home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Kopi jadi minuman favorit banyak orang karena aroma kuat dan efeknya yang ampuh untuk menyegarkan pikiran. Namun, Anda mungkin saja malah gemetar setelah minum kopi, baik hanya di tangan atau di seluruh tubuh. Apakah hal ini wajar atau malah bahaya?

Apa penyebab tubuh atau tangan gemetar setelah minum kopi?

benarkah minum kopi mencegah diabetes

Kopi merupakan salah satu jenis minuman alami yang baik buat kesehatan. Akan tetapi, dalam tubuh Anda kandungan kafein dalam kopi berfungsi sebagai obat stimulan. Obat stimulan ini bertugas untuk merangsang sistem saraf pusat dalam otak.

Sistem saraf pusat sendiri adalah pusat perintah bagi seluruh fungsi tubuh. Maka, minum kopi memang bisa menimbulkan macam-macam efek samping pada tubuh Anda.

Salah satunya adalah tangan atau seluruh tubuh gemetar sehabis minum kopi. Biasanya hal ini terjadi kalau Anda sudah minum kebanyakan (overdosis) kopi atau minuman berkafein dalam sehari.

Akan tetapi, beberapa orang yang sangat peka terhadap kafein juga bisa mengalami efek samping ini meskipun baru minum sedikit saja. Apalagi kalau Anda punya kondisi kesehatan tertentu misalnya gangguan cemas.

Anda bisa gemetar seusai minum kopi karena kafein mengirim sinyal pada sistem saraf pusat agar bekerja lebih keras. Akibatnya, otot-otot Anda jadi terangsang untuk berkontraksi (bergerak) di luar kendali Anda. Inilah yang membuat tubuh Anda gemetaran.

Pada dasarnya, gemetar setelah minum kopi tidak membahayakan. Efek samping ini biasanya akan hilang sendiri kalau kafein sudah tuntas dicerna oleh tubuh. Namun, bila gemetar tak kunjung berhenti selama berjam-jam, segera cari bantuan medis.

Berapa kali minum kopi dalam sehari yang masih aman?

Cara terbaik untuk menghentikan gemetar adalah langsung berhenti minum kopi ketika gejala muncul. Selain itu, untuk mencegah tangan dan tubuh gemetar, sebaiknya kurangi dosis kafein Anda dalam sehari.

Menurut pusat riset kesehatan Mayo Clinic, dosis yang masih aman bagi orang dewasa yaitu 400 miligram (mg) kafein per hari. Akan tetapi, Anda bisa saja sensitif terhadap kafein sehingga dosis 200 mg saja sudah menimbulkan berbagai efek samping.

Dosis 400 mg sama dengan empat cangkir kopi. Namun, ingatlah bahwa kandungan kafein tak cuma ditemukan dalam kopi saja. Teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman energi juga mengandung kafein dalam dosis cukup tinggi.

Karena itu, Anda sebaiknya membatasi minum kopi sebanyak dua cangkir saja sehari.

Gejala overdosis kafein

Selain gemetar setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya, Anda juga sebaiknya berhati-hati kalau mengalami berbagai gejala overdosis kafein:

  • sakit kepala atau migrain,
  • insomnia (sulit tidur),
  • gelisah,
  • mudah marah atau merasa bad mood,
  • bolak-balik buang air kecil,
  • sakit perut, serta
  • jantung berdebar.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Caffeine Cause Hand Tremors? http://www.livestrong.com/article/480685-can-caffeine-cause-hand-tremors/ Diakses pada 19 Juni 2017.

Does Caffeine Gives You the Shakes? http://healthyeating.sfgate.com/caffeine-give-shakes-10338.html Diakses pada 19 Juni 2017.

Drug-Induced Tremors. http://www.healthline.com/health/drug-induced-tremor#overview1 Diakses pada 19 Juni 2017.

Are You Suffering from a Caffeine Overdose? https://draxe.com/caffeine-overdose/ Diakses pada 19 Juni 2017.

Caffeine: How much is too much? http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678 Diakses pada 19 Juni 2017.

Caffeine Overdose https://medlineplus.gov/ency/article/002579.htm Diakses pada 20 Juni 2017

Caffeine Overdose: How Much is Too Much? http://www.healthline.com/health/caffeine-overdose#causes-andrisk-factors3 Diakses pada 20 Juni 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri