Manfaat dan Panduan Puasa yang Aman untuk Pasien Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat bulan Ramadan tiba, tidak jarang pasien dengan penyakit kanker merasakan dilema untuk menunaikan kewajiban berpuasa. Pasalnya, banyak yang khawatir jika puasa bisa mempengaruhi penyakit yang diderita. Lantas, sebenarnya bolehkah penderita kanker berpuasa, apa saja manfaatnya? Kemudian, adakah panduan aman menjalankan puasa untuk pasien kanker? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Manfaat puasa untuk pasien kanker

manfaat puasa bagi penderita diabetes

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa puasa memberikan manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjalani puasa dengan aman, salah satunya pada pengidap kanker.

Namun, beberapa studi menunjukkan adanya manfaat baik puasa untuk pasien kanker. Puasa membuat sel-sel tubuh memetabolisme insulin lebih efisien untuk mengeluarkan glukosa dari darah. Itu artinya, sensitivitas insulin menjadi lebih baik sehingga mempersulit sel kanker untuk berkembang.

Selain itu, puasa juga punya potensi meningkatkan proses autophagy, yakni proses dimana bagian-bagian sel terurai digunakan kembali nantinya. Proses ini sangat penting untuk mempertahankan sel berfungsi dengan tepat.

Kemudian studi tahun 2014 pada jurnal Cell stem cell menunjukkan puasa mengaktifkan sel-sel induk dari sistem imun untuk memperbarui dan memperbaiki diri. Itu artinya, puasa mencegah terjadinya kerusakan sel sekaligus mengganti sel imun yang rusak.

Puasa yang dijalankan pasien kanker juga punya potensi meningkatkan respons terhadap pengobatan kanker, seperti kemoterapi sehingga efek samping yang muncul lebih ringan.

Panduan aman puasa untuk pasien kanker

tubuh bugar saat puasa selama covid-19

Manfaat puasa yang dijelaskan sebelumnya bisa didapat jikalau dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, pasien kanker perlu mengikuti panduan aman berpuasa berikut ini.

1. Konsultasi ke dokter dulu, Anda boleh berpuasa atau tidak

Permasalahan ini masih menimbulkan dilema bagi penderita kanker maupun tim medis yang menanganinya. Meskipun dalam beberapa kasus, penderita kanker mendapatkan manfaat puasa yang dijalani, namun hal tersebut sebenarnya tergantung dengan kondisi kesehatan serta status gizi mereka masing-masing.

Penderita kanker yang sedang mengalami efek samping dari pengobatan atau malah memiliki jenis kanker yang sudah menjalar (metastasis) ke tubuh bagian lain, disarankan untuk tidak melakukan puasa. Hal ini berkaitan dengan nutrisi yang harus dipenuhi selama mereka melewati semua proses pengobatan tersebut.

Namun, bila penderita kanker dinyatakan stabil dan tidak sedang mengalami komplikasi apapun, maka mereka masih memungkinkan untuk ikut menjalani ibadah puasa. Tentu saja, hal ini harus di bawah penanganan serta atas anjuran tim medis yang menanganinya.

Lakukan konsultasi medis ini jauh-jauh dari sebelum puasa tiba. Ini akan memudahkan dokter membuat pertimbangan dan membuat rencana puasa Anda jauh lebih matang.

2. Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi

Penyebab kanker adalah mutasi DNA pada sel yang membuatnya berfungsi tidak normal; terus membelah tanpa kendali. Agar sel-sel tubuh yang lain tetap sehat dan sel imun tetap kuat melawan sel kanker, pasien kanker harus mencukupi kebutuhan nutrisinya setiap hari.

Kebutuhan nutrisi untuk pasien kanker tersebut bisa terpenuhi selama puasa dengan menerapkan diet kanker . Sebenarnya, aturan makan pada diet ini sama seperti pada hari-hari biasa, yakni pasien dianjurkan mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan yang kaya antioksidan.

Bedanya, pasien kanker harus mengakali bagaimana mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut hanya pada waktu berbuka hingga berakhirnya sahur. Dalam merencanakan diet ini selama puasa, Anda butuh arahan dari dokter onkologi atau ahli gizi khusus yang menangani kondisi Anda.

Jangan lupa, selama berpuasa pasien kanker dilarang mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti makanan tinggi gula, tinggi lemak, atau yang disajikan dengan cara dibakar.

2. Cukup minum air

Saat berpuasa, Anda tidak diperbolehkan makan dan minum. Itu artinya, kadar air dalam tubuh akan berkurang. Padahal Anda sangat butuh air agar sel-sel dalam tubuh dapat bekerja dengan baik. Jika tubuh kekurangan cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi.

Orang yang berpuasa rentan mengalami dehidrasi ringan yang menyebabkan timbulnya kelelahan, sulit konsentrasi, dan sakit kepala. Pada orang yang sehat dehidrasi harus dicegah selama menjalankan puasa, apalagi untuk pasien kanker.

Menurut American Cancer Society, kebanyakan pria dewasa membutuhkan 13 gelas air per hari, sedangkan pada wanita dewasa membutuhkan 9 gelas air per hari. Agar pasien kanker dapat memenuhi asupan cairan, sangat disarankan untuk minum air putih selama berbuka hingga sahur berakhir.

Anda bisa mengakali minum air putih saat berbuka, sebelum dan sesudah salat tarawih, sebelum tidur, dan selama sahur.

4. Cukup tidur

Pasien kanker biasanya sulit tidur, entah karena efek samping pengobatan kanker atau stres menjalani pengobatan. Padahal, jam tidur yang optimal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker sehingga menjauhkan diri dari berbagai penularan penyakit.

Saat berpuasa, waktu tidur mungkin akan berubah dan mungkin saja berkurang. Agar tetap tercukupi, pasien kanker harus tidur lebih awal atau meluangkan waktu untuk tidur sebentar di siang hari.

3. Hindari memaksakan diri untuk puasa

Puasa Ramadan dijalankan kurang lebih selama 30 hari. Hal ini tentunya menjadi tantangan besar bagi pasien kanker. Akan tetapi, selama 30 hari itu, pasien kanker tidak boleh memaksakan diri untuk menyelesaikan puasa hingga akhir. 

Bila di tengah puasa pasien merasa tidak sehat atau merasakan munculnya gejala kanker, seperti tubuh lemah dan demam,  akan lebih baik ia membatalkan puasanya. Memaksakan diri untuk menjalani puasa, tentu tidak akan memberikan manfaat  bagi pasien kanker, malah memberikan pengaruh buruk. Oleh karena itu, pasien kanker harus paham betul bagaimana kondisi tubuhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Mitosnya, kondisi luka gatal pertanda mau sembuh. Benarkah demikian? Mari simak tentang fakta luka pada artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tuba falopi tersumbat, gejala tukak lambung

Waspadai Gejala yang Menandakan Anda Kena Tukak Lambung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
mengenal berbagai jenis beras

Mengenal Jenis Beras, Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit