3 Tips Mengatasi Lemas dan Lesu di Hari-hari Awal Puasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki bulan puasa, penting bagi Anda untuk menjaga tubuh tetap segar dan bertenaga setiap hari. Memang ketika sudah dijalani, puasa terasa kian mudah dan menyegarkan. Namun di hari-hari pertama puasa, tubuh cenderung lemas dan tak bertenaga.

Kira-kira mengapa lemas saat puasa biasanya paling parah di hari-hari pertama, ya? Adakah cara untuk menghindarinya? Nah, simak informasi lengkap seputar badan lemas saat puasa di bawah ini.

Kenapa di awal masa puasa badan terasa lebih lemas?

Ketika Anda menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak mendapat zat gizi selama berjam-jam setelah sahur. Padahal, tubuh perlu karbohidrat yang akan diolah jadi gula. Kemudian gula akan diproses menjadi bahan bakar atau sumber energi Anda sepanjang hari(4).

Namun, menurut seorang pakar sistem endokrin dan metabolisme dr. David McCulloch, sumber energi ini hanya bertahan beberapa jam setelah Anda makan(4). Inilah mengapa di siang dan sore hari tubuh Anda mulai kehilangan energi dan Anda pun lemas.

Jangan khawatir, tubuh mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan Anda saat puasa(1). Tubuh akan mulai membaca kebiasaan baru Anda, yaitu tidak akan mendapat asupan karbohidrat lagi sampai waktunya berbuka puasa. Maka, tubuh akan menyimpan gula dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. Jika saat Anda tidak puasa, gula dari kabohidrat langsung dibakar dalam waktu beberapa jam saja, waktu puasa gula akan dibakar pelan-pelan, yaitu sampai tiba saatnya berbuka.

Namun, penyesuaian ini tidak bisa terjadi dalam sekejap mata. Tubuh memerlukan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu untuk beradaptasi dengan proses ini(1). Maka, biasanya Anda hanya akan merasa letih dan lemas di awal-awal bulan puasa.

Nutrisi penting saat buka dan sahur agar tidak lemas saat puasa

Untuk mencegah badan lemas saat puasa, terutama di hari-hari pertama Ramadan, pastikan tubuh Anda mendapatkan asupan nutrisi-nutrisi penting berikut ini.

1. Karbohidrat kompleks

Saat sahur, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks daripada karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana lebih banyak mengandung gula sedangkan karbohidrat kompleks lebih banyak mengandung serat dan ragi(7).

Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, proses pengolahan karbohidrat menjadi sumber energi berlangsung lebih lama. Maka, tubuh Anda pun bisa bertahan berjam-jam sebelum buka puasa tanpa asupan karbohidrat lagi di siang atau sore hari. Perbanyak asupan karbohidrat kompleks dari produk olahan gandum utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan(7).

2. Zat seng

Seperti dijelaskan oleh seorang ahli gizi klinis asal Amerika Serikat Dr. Josh Axe, zinc atau dikenal juga dengan istilah zat seng sangat diperlukan guna mengolah karbohidrat dalam tubuh. Kalau Anda kekurangan zat seng, karbohidrat yang Anda konsumsi saat sahur akan sulit diubah jadi sumber energi(3). Akibatnya, Anda akan merasa lemas saat puasa seharian.

Untuk itu, pastikan Anda memenuhi asupan zat seng saat sahur dan buka puasa. Pilih menu yang kaya zat seng seperti daging sapi atau kambing. Namun, makan daging saat sahur dan berbuka saja belum mencukupi kebutuhan zat seng dalam sehari. Jadi bila perlu, saat sahur dan buka puasa Anda bisa mengonsumsi suplemen yang kaya akan zinc.

3. Vitamin C

Badan lemas saat puasa juga bisa disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh(5). Pasalnya, ketika puasa tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi sebanyak dan selengkap biasanya. Akibatnya sistem daya tahan tubuh kesulitan menjaga Anda tetap sehat. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah mengonsumsi vitamin C.

Oleh karenanya, jangan lupa mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C seperti jambu, cabai merah, dan brokoli. Bila perlu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang sudah mengandung vitamin C sekaligus zinc setelah makan sahur, atau setelah berbuka puasa. Ini bisa membantu Anda menjaga stamina di hari-hari awal puasa dan sepanjang bulan Ramadan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

    Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

    Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

    Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

    Mari mengenal jamur cordyceps yang sejak dulu digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 7 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

    Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    vitamin untuk otak

    Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    susu penambah berat badan

    Apakah Susu Penambah Berat Badan Betulan Ampuh Bikin Berisi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    vitamin C mencerahkan kulit

    Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit