Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kopi jadi minuman favorit banyak orang karena aroma kuat dan efeknya yang ampuh untuk menyegarkan pikiran. Namun, Anda mungkin saja malah gemetar setelah minum kopi, baik hanya di tangan atau di seluruh tubuh. Apakah hal ini wajar atau malah bahaya?

Apa penyebab tubuh atau tangan gemetar setelah minum kopi?

benarkah minum kopi mencegah diabetes

Kopi merupakan salah satu jenis minuman alami yang baik buat kesehatan. Akan tetapi, dalam tubuh Anda kandungan kafein dalam kopi berfungsi sebagai obat stimulan. Obat stimulan ini bertugas untuk merangsang sistem saraf pusat dalam otak.

Sistem saraf pusat sendiri adalah pusat perintah bagi seluruh fungsi tubuh. Maka, minum kopi memang bisa menimbulkan macam-macam efek samping pada tubuh Anda.

Salah satunya adalah tangan atau seluruh tubuh gemetar sehabis minum kopi. Biasanya hal ini terjadi kalau Anda sudah minum kebanyakan (overdosis) kopi atau minuman berkafein dalam sehari.

Akan tetapi, beberapa orang yang sangat peka terhadap kafein juga bisa mengalami efek samping ini meskipun baru minum sedikit saja. Apalagi kalau Anda punya kondisi kesehatan tertentu misalnya gangguan cemas.

Anda bisa gemetar seusai minum kopi karena kafein mengirim sinyal pada sistem saraf pusat agar bekerja lebih keras. Akibatnya, otot-otot Anda jadi terangsang untuk berkontraksi (bergerak) di luar kendali Anda. Inilah yang membuat tubuh Anda gemetaran.

Pada dasarnya, gemetar setelah minum kopi tidak membahayakan. Efek samping ini biasanya akan hilang sendiri kalau kafein sudah tuntas dicerna oleh tubuh. Namun, bila gemetar tak kunjung berhenti selama berjam-jam, segera cari bantuan medis.

Berapa kali minum kopi dalam sehari yang masih aman?

Cara terbaik untuk menghentikan gemetar adalah langsung berhenti minum kopi ketika gejala muncul. Selain itu, untuk mencegah tangan dan tubuh gemetar, sebaiknya kurangi dosis kafein Anda dalam sehari.

Menurut pusat riset kesehatan Mayo Clinic, dosis yang masih aman bagi orang dewasa yaitu 400 miligram (mg) kafein per hari. Akan tetapi, Anda bisa saja sensitif terhadap kafein sehingga dosis 200 mg saja sudah menimbulkan berbagai efek samping.

Dosis 400 mg sama dengan empat cangkir kopi. Namun, ingatlah bahwa kandungan kafein tak cuma ditemukan dalam kopi saja. Teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman energi juga mengandung kafein dalam dosis cukup tinggi.

Karena itu, Anda sebaiknya membatasi minum kopi sebanyak dua cangkir saja sehari.  

Gejala overdosis kafein

Selain gemetar setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya, Anda juga sebaiknya berhati-hati kalau mengalami berbagai gejala overdosis kafein:

  • sakit kepala atau migrain,
  • insomnia (sulit tidur),
  • gelisah,
  • mudah marah atau merasa bad mood,
  • bolak-balik buang air kecil,
  • sakit perut, serta
  • jantung berdebar.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit