home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makan Tomat: Cara Mudah Menurunkan Risiko Kanker Kulit

Makan Tomat: Cara Mudah Menurunkan Risiko Kanker Kulit

Rasa tomat yang asam dan segar, membuat sayuran yang sering dianggap buah ini sangat cocok untuk dijadikan campuran salad atau diminum segar sebagai jus. Tidak hanya itu, sayuran berwarna oranye ini memiliki banyak khasiat, salah satunya bisa menurunkan risiko kanker kulit. Bagaimana bisa? Simak artikel ini.

Kandungan nutrisi dalam tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University, tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit. Penelitian yang telah dipublikasikan di journal Scientific Reports ini menjelaskan bagaimana tomat bisa melindungi Anda dari kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Jenis-jenis kanker kulit tersebut dapat terjadi akibat akumulasi paparan sinar matahari.

Menggunakan tabir surya yang bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB memang bisa membantu menurunkan risiko terkena karsinoma keratinosit. Namun sejak adanya imbauan dari Surgeon General’s Call to Action di Amerika Serikat untuk mencegah kanker kulit, para peneliti bekerja lebih keras untuk mencari cara mengurangi risiko kanker kulit.

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University menunjukkan, risiko kanker berkurang hingga 50 persen karena asupan tomat. Penelitian ini dilakukan pada tikus jantan yang diberikan 10 persen bubuk tomat setiap hari selama 35 minggu.

Tikus-tikus ini lalu diberi paparan sinar ultraviolet. Hasilnya adalah terjadi penurunan risiko kanker kulit sebesar 50 persen dibandingkan kelompok tikus yang tidak mendapatkan asupan tomat.

Mengapa tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit? Kandungan karotenoid yaitu pigmen yang memberikan warna pada tomat mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Karotenoid ini disimpan di kulit manusia setelah Anda mengonsumsi tomat, dan mampu melindungi kulit Anda terhadap kerusakan sinar UV.

Peran utama kandungan karotenoid pada tomat diyakini ikut berperan adalah lycopene. Namun lycopene tidak berdiri sendiri, terbukti dalam penelitian lain, para peneliti menemukan perbedaan ketika lycopene diberikan dalam bentuk tomat utuh dibandingkan dengan suplemen yang disintesis.

Penelitian ini juga telah dilakukan uji coba pada manusia. Para partisipan yang mengonsumsi pasta tomat selama 12 minggu menunjukkan peningkatan perlindungan dari sinar matahari sebesar 33 persen.

Apa solusi untuk melindungi kulit dari sinar UV?

Kulit akan terbakar jika terkena sinar matahari terlalu lama dan tanpa perlindungan. Tidak hanya masalah kecantikan, sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko timbulnya kanker kulit. Salah satu cara agar terhindar dari efek buruk sinar matahari memang dengan memakai tabir surya secara tepat.

Dengan memakai tabir surya secara tepat, kulit akan terlindung dari bahaya sinar matahari yang bisa memicu produksi melanin, yaitu pigmen penentuan kulit, yang bisa membuat kulit menjadi gelap. Sebenarnya dengan menggunakan tabir surya SPF 15 sudah cukup. Kadar SPF yang lebih tinggi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kulit sangat putih, terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat kanker kulit atau lupus.

Gunakanlah tabir surya setiap Anda beraktivitas di luar rumah, terutama pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Gunakan tabir surya baik pada kondisi cuaca sedang panas atau mendung. Saat mendung ternyata sinar UV bisa menembus awan. Oleskan tabir surya 15 menit atau 30 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari.

Oleskan sekitar dua sendok makan tabir surya ke seluruh tubuh (jangan terlalu sedikit). Dan yang paling penting adalah gunakan tabir surya secara berulang ulang setiap dua jam sekali. Gunakan lebih sering jika Anda berkeringat atau berenang.

Jika Anda tidak melakukan cara-cara di atas, maka kemungkinan kulit Anda terbakar walaupun sudah menggunakan tabir surya sangat besar kemungkinannya.

Dan yang terakhir, sebagus atas setebal apapun tabir surya yang Anda pakai tidak dapat sepenuhnya melindungi Anda dari sengatan matahari. Kulit masih saja berpotensi menjadi lebih hitam, terbakar dan bahkan terkena kanker kulit. Oleh karena itu, selain menggunakan tabir surya maka harus ditambah dengan perlindungan lainnya, seperti memakai kaca mata, kenakan topi bertepi lebar, gunakan payung, atau memakai pakaian panjang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

An Update on the Health Effects of Tomato Lycopene – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3850026/ Accessed 3 Aug. 2017

Daily tomato consumption may protect against skin cancer. http://www.medicalnewstoday.com/articles/318452.php. Accessed 31/07/2017.

Eating tomatoes may lessen risk of skin cancer. http://www.msn.com/en-us/health/healthtrending/eating-tomatoes-may-lessen-risk-of-skin-cancer/ar-BBEoS0q?li=AA51YE. Accessed 31/07/2017.

Choose the Right Sunscreen. https://www.cancer.org/latest-news/choose-the-right-sunscreen.html. Accessed 31/07/2017.


Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari pada 14/08/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x