home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lezat dan Praktis, Apakah Abon Juga Menyehatkan?

Lezat dan Praktis, Apakah Abon Juga Menyehatkan?

Abon sering menjadi menu pilihan di kala ingin makan makanan yang praktis. Banyak orang membeli abon untuk persediaan makanan karena awet. Tak heran bila abon identik jadi makanan anak kos. Namun, apakah konsumsi abon menyehatkan? Bagaimana dampaknya untuk tubuh?

Bagaimana proses pembuatan abon?

abon sapi
Sumber: The Food Canon

Bila ingin mengetahui apakah konsumsi abon menyehatkan untuk tubuh, Anda tentu harus mengetahui terlebih dahulu bahan-bahan apa saja yang digunakan dan bagaimana proses pembuatannya.

Abon adalah makanan yang dibuat dari suiran daging yang dimasak sampai kering. Pilihan bahannya pun beragam, mulai dari daging sapi, ayam, babi, sampai makanan laut seperti ikan dan udang. Terkadang sayur-sayuran seperti daun singkong atau kacang juga ditambahkan untuk menambah cita rasa.

Abon yang paling banyak dijual dan dikonsumsi di Indonesia itu berbahan dasar daging sapi. Daging sapi yang dimasak menjadi abon diberi bumbu yang terdiri dari gula, garam, merica, serta rempah-rempah lain seperti kemiri, pala, bawang, ketumbar dan daun sereh.

Di awal, daging akan dicuci lalu dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian, daging direbus dengan panci atau alat presto sampai lunak. Daging yang telah direbus pun disuwir-suwir menjadi serat-serat halus.

Suwiran daging dicampur dengan bumbu-bumbu yang sudah dipersiapkan, lalu dirajang terlebih dahulu sebelum digoreng sampai garing. Cara lainnya, daging juga bisa dijemur sampai kering selama beberapa hari lalu disangrai.

Untuk membuat teksturnya jadi tercerai-berai, daging harus ditumbuk lagi pada saat disangrai. Setelah matang dengan warna yang kecoklatan, abon dimasukkan ke dalam kemasan atau dipres terlebih dahulu untuk mengeluarkan minyak yang tersisa.

Apakah abon sapi menyehatkan?

abon sapi
Sumber: Asian Inspirations

Dengan rasanya yang lezat, abon tentunya aman dikonsumsi. Hanya saja,yang masih jadi pertanyaan adalah apakah abon termasuk makanan yang menyehatkan.

Sebenarnya, abon memiliki komposisi gizi yang cukup baik. daging sapi sendiri merupakan sumber protein yang sangat baik untuk tubuh. Dari penyajian 100 gramnya, daging sapi mengandung protein sebesar 17,5 gram.

Selain itu, daging sapi juga dikenal akan kandungan vitamin B, zat besi, dan zincnya yang cukup tinggi.

Sayangnya, daging jadi cepat rusak bila dibiarkan beberapa hari, apalagi jika tidak disimpan di tempat yang benar. Daging mentah bisa menjadi tempat yang ideal untuk perkembangbiakan mikroorganisme termasuk bakteri penyebab penyakit yang membuat daging menjadi busuk.

Daging diolah dengan berbagai cara untuk membuatnya lebih tahan lama. Salah satunya dengan dikeringkan menjadi dendeng atau abon sapi. Kelebihannya, daging kering ini tidak memerlukan alat penyimpanan yang khusus dan bisa bertahan di suhu ruangan dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, adanya berbagai rempah dan garam yang menjadi bumbu pembuatan abon juga menambah kadar mineral pada daging. Beberapa di antaranya seperti serai dan bawang juga mengandung antioksidan yang tentunya baik untuk tubuh.

Abon sapi bukan menu ideal sebagai sumber protein

protein untuk penderita kanker

Terlepas dari kandungan di atas, proses pemasakan abon menentukan perubahan nilai gizi pada daging. Durasi memasak yang lama dapat sedikit mengurangi vitamin yang terkandung dalam daging.

Salah satunya adalah tiamin atau vitamin B1 yang berfungsi untuk membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi. Tiamin adalah vitamin yang paling rentan terpengaruh oleh panas dari pemasakan dibandingkan dengan vitamin lainnya.

Menurunnya jumlah tiamin dari pengolahan dengan cara menggoreng bisa mencapai 30 persen. Sedangkan bila direbus daging bisa kehilangan tiamin sampai 70 persen.

Kadar protein pada daging juga akan berkurang. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa temperatur memasak dapat menyebabkan penyusutan jaringan protein daging.

Hal ini karena suhu yang tinggi terutama di atas 70 derajat Celsius akan menggumpalkan protein pada permukaan daging sapi dan akhirnya rusak karena panas.

Potongan Daging Sapi Mana yang Paling Sehat dan Punya Lemak Sedikit?

Di sisi lain, kandungan lemaknya bisa saja meningkat karena tambahan minyak yang digunakan saat proses penggorengan bergabung dengan lemak yang sudah ada pada daging.

Dengan demikian, bila tujuannya ingin memenuhi kebutuhan protein, Anda tentu tak bisa hanya bergantung dengan makan abon.

Akan lebih baik jika menu makan juga disertai dengan lauk sehat lainnya seperti sayur-sayuran, olahan daging lain, atau telur agar lebih seimbang. Abon sapi mungkin lebih tepat dijadikan sebagai penambah cita rasa yang akan membuat makanan lebih gurih dan lezat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Costa, W. Bahan Ajar Membuat Abon Sapi. Diklat Pengolahan Hasil Ternak Bagi Penyuluh. Retrieved 17 June 2020.

Data Komposisi Pangan Indonesia – Daging Sapi. Retrieved 17 June 2020, from http://panganku.org/id-ID/view

How are nutrients retained during cooking?. (2017). Retrieved 17 June 2020, from https://meatscience.org/TheMeatWeEat/topics/meat-in-the-diet/article/2017/02/23/how-are-nutrients-retained-during-cooking

Kassim, O. (2013) Development and Quality Evaluation of Meat Floss From Beef, Chevon, and Pork. Retrieved 17 June 2020.

Sundari, D et al. (2015). Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes, 25(4), 235 – 242. Retrieved 17 June 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 19/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x