backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

5 Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Sehat?

Daging kambing dan sapi merupakan jenis daging yang paling banyak ditemui, terutama saat perayaan Idul Adha. Namun, banyak orang sulit membedakan keduanya karena tampilannya yang mirip. Berikut perbedaan antara daging sapi dan kambing.

Perbedaan daging sapi vs daging kambing

Bagi masyarakat Indonesia, daging sapi dan kambing sering kali diolah menjadi berbagai masakan populer, mulai dari tongseng, gulai, dan sate.

Sekilas, daging sapi dan kambing memang terlihat sama. Akan tetapi, jika Anda perhatikan kembali, sebenarnya terdapat perbedaan diantara kedua daging ini. 

Perbedaan ini bisa dilihat dari tampilannya, manfaat, serta kandungan zat gizinya. Berikut ini cara membedakan kedua jenis daging tersebut.

1. Karakteristik fisik

Daging sapi

Perbedaan antara daging sapi dan kambing bisa dilihat dari warnanya. Daging kambing umumnya berwarna merah muda dan tampak lebih cerah.

Sementara itu, daging sapi biasanya berwarna merah pucat dan akan berubah menjadi sedikit kecokelatan jika terkena udara. 

Dari segi teksturnya, daging sapi biasanya memiliki tekstur yang lebih empuk dan kenyal. Ketika ditekan dengan jari, permukaanya akan kembali seperti semula.

Sementara itu, daging kambing biasanya memiliki tekstur yang cenderung kasar dan sedikit kaku, sehingga harus diolah dengan tepat agar empuk.

2. Aroma dan rasa

Selain dari tampilan fisiknya, Anda dapat mengenali perbedaan kedua jenis daging ini berdasarkan baunya.

Kedua jenis daging hewan ini memang memiliki bau yang khas, yakni bau amis. Namun, daging kambing biasanya memiliki aroma amis yang lebih kuat dari daging sapi.

Jika diolah dengan cara yang tidak tepat, aroma amis bisa tetap tercium sekalipun daging kambing telah dimasak.

Dari segi rasa, kedua jenis daging ini sebenarnya memiliki rasa yang mirip. Namun, rasa daging sapi cenderung lebih manis dari daging sapi.

3. Cara mengolah

Daging kambing memiliki tekstur yang sedikit keras, sehingga jenis daging ini biasanya perlu dimasak dalam waktu lama.

Mengutip USDA, sebaiknya masak daging kambing dengan suhu 62 ºCelsius, lalu istirahatkan dulu selama 3 menit sebelum dikonsumsi.

Daging kambing juga memiliki rasa yang gurih sehingga cocok dimasak bersama rempah-rempah sebagai tongseng atau gulai.

Sementara itu, tekstur daging sapi cenderung lebih lembut, sehingga jenis daging ini cocok dikonsumsi dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus.

4. Kandungan gizi

Mengutip situs Data Komposisi Pangan Indonesia, daging sapi memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari daging kambing.

Sebanyak 100 gram daging sapi mengandung 19 gram protein, sedangkan daging kambing hanya mengandung 16 gram protein.

Akan tetapi, kandungan lemak dan natrium daging kambing lebih rendah, yakni 9,2 gram lemak dan 96 milligram natrium.

Sementara itu, kandungan lemak pada daging sapi adalah sebanyak 12 gram dan kandungan natriumnnya sebanyak 99 miligram.

5. Manfaat untuk kesehatan

Pada dasarnya, kedua jenis daging ini sama-sama bermanfaat untuk kesehatan karena keduanya merupakan makanan bergizi. 

Kedua jenis daging ini juga memiliki kandungan zat gizi yang tidak jauh berbeda, seperti tinggi protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan zink.

Namun, kandungan fosfor dan zat besi pada daging sapi lebih tinggi.

Fosfor dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi. Sementara zat besi, berperan dalam meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh dan bermanfaat mencegah anemia.

Meskipun begitu, daging kambing mengandung zink lebih tinggi. Mineral ini berperan penting meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

6. Risiko kesehatan

Daging sapi memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi, sehingga kebanyakan makan daging kambing tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan. 

Makan daging sapi berlebihan juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi karena daging ini mengandung natrium yang cukup tinggi.

Meskipun jumlah kalori dan natrium pada daging kambing lebih rendah, makan kebanyakan bisa meningkatkan risiko yang sama dengan daging sapi.

Jadi, tetap konsumsi daging kambing dalam batas yang wajar. 

Daging kambing vs daging sapi, mana yang lebih sehat?

manfaat daging rusa

Daging kambing sedikit lebih sehat dibandingkan dengan daging sapi. Ini karena daging kambing memiliki jumlah kalori dan lemak yang lebih rendah. 

Sebanyak 100 gram daging kambing mengandung kalori sebanyak 149 kkal. Nah, daging sapi memiliki jumlah kalori sebanyak 190 kkal.

Bahkan, jumlah kalori daging kambing ini lebih rendah dari daging ayam dengan ukuran yang sama, yakni sebanyak 298 kkal.

Meskipun demikian, pastikan konsumsi daging kambing sewajarnya, paling tidak 70 gram atau setara dengan 2 potong daging per hari, agar terhindar dari risiko penyakit. 

Kesimpulan

Perbedaan daging kambing dan sapi dapat dilihat dari tampilan, aroma, rasa, cara pengolahan, kandungan gizi, serta manfaatnya. Keduanya sama-sama sumber protein dan mineral yang baik untuk tubuh, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Dari risiko kesehatannya, makan daging kambing lebih menyehatkan dari daging sapi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan