home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Kacang Macadamia, Cocok untuk Camilan Sehat

5 Manfaat Kacang Macadamia, Cocok untuk Camilan Sehat

Kacang-kacangan, salah satunya kacang macadamia adalah bahan pangan yang baik untuk kesehatan tubuh. Simak kandungan gizi dan manfaat kacang macadamia berikut ini.

Kandungan nutrisi dalam kacang macadamia

Kacang macadamia mungkin kurang populer daripada kacang mete atau kacang almond. Hal ini bisa saja disebabkan oleh harganya yang relatif mahal.

Kacang macadamia dinobatkan sebagai kacang termahal di dunia, 500 gram kacang ini bisa mencapai Rp350.000.

Mahalnya harga kacang macadamia disebabkan oleh proses panennya yang lambat. Pohon macadamia umumnya baru bisa memproduksi kacang setelah berusia 7 hingga 10 tahun.

Dikutip dari laman FoodData Central U.S. Department of Agriculture, per 100 gram kacang macadamia segar memiliki kandungan gizi seperti berikut ini.

  • Air: 1,36 g
  • Kalori: 718 kkal
  • Protein: 7,91 g
  • Lemak: 75,8 g
  • Karbohidrat: 13,8 g
  • Serat: 8,6 g
  • Kalsium: 85 mg
  • Fosfor: 188 mg
  • Zat besi: 3,69 mg
  • Kalium: 368 mg
  • Magnesium: 130 mg
  • Zinc: 1,3 mg
  • Retinol (Vit. A): 0,0 mg
  • Thiamin (Vit. B1): 1,2 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,0 mg
  • Niacin (Vit. B3): 2,47 mg
  • Vitamin C: 1,2 mg

Manfaat kacang macadamia untuk kesehatan tubuh

kandungan nutrisi kacang macadamia

Setelah melihat kandungan gizi kacang macadamia, Anda sudah mengetahui kalau kacang ini memiliki kandungan lemak tinggi, yakni berkisar 75,8 gram per 100 gram penyajian.

Biarpun begitu, sebagian besar lemak dalam kacang ini bebas kolesterol. Kacang macadamia juga memiliki sejumlah kandungan vitamin dan mineral lain baik untuk kesehatan tubuh.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa manfaat kacang macadamia yang penting untuk Anda ketahui.

1. Menurunkan risiko sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Kondisi-kondisi yang termasuk sindrom metabolik, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol HDL rendah, trigliserida tinggi, dan lemak perut berlebih.

Khasiat kacang macadamia untuk menurunkan risiko sindrom metabolik ini terdapat dalam kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid).

Kandungan asam lemak ini juga mengurangi keparahan gejala penyakit metabolik.

Anda bisa meningkatkan manfaat dari kacang macademia ini dengan menjalani pola makan sehat dan berolahraga rutin.

2. Menjaga kesehatan jantung

Kacang-kacangan memang dikenal sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Studi ini menemukan bahwa kacang macadamia dan jenis kacang pohon lainnya membantu menurunkan kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida.

Kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dalam kacang macademia juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL sehingga baik untuk jantung.

Selain itu, konsumsi kacang macademia secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko beberapa gangguan jantung, seperti atrial fibrilasi dan gagal jantung.

3. Mengontrol kadar gula darah

Penderita diabetes juga bisa memperoleh manfaat dari kacang macademia.

Kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dalam kacang ini bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

Studi dalam jurnal Asian Biomedicine melakukan penelitian terkait efek asam lemak tak jenuh pada tikus dengan diabetes.

Peneliti menemukan bahwa diet tinggi asam lemak tak jenuh dan olahraga efektif menurunkan HbA1c, yakni hemoglobin (komponen sel darah) yang berikatan dengan glukosa.

Artinya, kadar gula darah tikus cenderung menurun selama 3 bulan setelah mengonsumsi sumber asam lemak tak jenuh.

4. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Serat larut air dalam kacang-kacangan dapat bekerja sebagai prebiotik. Hal ini akan menjadi makanan bagi bakteri baik pada usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan Anda.

Prebiotik juga dapat membantu mengurangi peradangan di saluran cerna. Hal ini bisa mencegah kondisi sindrom iritasi usus besar (IBS) dan kondisi lainnya.

Studi dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition juga menunjukkan bahwa kacang mengandung senyawa polifenol yang bermanfaat bagi bakteri baik pada saluran pencernaan.

5. Mencegah kenaikan berat badan

Jenis kacang ini juga merupakan sumber asam palmitoleat yang baik. Asam lemak tak jenuh pada kacang macadamia ini dapat mencegah kenaikan berat badan dan rasa lapar berlebihan.

Kacang macadamia juga memiliki lemak baik yang tinggi sehingga banyak orang memasukkannya dalam program diet keto. Diet ini memangkas asupan karbohidrat sambil meningkatkan asupan lemak.

Tubuh sendiri membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna lemak.

Jadi, mengonsumsi kacang macademia yang banyak mengandung lemak baik, ditambah kandungan protein dan seratnya, membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Untuk mendapatkan manfaat dari kacang macadamia, tentu Anda perlu mengonsumsinya dalam porsi wajar. Kelebihan asupan lemak tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk mendapatkan solusi yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kim, I. (2019). What makes macadamia nuts the most expensive nuts in the world, at $25 per pound. Insider. Retrieved 1 September 2021, from https://www.insider.com/macadamia-nuts-most-expensive-world-australia-hawaii-2019-3 

Berry, J., & Butler, N. (2019). The 6 best benefits of macadamia nuts. MedicalNewsToday. Retrieved 1 September 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/324233

Frey, M., & Syn, M. (2020). Macadamia Nut Nutrition Facts and Health Benefits. Verywell Fit. Retrieved 1 September 2021, from https://www.verywellfit.com/macadamia-nut-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4114338

Health Benefits of Macadamia Nuts. WebMD. (2020). Retrieved 1 September 2021, from https://www.webmd.com/diet/health-benefits-macadamia-nuts#1

Nuts, macadamia nuts, raw. FoodData Central – U.S. Department of Agriculture. (2018). Retrieved 1 September 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170178/nutrients 

Lamuel-Raventos, R., & Onge, M. (2016). Prebiotic nut compounds and human microbiota. Critical Reviews In Food Science And Nutrition, 57(14), 3154-3163. https://doi.org/10.1080/10408398.2015.1096763 

Del Gobbo, L., Falk, M., Feldman, R., Lewis, K., & Mozaffarian, D. (2015). Effects of tree nuts on blood lipids, apolipoproteins, and blood pressure: systematic review, meta-analysis, and dose-response of 61 controlled intervention trials. The American Journal Of Clinical Nutrition, 102(6), 1347-1356. https://doi.org/10.3945/ajcn.115.110965 

Somboonwong, J., Huchaiyaphum, K., Kulaputana, O., & Prapunwattana, P. (2015). A high-MUFA diet alone does not affect ketone body metabolism, but reduces glycated hemoglobin when combined with exercise training in diabetic rats. Asian Biomedicine, 9(1), 31-40. https://doi.org/10.5372/1905-7415.0901.365

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x