home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efek Minum Kopi Tanpa Gula, Versus Minum Kopi Pakai Gula

Efek Minum Kopi Tanpa Gula, Versus Minum Kopi Pakai Gula

Entah itu untuk membangunkan jiwa dan raga di pagi hari sebelum beraktivitas atau sekadar untuk teman leyeh-leyeh di akhir pekan, banyak dari kita yang menganggap secangkir kopi hitam sebagai bagian yang tak terlepaskan dari hidup. Namun, mana ya yang lebih baik, minum kopi tanpa gula atau pakai gula?

Efek minum kopi tanpa gula

Minuman seduh favorit sejuta umat ini memiliki segudang manfaat yang telah dikenal luas. Mulai dari peningkatan energi dan konsentrasi, hingga membantu menurunkan berat badan.

Kandungan antioksidan kuat dalam kopi membantu memelihara kesehatan jantung dan juga irama detaknya, sehingga minum kopi hitam rutin dapat mencegah penyakit jantung.

Kopi juga merupakan penyumbang terbesar dari kafein, sebuah zat stimulan yang membantu orang merasa lebih bersemangat.

Kafein dari secangkir kopi hitam tanpa gula dapat sangat cepat terserap ke dalam darah hanya dalam waktu 20 menit, dan akan menetap dalam aliran darah selama lebih dari 12 jam.

Tak lama setelah tegukan pertama Anda, kafein yang kini ada di dalam aliran darah Anda menyebabkan lonjakan detak jantung, tekanan darah, dan energi. Setelah itu, kafein mulai memengaruhi tingkat adenosin dalam otak.

Adenosin adalah senyata kimia dalam otak yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal mengantuk. Nah, kafein bekerja dengan mengikat reseptor adenosin. Ini sebabnya Aanda akan cenderung merasa bersemangat dan tetap terjaga setelah minum secangkir kopi.

Pada titik ini, tubuh Anda mulai memproduksi adrenalin, yang selanjutnya meningkatkan produksi energi Anda. Peningkatan kadar adrenalin ini kemudian menyebabkan pelebaran saluran pernapasan dan aliran darah akan membanjiri otot.

Kopi hitam juga memperbaiki mood peminumnya karena otak menjadi lebih sensitif terhadap serotonin. Serotonin adalah sebuah neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk mengatur suasana hati.

Sekitar tiga sampai empat jam setelah minum kopi tanpa gula, Anda akan mulai mengalami penurunan energi akibat efek penyemangat yang disebabkan kafein makin memudar.

Lalu, apa efeknya pada tubuh jika Anda menambahkan gula atau creamer ke cangkir kopi hitam Anda?

Bagaimana bila kopi ditambahkan dengan pemanis?

Sebenarnya, konsumsi gula dalam dosis yang kecil tidak akan menimbulkan masalah yang berarti untuk kesehatan Anda. Namun, ada baiknya Anda juga membatasi konsumsi kopi dengan gula, terutama bila Anda membeli kopi di kedai-kedai komersil.

Secangkir cappuccino dengan sirup vanilla dan susu segar misalnya, mengandung tambahan kalori dan lemak.

Ketika Anda mengonsumsi sesuatu yang sarat dengan gula, rasa manisnya akan menyebabkan pelepasandopamin, sebuah hormon yang berfungsi untuk meningkatkan suasana hati.

Bila Anda mengonsumsi gula berlebihan, maka tubuh akan memompa kadar dopamin di luar batas. Hal ini menyebabkan peningkatan toleransi tubuh terhadap gula dan mendorong perasaan ingin makan lebih banyak makanan yang manis.

Sedangkan, organ hati tidak bisa mencerna gula yang berlebih menjadi energi. Sehingga, akhirnya gula tersebut disimpan menjadi lemak hati.

Banyaknya gula dalam tubuh juga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah mendadak. Tubuh pun jadi memproduksi insulin dengan sangat cepat. Insulin memicu penggunaan gula atau glukosa untuk digunakan sebagai energi.

Di saat yang bersamaan, proses pembentukan energi ini dapat menyebabkan jatuhnya kadar glukosa, yang menyebabkan gejala seperti perasaan lesu, sakit kepala, kelelahan, dan kecemasan akibat kadar gula darah yang tiba-tiba turun kembali.

Ketika kadar insulin di otak diturunkan sebagai akibat dari konsumsi gula berlebih, proses pembelajaran dan ketajaman memori otak juga jadi terganggu. Inilah alasan di balik mengapa Anda cenderung lebih gelisah dan sulit konsentrasi setelah mengonsumsi banyak gula.

Intinya, minum kopi hitam saja tanpa gula dapat memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh Anda. Bila pun Anda tak bisa minum kopi pahit, sah-sah saja untuk menambahkan pemanis. Asalkan, gunakan pemanis secukupnya dan tidak terlalu berlebihan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Poole, R., Kennedy, O., Roderick, P., Fallowfield, J., Hayes, P. and Parkes, J., 2017. Coffee consumption and health: umbrella review of meta-analyses of multiple health outcomes. BMJ, p.j5024. Retrieved 15 June 2021.

Nieber K. (2017). The Impact of Coffee on Health. Planta medica, 83(16), 1256–1263. Retrieved 15 June 2021.

Tappy, L., & Lê, K. A. (2015). Health effects of fructose and fructose-containing caloric sweeteners: where do we stand 10 years after the initial whistle blowings?. Current diabetes reports, 15(8), 54. Retrieved 15 June 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x