home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Tips Mengatasi Lemas dan Lesu di Hari-hari Awal Puasa

3 Tips Mengatasi Lemas dan Lesu di Hari-hari Awal Puasa

Memasuki bulan puasa, penting bagi Anda untuk menjaga tubuh tetap segar dan bertenaga setiap hari. Memang ketika sudah dijalani, puasa terasa kian mudah dan menyegarkan. Namun di hari-hari pertama puasa, tubuh cenderung lemas dan tak bertenaga.

Kira-kira mengapa lemas saat puasa biasanya paling parah di hari-hari pertama, ya? Adakah cara untuk menghindarinya? Nah, simak informasi lengkap seputar badan lemas saat puasa di bawah ini.

Kenapa di awal masa puasa badan terasa lebih lemas?

Ketika Anda menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak mendapat zat gizi selama berjam-jam setelah sahur. Padahal, tubuh perlu karbohidrat yang akan diolah jadi gula.

Selanjutnya, gula akan diproses menjadi bahan bakar atau sumber energi Anda sepanjang hari.

Namun, menurut seorang pakar sistem endokrin dan metabolisme dr. David McCulloch, sumber energi ini hanya bertahan beberapa jam setelah Anda makan.

Inilah mengapa di siang dan sore hari tubuh Anda mulai kehilangan energi dan Anda pun lemas.

Jangan khawatir, tubuh mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan Anda saat puasa.

Tubuh akan mulai membaca kebiasaan baru Anda, yaitu tidak akan mendapat asupan karbohidrat lagi sampai waktunya berbuka puasa.

Jadi, tubuh akan menyimpan gula dalam waktu yang lebih lama dari biasanya.

Jika saat Anda tidak puasa, gula dari kabohidrat langsung dibakar dalam waktu beberapa jam saja, waktu puasa gula akan dibakar pelan-pelan, yaitu sampai tiba saatnya berbuka.

Namun, penyesuaian ini tidak bisa terjadi dalam sekejap mata. Tubuh memerlukan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu untuk beradaptasi dengan proses ini.

Itu sebabnya, biasanya Anda hanya akan merasa letih dan lemas di awal-awal bulan puasa.

Nutrisi penting saat buka dan sahur agar tidak lemas saat puasa

Untuk mencegah badan lemas saat puasa, terutama di hari-hari pertama Ramadan, pastikan tubuh Anda mendapatkan asupan nutrisi-nutrisi penting berikut ini:

1. Karbohidrat kompleks

Saat sahur, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks daripada karbohidrat sederhana.

Karbohidrat sederhana lebih banyak mengandung gula sedangkan karbohidrat kompleks lebih banyak mengandung serat dan ragi.

Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, proses pengolahan karbohidrat menjadi sumber energi berlangsung lebih lama.

Maka itu, tubuh Anda pun bisa bertahan berjam-jam sebelum buka puasa tanpa asupan karbohidrat lagi di siang atau sore hari.

Perbanyak asupan karbohidrat kompleks dari produk olahan gandum utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan.

2. Zat seng

Seperti dijelaskan oleh seorang ahli gizi klinis asal Amerika Serikat Dr. Josh Axe, zinc atau dikenal juga dengan istilah zat seng sangat diperlukan guna mengolah karbohidrat dalam tubuh.

Bila Anda kekurangan mineral seng, karbohidrat yang Anda konsumsi saat sahur akan sulit diubah jadi sumber energi. Akibatnya, Anda akan merasa lemas saat puasa seharian.

Untuk itu, pastikan Anda memenuhi asupan seng saat sahur dan buka puasa. Pilih menu yang kaya zat seng seperti daging sapi atau kambing.

Namun, makan daging saat sahur dan berbuka saja belum mencukupi kebutuhan zat seng dalam sehari. Jadi bila perlu, saat sahur dan buka puasa Anda bisa mengonsumsi suplemen yang kaya akan zinc.

3. Vitamin C

Badan lemas saat puasa juga bisa disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh. Pasalnya, ketika puasa tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi sebanyak dan selengkap biasanya.

Akibatnya sistem daya tahan tubuh kesulitan menjaga Anda tetap sehat. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah mengonsumsi vitamin C.

Oleh karenanya, jangan lupa mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C seperti jambu, cabai merah, dan brokoli.

Bila perlu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen yang sudah mengandung vitamin C sekaligus seng setelah makan sahur, atau setelah berbuka puasa.

Ini bisa membantu Anda menjaga stamina di hari-hari awal puasa dan sepanjang bulan Ramadan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understanding Muslim Fasting Practices. Retrieved 26 April 2021, from http://www.todaysdietitian.com/newarchives/072709p56.shtml

Energy metabolism in feasting and fasting. Retrieved 26 April 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/371355

How Our Bodies Turn Food Into Energy. Retrieved 26 April 2021, from https://www.ghc.org/healthAndWellness/?item=/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/foodProcess.html

Immune System Changes and Chronic Fatigue Syndrome. Retrieved 26 April 2021, from http://www.webmd.com/chronic-fatigue-syndrome/news/20150227/immune-system-changes-tied-to-chronic-fatigue-syndrome#1

Immune-enhancing role of vitamin C and zinc and effect on clinical conditions. Retrieved 26 April 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16373990

Simple Carbohydrates vs. Complex Carbohydrates. Retrieved 26 April 2021, from http://www.healthline.com/health/food-nutrition/simple-carbohydrates-complex-carbohydrates

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 26/04/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x