Apakah Kopi Luwak Lebih Sehat dari Jenis Kopi Lain?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kopi luwak didaulat sebagai kopi yang harganya paling mahal sedunia. Pasalnya, kopi ini dipercaya sangat langka dan rasanya begitu khas. Saking khasnya, kopi ini sering menjadi buah tangan asli Indonesia. Harga kopi luwak memang mahal, namun apakah betul-betul sebanding dengan khasiatnya bagi kesehatan? Untuk mencari tahu apakah kopi luwak lebih sehat dari jenis kopi lainnya, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu kopi luwak?

Kopi luwak diproduksi di daerah Sumatera dengan metode yang sama sekali tidak umum. Biji kopi luwak didapatkan dari kotoran binatang luwak, yaitu sejenis musang liar yang hidup di hutan atau area perkebunan kopi. Sumatera memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi jenis robusta dan arabika.

Luwak yang berkeliaran di sekitar perkebunan kopi sering makan buah ceri yang tumbuh dari tanaman kopi. Buah ceri akan dicerna oleh luwak, kemudian biji buah ceri (biji kopi) yang tidak hancur dalam sistem pencernaan luwak akan keluar bersama dengan kotorannya.

Biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak inilah yang akan diproses lebih lanjut. Jenis biji kopinya tergantung buah ceri apa yang dimakan luwak, bisa jadi robusta atau arabika. Namun, kebanyakan kopi luwak yang tersedia di pasaran saat ini berasal dari tanaman kopi arabika. Biji tersebut akan dibersihkan dan disterilkan, lalu disangrai sehingga kopi siap dijual dan didistribusikan.

Perbedaan kopi luwak dengan kopi lainnya

Kopi jenis lainnya diproses langsung dari tanamannya. Biji kopi akan dipisahkan dari buahnya dan diproses sedemikian rupa. Sementara kopi luwak melalui tahap yang lebih rumit. Karena prosesnya berbeda, rasa dan tekstur kopi mahal ini berbeda dari jenis kopi lainnya. Kopi luwak terasa lebih ringan, tidak tajam seperti kopi lainnya. Selain itu, seduhannya juga lebih beraroma.

Beberapa orang meyakini rasa dan aroma kopi luwak lebih menggugah selera karena luwak sangat pandai memilih buah ceri dari tanaman kopi. Luwak dipercaya mampu memilih buah ceri hanya yang terbaik dan sudah matang. Selain itu, enzim yang membantu luwak mencerna kopi juga dikatakan mampu mengurangi keasaman kopi. Inilah yang membuat rasanya tak begitu tajam.

Apakah kopi luwak lebih sehat dari jenis kopi lain?

Menurut sebuah tes laboratorium di Kanada, kopi luwak dari Indonesia mengandung protein yang lebih sedikit dari jenis kopi lainnya. Ini karena protein dalam kopi sudah dicerna dan diserap luwak. Karena proteinnya berkurang, rasa pahit khas kopi pun ikut berkurang.

Proses pencernaan luwak membuat kandungan kafein dan keasamannya berkurang. Akan tetapi, bukan berarti semua kopi luwak rendah kafein dan aman bagi lambung. Pasalnya, setiap biji kopi yang dikonsumsi luwak memiliki kandungan kafein yang berbeda-beda. Jika dibandingkan dengan jenis kopi lain seperti kopi Aceh, kopi Toraja, kopi Etiopia, atau kopi Kenya, perbedaan kandungannya tak begitu jauh.

Maka, Anda sebaiknya tetap mengonsumsi kopi luwak dengan bijak. Hindari minum kopi luwak lebih dari 3 cangkir per hari. Efek samping minum kopi luwak antara lain gelisah, cemas, insomnia, mual, diare, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit