extension Home & Garden Information Center. Retrieved 12 December 2024, from https://hgic.clemson.edu/factsheet/healthy-living-the-scoop-on-reusable-water-bottles/
Liew, K. (2020). Stuff versus Stuff: Which water bottle?. MIT Office of Sustainability. Retrieved 12 December 2024, from https://sustainability.mit.edu/article/stuff-versus-stuff-which-water-bottle
Why You Should Have a Reusable Water Bottle. (2020).Goodnet Gateway to Doing Good. Retrieved 12 December 2024, from https://www.goodnet.org/articles/you-should-have-reusable-water-bottle
Versi Terbaru
19/12/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala