home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Jenis Obesitas: Yang Manakah Anda?

6 Jenis Obesitas: Yang Manakah Anda?

Sejak dulu hingga sekarang, kasus obesitas terus meningkat seiring perkembangannya zaman. Padahal, program pola makan yang sehat sudah sering digalakkan. Nyatanya, hal tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Pasalnya, beberapa ahli percaya bahwa obesitas terbagi menjadi beberapa jenis dengan perawatan yang berbeda pula.

Jenis obesitas

Obesitas tidak melulu orang yang tampak gemuk atau memiliki perut yang buncit. Penumpukan lemak bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, tergantung gaya hidup dan karakteristik setiap orang.

Berikut ini jenis-jenis obesitas yang dapat dilihat berdasarkan kelompok usia dan kebiasaannya.

1. Obesitas akibat jarang berolahraga

penyebab obesitas

Salah satu jenis obesitas yang paling sering dialami oleh masyarakat yaitu obesitas yang terjadi akibat jarang berolahraga, alias tidak aktif.

Bila memiliki lipatan lemak pada dada hingga perut bagian bawah, atau punggung tubuh, hal ini mungkin terjadi karena jarang berolahraga.

Olahraga dan kegiatan fisik lainnya merupakan salah satu upaya mengurangi risiko menumpuknya lemak di tubuh.

Normalnya, orang sehat dianjurkan melakukan aktivitas fisik 30 menit dalam satu hari, seperti jogging, bersepeda, atau berjalan kaki biasa.

Bila malas berolahraga dan mengalami kelebihan berat badan, Anda mungkin dianggap sebagai penyandang obesitas yang terjadi akibat jarang beraktivitas fisik.

2. Obesitas akibat makanan

Selain jarang berolahraga, jenis obesitas lainnya yang kerap terjadi adalah obesitas akibat makanan.

Pilihan dan kebiasaan makan yang tidak sehat ternyata memengaruhi kenaikan berat badan yang bisa menjadi penyebab obesitas.

Sebagai contoh, makan terlalu banyak, terutama tanpa disertai dengan olahraga, dapat meningkatkan kadar lemak tubuh.

Tak hanya itu, konsumsi makanan yang tinggi kalori dan rendah zat gizi, seperti gula, lemak, dan makanan ringan lainnya, bisa menyebabkan obesitas.

Umumnya, ciri-ciri dari obesitas ini terlihat dari penumpukan lemak pada leher, dagu, dan bagian dada.

3. Obesitas vena

Sesuai dengan namanya, jenis obesitas ini terjadi akibat sirkulasi pembuluh darah vena yang tersumbat.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah vena tersumbat. Hal ini terutama berlaku jika keluarga Anda ada yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah.

Bila hal ini terjadi, Anda perlu berhati-hati. Pasalnya, Anda berisiko mengalami obesitas dibandingkan kelompok yang tidak memiliki riwayat keluarga.

Salah satu penyebab tersumbatnya pembuluh darah vena yang biasa dijumpai penyandang obesitas yaitu konsumsi makanan berlemak tinggi.

Tak heran bila Anda akan dianjurkan untuk berolahraga secara teratur guna mengurangi risiko tersebut. Penumpukan lemak akibat kondisi pembuluh darah ini bisa dilihat pada bagian kaki dan bagian bokong.

4. Obesitas karena merasa cemas

Rasa cemas atau tertekan secara berlebihan ternyata bisa menjadi salah satu jenis obesitas yang mungkin tidak Anda sadari.

Begini, rasa cemas dapat memengaruhi hormon di dalam tubuh. Bila Anda mengalami berbagai macam perasaan yang buruk, Anda cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi.

Hal ini ternyata membuat kebanyakan orang menjadikan makanan sebagai tempat pelarian perasaan Anda.

Oleh karena itu, obesitas yang disebabkan perasaan cemas ini dapat dilihat dari lipatan lemak pada perut bagian bawah.

5. Obesitas aterogenik

Artikel Kesehatan Seputar Masalah Obesitas

Obesitas dapat memicu berbagai penyakit bila tidak ditangani, seperti risiko penyakit jantung koroner.

Hal ini dapat terjadi mengingat obesitas memiliki hubungan yang kuat dengan dislipidemia aterogenik. Kondisi ini ditandai dengan kadar kolesterol LDL yang tinggi, tetapi kolesterol HDL rendah.

Jenis obesitas ini biasanya dihubungkan dengan kondisi resistensi insulin. Insulin merupakan hormon penting yang mengatur kadar gula darah dan mengubah energi makanan menjadi lemak.

Selama pencernaan, insulin merangsang sel otot, lemak, dan hati untuk menyerap glukosa, yang berfungsi sebagai energi tubuh dan cadangan lemak.

Sementara itu, obesitas akibat resistensi insulin biasanya terjadi karena sel tidak dapat mengeluarkan glukosa dari darah karena makan lebih banyak kalori.

Alhasil, tubuh menyerap terlalu banyak glukosa dari makanan yang menyebabkan kenaikan berat badan. Bila tidak ditangani, obesitas bisa terjadi.

6. Obesitas gluten

Dibandingkan jenis obesitas lainnya, obesitas gluten lebih banyak dialami wanita yang memasuki usia menopause.

Meski hubungan gluten dan obesitas masih belum terlalu jelas, obesitas ini kerap terjadi pada wanita yang juga keseimbangan tubuhnya menurun.

Ciri-ciri dari obesitas gluten antara lain kelebihan lemak pada bagian panggul yang mungkin disebabkan oleh konsumsi gluten.

Jenis obesitas lainnya

Selain keenam jenis obesitas yang disebutkan, sebenarnya ada banyak macam obesitas yang sudah dikenali, lebih tepatnya 59 varian.

Namun, di antara 59 jenis tersebut, para ahli dari studi yang dimuat dalam Journal of Public Health akhirnya membaginya menjadi enam macam, yakni:

  • pria peminum berat,
  • wanita muda yang masih sehat,
  • lansia yang sehat,
  • lansia yang sakit secara fisik, tetapi bahagia,
  • orang berusia setengah baya yang sering merasa cemas, dan
  • kategori orang dengan kesehatan yang buruk.

Kategori ini tidak dilihat berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), melainkan dari kondisi kesehatan, pola makan, hingga frekuensi olahraga.

Dengan melihat berbagai macam jenis obesitas berdasarkan penyebabnya, dokter akan lebih mudah memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi apa yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Obesity and overweight. (2020). World Health Organization. Retrieved 8 June 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight 

Ali, Y.S. (2021). The Many Different Types of Obesity. Verywell Health. Retrieved 8 June 2021, from https://www.verywellhealth.com/different-types-of-obesity-4121042 

Bach, B. (2014). Lack of exercise, not diet, linked to rise in obesity, Stanford research shows. Stanford Medicine. Retrieved 8 June 2021, from https://med.stanford.edu/news/all-news/2014/07/lack-of-exercise–not-diet–linked-to-rise-in-obesity–stanford-.html 

Bamba, V. and Rader, D., 2007. Obesity and Atherogenic Dyslipidemia. Gastroenterology, 132(6), pp.2181-2190. Retrieved 8 June 2021. 

Holland, K. (2020). Are Obesity and Depression Related? And 9 Other FAQs. Healthline. Retrieved 8 June 2021, from https://www.healthline.com/health/depression/obesity-and-depression#if-you’re-obese 

Lanoye, A., Gorin, A. A., & LaRose, J. G. (2016). Young Adults’ Attitudes and Perceptions of Obesity and Weight Management: Implications for Treatment Development. Current obesity reports, 5(1), 14–22. https://doi.org/10.1007/s13679-016-0188-9. Retrieved 8 June 2021. 

Six Different Kinds of Obesity (For Starters). (n.d). Conscienhealth. Retrieved 8 June 2021, from https://conscienhealth.org/2013/12/five-different-kinds-of-obesity/

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M pada 21/11/2016
x