home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Itu White Coffee, dan Benarkah Lebih Sehat?

Apa Itu White Coffee, dan Benarkah Lebih Sehat?

Selama beberapa tahun belakangan, produk kopi instan jenis white coffee semakin naik daun. Anda sendiri mungkin sudah sering mengonsumsinya. Jenis kopi ini sering disebut-sebut sebagai kopi yang lebih aman bagi lambung. Namun, tahukah Anda apa itu sebenarnya white coffee atau kopi putih? Benarkah lebih sehat daripada jenis kopi lain?

Apa itu white coffee?

Nama white coffee memang diambil dari warna kopinya yang pucat, tidak pekat seperti kopi hitam. Namun, tak seperti dugaan banyak orang, kopi putih dihasilkan dari biji kopi biasa yang warnanya bukan putih. Warna putih dari white coffee didapat dari campuran susu kental saat kopi disajikan.

Kopi asal Malaysia ini dibuat dari biji kopi yang digiling bersama dengan minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Setelah digiling, kopi akan diseduh bersama dengan susu kental dan air yang sangat panas. Untuk mendinginkan kopi, biasanya barista akan “menarik” kopi ini sehingga rasanya menyatu dan muncul buih-buih alami. Cara menarik white coffee sama dengan pembuatan teh tarik atau kopi Aceh.

Namun, jenis kopi putih yang banyak beredar di pasaran saat ini sudah disajikan dalam bentuk bubuk instan. Anda tinggal menyeduhnya dengan air panas saja dan white coffee Anda pun siap diminum, tanpa harus ditarik lagi atau ditambahkan susu.

Benarkah white coffee lebih aman bagi lambung?

Banyak orang percaya bahwa minum white coffee lebih aman buat orang yang memiliki masalah pencernaan atau lambungnya sangat sensitif terhadap kopi. Ternyata, white coffee disebut-sebut lebih aman untuk lambung karena kandungan kafeinnya yang lebih sedikit dibandingkan kopi jenis lain. Kafein sendiri adalah zat stimulan yang bisa menimbulkan berbagai masalah pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

Saat proses penggilingan, biji kopi akan diolah sedemikian rupa dengan suhu yang rendah. Karenanya, kandungan kafein dalam kopi yang sudah digiling pun hanya akan tersisa sedikit. Rasanya pun jadi tidak begitu asam dan jauh lebih lembut daripada jenis kopi lain.

Efek samping white coffee

Meskipun minum white coffee kelihatannya lebih sehat, Anda tetap harus berhati-hati. Pasalnya, tubuh setiap orang berbeda-beda. Anda mungkin sangat peka terhadap kafein sehingga dosis kecil saja sudah bisa menimbulkan reaksi tubuh tertentu. Selain masalah pencernaan, beberapa efek samping kafein yaitu gelisah, insomnia, jantung berdegup lebih kencang, sakit kepala, dan telinga berdenging.

Yang harus diperhatikan ketika minum white coffee

Kandungan kafein yang lebih rendah bukan jaminan kopi jadi lebih sehat. Perlu diingat, jenis kopi ini diolah dengan campuran minyak kelapa sawit, margarin, atau minyak zaitun. Maka, setiap cangkir white coffee mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang lebih banyak dari kopi biasanya. Setiap cangkir mengandung kira-kira 5 gram lemak jenuh dan 7 gram lemak tak jenuh.

Selain dari minyak, susu yang ditambahkan pada kopi juga akan meningkatkan kandungan lemak yang Anda konsumsi. Jadi, bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan, membatasi kadar lemak, atau mencegah kolesterol naik sebaiknya tidak minum white coffee terlalu banyak.

Hati-hati pula dengan kandungan gula dalam white coffee instan. Biasanya kopi instan ditambahi gula atau pemanis buatan. Kelebihan gula berisiko menyebabkan gangguan metabolisme, nafsu makan sulit dikendalikan, dan naiknya gula darah hingga kencing manis (diabetes tipe 2). Jadi, batasi konsumsi white coffee hingga paling banyak 2 cangkir sehari. Sebaiknya Anda juga memilih produk yang tidak mengandung gula tambahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Richmond, Simon (2007). Malaysia, Singapore & Brunei. Lonely Planet. Hlm 148.

Nutrition Facts Malaysia Instant White Coffee Unsweetened. http://www.myfitnesspal.com/food/calories/71473732 Diakses pada 23 Januari 2017.

Why You Should Definitely Try Malaysian-Style White Coffee.  http://www.grubstreet.com/2016/01/kopitiam-white-coffee.html Diakses pada 23 Januari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 26/01/2017
x