home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat dan Panduan Puasa yang Aman untuk Pasien Kanker

Manfaat dan Panduan Puasa yang Aman untuk Pasien Kanker

Saat bulan Ramadan tiba, tidak jarang pasien dengan penyakit kanker merasakan dilema untuk menunaikan kewajiban berpuasa. Pasalnya, banyak yang khawatir jika puasa bisa mempengaruhi kondisi penyakit. Lantas, sebenarnya bolehkah penderita kanker berpuasa, apakah mungkin ada manfaatnya? Kemudian, bagaimana panduan aman menjalankan puasa untuk pasien kanker? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Manfaat puasa untuk pasien kanker

manfaat puasa bagi penderita diabetes

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa puasa memberikan manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjalani puasa dengan aman, salah satunya pada pengidap kanker.

Namun, beberapa studi menunjukkan adanya manfaat baik puasa untuk pasien kanker. Puasa membuat sel-sel tubuh memetabolisme insulin lebih efisien untuk mengeluarkan glukosa dari darah. Itu artinya, sensitivitas insulin menjadi lebih baik sehingga mempersulit sel kanker untuk berkembang.

Selain itu, puasa juga punya potensi meningkatkan proses autophagy, yakni proses bagian-bagian sel terurai untuk penggunaan kembali nantinya. Proses ini sangat penting untuk mempertahankan sel berfungsi dengan tepat.

Kemudian studi tahun 2014 pada jurnal Cell stem cell menunjukkan puasa mengaktifkan sel-sel induk dari sistem imun untuk memperbarui dan memperbaiki diri. Itu artinya, puasa mencegah terjadinya kerusakan sel sekaligus mengganti sel imun yang rusak.

Puasa yang dijalankan pasien kanker juga punya potensi meningkatkan respons terhadap pengobatan kanker, seperti kemoterapi sehingga efek samping yang muncul lebih ringan.

Panduan aman puasa untuk pasien kanker

tubuh bugar saat puasa selama covid-19

Untuk memperoleh manfaat puasa pada penderita kanker, maka penting untuk menjalankan puasa dengan tepat. Oleh karena itu, pasien kanker perlu mengikuti panduan aman berpuasa berikut ini.

1. Konsultasi ke dokter dulu, Anda boleh berpuasa atau tidak

Permasalahan ini perlu pertimbangan lebih lanjut, baik dari penderita kanker maupun tim medis yang menanganinya. Meskipun dalam beberapa kasus, penderita kanker mendapatkan manfaat puasa, namun hal tersebut sebenarnya tergantung dengan kondisi kesehatan serta status gizi mereka masing-masing.

Penderita kanker yang sedang mengalami efek samping dari pengobatan atau malah memiliki jenis kanker yang sudah menjalar (metastasis) ke tubuh bagian lain, sebaiknya tidak melakukan puasa. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan nutrisi selama mereka melewati semua proses pengobatan tersebut.

Namun, bila penderita kanker stabil dan tidak sedang mengalami komplikasi apapun, maka mereka masih memungkinkan untuk ikut menjalani ibadah puasa. Tentu saja, hal ini harus berdasarkan rekomendasi atau anjuran tim medis yang menanganinya.

Lakukan konsultasi medis ini jauh-jauh dari sebelum puasa tiba. Ini akan memudahkan dokter membuat pertimbangan dan membuat rencana puasa Anda jauh lebih matang.

2. Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi

Penyebab kanker adalah mutasi DNA pada sel yang membuatnya berfungsi tidak normal; terus membelah tanpa kendali. Agar sel-sel tubuh yang lain tetap sehat dan sel imun tetap kuat melawan sel kanker, pasien kanker harus mencukupi kebutuhan nutrisinya setiap hari.

Kebutuhan nutrisi untuk pasien kanker tersebut bisa terpenuhi selama puasa dengan menerapkan diet kanker . Sebenarnya, aturan makan pada pola makan ini sebenarnya hampir sama seperti pada hari-hari biasa, yakni anjuran mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan yang kaya antioksidan.

Bedanya, pasien kanker harus mengakali bagaimana mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut hanya pada waktu berbuka hingga berakhirnya sahur. Dalam merencanakan diet ini selama puasa, Anda butuh arahan dari dokter onkologi atau ahli gizi khusus yang menangani kondisi Anda.

Jangan lupa, selama berpuasa pasien kanker dilarang mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti makanan tinggi gula, tinggi lemak, atau yang disajikan dengan cara dibakar.

2. Cukup minum air

Saat berpuasa, Anda tidak boleh makan dan minum. Itu artinya, kadar air dalam tubuh akan berkurang. Padahal Anda sangat butuh air agar sel-sel dalam tubuh dapat bekerja dengan baik. Jika tubuh kekurangan cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi.

Orang yang berpuasa rentan mengalami dehidrasi ringan yang menyebabkan timbulnya kelelahan, sulit konsentrasi, dan sakit kepala. Penting untuk mencegah dehidrasi saat puasa termasuk untuk pasien kanker.

Menurut American Cancer Society, kebanyakan pria dewasa membutuhkan 13 gelas air per hari, sedangkan pada wanita dewasa membutuhkan 9 gelas air per hari. Agar pasien kanker dapat memenuhi asupan cairan, upayakan untuk minum air putih selama berbuka hingga sahur berakhir.

Anda bisa mengakali minum air putih saat berbuka, sebelum dan sesudah salat tarawih, sebelum tidur, dan selama sahur.

4. Cukup tidur

Pasien kanker biasanya sulit tidur, entah karena efek samping pengobatan kanker atau stres menjalani pengobatan. Padahal, jam tidur yang optimal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker untuk menghindari penularan penyakit.

Saat berpuasa, waktu tidur mungkin akan berubah dan mungkin saja berkurang. Agar tetap tercukupi, pasien kanker harus tidur lebih awal atau meluangkan waktu untuk tidur sebentar pada siang hari.

3. Hindari memaksakan diri untuk puasa

Puasa Ramadan selama kurang lebih 30 hari, dapat menjadi tantangan besar bagi pasien kanker. Akan tetapi, selama 30 hari itu, pasien kanker tidak boleh memaksakan untuk menyelesaikan puasa hingga akhir.

Bila di tengah puasa pasien merasa tidak sehat atau merasakan munculnya gejala kanker, seperti tubuh lemah dan demam, akan lebih baik ia membatalkan puasanya. Memaksakan diri untuk menjalani puasa, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi pasien kanker, malah memberikan pengaruh buruk. Oleh karena itu, pasien kanker harus paham betul bagaimana kondisi tubuhnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amaravadi, R., Kimmelman, A. C., & White, E. (2016). Recent insights into the function of autophagy in cancer. Genes & development30(17), 1913–1930. https://doi.org/10.1101/gad.287524.116 [Accessed on July 15th, 2o20]

Barnosky, A., Hoddy, K., Unterman, T., & Varady, K. (2014). Intermittent fasting vs daily calorie restriction for type 2 diabetes prevention: a review of human findings. Translational Research164(4), 302-311. doi: 10.1016/j.trsl.2014.05.013 [Accessed on July 15th, 2o20]

Bhutia, S. K., Mukhopadhyay, S., Sinha, N., Das, D. N., Panda, P. K., Patra, S. K., Maiti, T. K., Mandal, M., Dent, P., Wang, X. Y., Das, S. K., Sarkar, D., & Fisher, P. B. (2013). Autophagy: cancer’s friend or foe?. Advances in cancer research118, 61–95. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-407173-5.00003-0 [Accessed on July 15th, 2o20]

Cheng, C. W., Adams, G. B., Perin, L., Wei, M., Zhou, X., Lam, B. S., Da Sacco, S., Mirisola, M., Quinn, D. I., Dorff, T. B., Kopchick, J. J., & Longo, V. D. (2014). Prolonged fasting reduces IGF-1/PKA to promote hematopoietic-stem-cell-based regeneration and reverse immunosuppression. Cell stem cell14(6), 810–823. https://doi.org/10.1016/j.stem.2014.04.014 [Accessed on July 15th, 2o20]

Collins K. K. (2014). The diabetes-cancer link. Diabetes spectrum : a publication of the American Diabetes Association27(4), 276–280. https://doi.org/10.2337/diaspect.27.4.276 [Accessed on July 15th, 2o20]

Fadaka, A., Ajiboye, B., Ojo, O., Adewale, O., Olayide, I., & Emuowhochere, R. (2017). Biology of glucose metabolization in cancer cells. Journal Of Oncological Sciences3(2), 45-51. doi: 10.1016/j.jons.2017.06.002 [Accessed on July 15th, 2o20]

Ku, M., Ramos, M. J., & Fung, J. (2017, December 15). Therapeutic fasting as a potential effective treatment for type 2 diabetes: A 4-month case study. Journal of Insulin Resistance2(1), 1–5
https://insulinresistance.org/index.php/jir/article/view/31/79 [Accessed on July 15th, 2o20]

Longo, V. D., & Mattson, M. P. (2014). Fasting: molecular mechanisms and clinical applications. Cell metabolism19(2), 181–192. https://doi.org/10.1016/j.cmet.2013.12.008 [Accessed on July 15th, 2o20]

Bauersfeld, S. P., Kessler, C. S., Wischnewsky, M., Jaensch, A., Steckhan, N., Stange, R., Kunz, B., Brückner, B., Sehouli, J., & Michalsen, A. (2018). The effects of short-term fasting on quality of life and tolerance to chemotherapy in patients with breast and ovarian cancer: a randomized cross-over pilot study. BMC cancer18(1), 476. https://doi.org/10.1186/s12885-018-4353-2 [Accessed on July 15th, 2o20]

Orgel, E., & Mittelman, S. D. (2013). The links between insulin resistance, diabetes, and cancer. Current diabetes reports13(2), 213–222. https://doi.org/10.1007/s11892-012-0356-6 [Accessed on July 15th, 2o20]

Cancer and fasting / Calorie restriction. (n.d.). UCSF Osher Center for Integrative Medicine. https://osher.ucsf.edu/patient-care/integrative-medicine-resources/cancer-and-nutrition/faq/cancer-and-fasting-calorie-restriction [Accessed on July 15th, 2o20]

Healthy dietary approaches for cancer patients. UCSF Osher Center for Integrative Medicine. https://osher.ucsf.edu/patient-care/integrative-medicine-resources/cancer-and-nutrition/healthy-dietary-approaches [Accessed on July 15th, 2o20]

Cancer – Symptoms and causes. (2018, December 12). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588 [Accessed on July 15th, 2o20]

Benefits of good nutrition during cancer treatment. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/benefits.html [Accessed on July 15th, 2o20]

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/healthbeat/8-principles-of-low-glycemic-eating [Accessed on July 15th, 2o20]

Bragazzi, N. L., Briki, W., Khabbache, H., Rammouz, I., Chamari, K., Demaj, T., Re, T. S., & Zouhir, M. (2016). Ramadan Fasting and Patients with Cancer: State-of-the-Art and Future Prospects. Frontiers in oncology6, 27. https://doi.org/10.3389/fonc.2016.00027 [Accessed on July 15th, 2o20]

Tazi, I. (2008). Ramadan and Cancer. Journal Of Clinical Oncology26(33), 5485-5485. doi: 10.1200/jco.2008.19.7541 [Accessed on July 15th, 2o20]

Elsevier. (2014, June 5). Fasting may protect against immune-related effects of chemotherapy and aging. Elsevier Connect. https://www.elsevier.com/connect/fasting-may-protect-against-immune-related-effects-of-chemotherapy-and-aging [Accessed on July 15th, 2o20]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 14/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri