backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengunyah Hanya Satu Sisi? Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Mengunyah Hanya Satu Sisi? Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Mengunyah adalah proses awal yang penting untuk kelancaran pencernaan makanan. Namun, banyak orang sering mengunyah makanan hanya pada satu sisi mulut. Padahal, kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah kesehatan. Cari tahu apa saja penyebab, dampak, dan cara mencegah kebiasaan makan yang kurang baik ini.

Penyebab sering mengunyah satu sisi

Kebiasaan mengunyah makanan hanya satu sisi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab umum. 

1. Masalah gigi dan mulut

Adanya masalah pada gigi atau gusi, seperti rasa sakit atau bengkak, bisa membuat seseorang tidak menggunakan bagian mulut tersebut untuk mengunyah.

Proses mengunyah juga bisa tidak nyaman ketika terdapat infeksi atau peradangan pada gusi. Rasa tidak nyaman ini sering tidak disadari sehingga seseorang memilih mengunyah di sisi yang lebih nyaman.

Selain itu, gigi yang berlubang atau gigi yang baru dicabut bisa memicu kebiasaan mengunyah satu sisi. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis agar tidak berlanjut dan memicu masalah yang lebih serius. 

2. Konsumsi makanan yang keras

Konsumsi makanan keras atau kenyal secara berlebihan bisa menimbulkan kebiasaan mengunyah menggunakan satu bagian mulut yang lebih kuat.

Dalam jangka panjang, cara makan yang salah ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam penggunaan otot rahang. 

Akibat mengunyah satu sisi

mengunyah makanan

Mengunyah satu sisi bisa menyebabkan berbagai efek negatif pada kesehatan mulut dan wajah. Berikut beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai. 

1. Memengaruhi kesehatan otot dan sendi rahang

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Health and Dental Sciences menunjukkan bahwa kebiasaan mengunyah satu sisi berdampak pada kesehatan sendi rahang.

Penelitian ini menemukan bahwa 88,89% mahasiswa yang memiliki kebiasaan mengunyah satu sisi menunjukkan gejala gangguan TMJ (temporomandibular joint syndrome). 

Gejalanya meliputi rasa sakit, keterbatasan saat membuka mulut, suara klik (popping) saat mengunyah, hingga sakit kepala yang persisten.

Gangguan ini terjadi karena ketidakseimbangan penggunaan otot-otot rahang. Ini mengakibatkan stres berlebih pada sendi di sisi yang lebih sering digunakan.

2. Mengubah tampilan wajah

Salah satu dampak mengunyah satu sisi yang sering diabaikan adalah wajah asimetris. Ketidakseimbangan dalam penggunaan otot wajah bisa membuat satu sisi wajah terlihat lebih menonjol ke luar. 

Hal ini tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah fungsi rahang lainnya.

Pada beberapa kasus, memperbaiki struktur wajah asimetris memerlukan penanganan medis atau terapi fisik.

Apa efek mengunyah satu sisi?

Ketidakseimbangan otot di sekitar rahang dan mulut serta mengubah tampilan wajah, seperti wajah tidak simetris.

Cara mencegah kebiasaan mengunyah satu sisi

Untuk mencegah kebiasaan mengunyah yang salah ini, penting untuk menyadari pola makan dan kebiasaan mengunyah Anda. Begini beberapa tips yang bisa dicoba. 

1. Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi

Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi adalah langkah penting untuk menerapkan kebiasaan mengunyah makanan yang benar.

Dokter gigi bisa membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah pada gigi atau gusi yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan saat mengunyah. 

Dengan begitu, Anda bisa mengunyah dengan lebih merata di kedua bagian mulut. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Alhasil, pengobatan bisa dilakukan sebelum masalah tersebut menjadi lebih serius.

2. Latihan terapi untuk otot rahang

Latihan dan terapi fisik juga bisa membantu memperbaiki ketidakseimbangan otot rahang yang disebabkan oleh kebiasaan mengunyah satu sisi.

Latihan sederhana seperti membuka dan menutup mulut secara perlahan bisa membantu memperkuat otot rahang di kedua sisi. 

Mengunyah permen karet di kedua bagian mulut secara bergantian juga bisa membantu meratakan kekuatan otot di kedua sisi rahang.

Jika diperlukan, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan terapi fisik yang sesuai.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan