Makan Tomat: Cara Mudah Menurunkan Risiko Kanker Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa tomat yang asam dan segar, membuat sayuran yang sering dianggap buah ini sangat cocok untuk dijadikan campuran salad atau diminum segar sebagai jus. Tidak hanya itu, sayuran berwarna oranye ini memiliki banyak khasiat, salah satunya bisa menurunkan risiko kanker kulit. Bagaimana bisa? Simak artikel ini.

Kandungan nutrisi dalam tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University, tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit. Penelitian yang telah dipublikasikan di journal Scientific Reports ini menjelaskan bagaimana tomat bisa melindungi Anda dari kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Jenis-jenis kanker kulit tersebut dapat terjadi akibat akumulasi paparan sinar matahari.

Menggunakan tabir surya yang bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB memang bisa membantu menurunkan risiko terkena karsinoma keratinosit. Namun sejak adanya imbauan dari Surgeon General’s Call to Action di Amerika Serikat untuk mencegah kanker kulit, para peneliti bekerja lebih keras untuk mencari cara mengurangi risiko kanker kulit.

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University menunjukkan, risiko kanker berkurang hingga 50 persen karena asupan tomat. Penelitian ini dilakukan pada tikus jantan yang diberikan 10 persen bubuk tomat setiap hari selama 35 minggu.

Tikus-tikus ini lalu diberi paparan sinar ultraviolet. Hasilnya adalah terjadi penurunan risiko kanker kulit sebesar 50 persen dibandingkan kelompok tikus yang tidak mendapatkan asupan tomat.

Mengapa tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit? Kandungan karotenoid yaitu pigmen yang memberikan warna pada tomat mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Karotenoid ini disimpan di kulit manusia setelah Anda mengonsumsi tomat, dan mampu melindungi kulit Anda terhadap kerusakan sinar UV.

Peran utama kandungan karotenoid pada tomat diyakini ikut berperan adalah lycopene. Namun lycopene tidak berdiri sendiri, terbukti dalam penelitian lain, para peneliti menemukan perbedaan ketika lycopene diberikan dalam bentuk tomat utuh dibandingkan dengan suplemen yang disintesis.

Penelitian ini juga telah dilakukan uji coba pada manusia. Para partisipan yang mengonsumsi pasta tomat selama 12 minggu menunjukkan peningkatan perlindungan dari sinar matahari sebesar 33 persen.

Apa solusi untuk melindungi kulit dari sinar UV?

Kulit akan terbakar jika terkena sinar matahari terlalu lama dan tanpa perlindungan. Tidak hanya masalah kecantikan, sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko timbulnya kanker kulit. Salah satu cara agar terhindar dari efek buruk sinar matahari memang dengan memakai tabir surya secara tepat.

Dengan memakai tabir surya secara tepat, kulit akan terlindung dari bahaya sinar matahari yang bisa memicu produksi melanin, yaitu pigmen penentuan kulit, yang bisa membuat kulit menjadi gelap. Sebenarnya dengan menggunakan tabir surya SPF 15 sudah cukup. Kadar SPF yang lebih tinggi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kulit sangat putih, terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat kanker kulit atau lupus.

Gunakanlah tabir surya setiap Anda beraktivitas di luar rumah, terutama pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Gunakan tabir surya baik pada kondisi cuaca sedang panas atau mendung. Saat mendung ternyata sinar UV bisa menembus awan. Oleskan tabir surya 15 menit atau 30 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari.

Oleskan sekitar dua sendok makan tabir surya ke seluruh tubuh (jangan terlalu sedikit). Dan yang paling penting adalah gunakan tabir surya secara berulang ulang setiap dua jam sekali. Gunakan lebih sering jika Anda berkeringat atau berenang.

Jika Anda tidak melakukan cara-cara di atas, maka kemungkinan kulit Anda terbakar walaupun sudah menggunakan tabir surya sangat besar kemungkinannya.

Dan yang terakhir, sebagus atas setebal apapun tabir surya yang Anda pakai tidak dapat sepenuhnya melindungi Anda dari sengatan matahari. Kulit masih saja berpotensi menjadi lebih hitam, terbakar dan bahkan terkena kanker kulit. Oleh karena itu, selain menggunakan tabir surya maka harus ditambah dengan perlindungan lainnya, seperti memakai kaca mata, kenakan topi bertepi lebar, gunakan payung, atau memakai pakaian panjang.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Keliru, Begini Urutan Pakai Produk Skin Care yang Benar Sesuai Aturan

Semahal apa pun produk perawatan kulit yang Anda punya jika salah urutan skincare, percuma saja. Berikut urutan pemakaian skin care yang benar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 5 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Efek tanning selain menggelapkan dan meratakan warna kulit ternyata juga berefek terhadap kesehatan kulit. Tidak hanya kulit keriput, kanker kulit juga mungkin terjadi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Porfiria

Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat tomat

7 Manfaat Ini Akan Bikin Anda Ingin Lebih Sering Makan Tomat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mendeteksi penyakit dari kaki

Bisakah Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kaki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit