Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mentega dan margarin sering kali disalahartikan sebagai produk yang sama, hanya sebutannya saja yang berbeda. Padahal, keduanya merupakan produk yang cukup jauh berbeda. Mulai dari bahan dasar hingga kegunaan, mentega dan margarin memiliki sifatnya masing-masing. Supaya Anda tidak salah pilih dan akhirnya merugikan kesehatan Anda dan keluarga, simak baik-baik informasi lengkap seputar mentega dan margarin berikut ini.

Mentega

Mentega juga dikenal dengan nama butter. Bahan yang utama untuk membuat mentega adalah krim atau susu sapi, kambing, atau domba. Di Indonesia sendiri, yang biasanya Anda temui di pasar atau supermarket adalah mentega dari susu sapi. Susu tersebut telah melalui proses pasteurisasi atau dipanaskan untuk membunuh bakteri dan patogen. Dengan demikian, produk yang dihasilkan pun lebih aman dan tidak cepat basi. Setelah itu, susu akan diaduk sedemikian rupa hingga bagian lemak yang padat terpisah dari yang cair. Mentega biasanya dijual dalam bentuk batangan atau dalam bentuk lebih cair yang dikemas dalam wadah plastik.

Anda bisa merasakan sendiri bahwa tekstur mentega lembek dan mudah leleh jika tidak disimpan dalam kulkas. Karena tingkat kepadatannya yang ringan, mentega biasanya digunakan sebagai bahan pembuat kue kering atau sebagai olesan roti. Apabila Anda menggunakan mentega sebagai bahan adonan kue, biasanya tekstur kue yang Anda buat pun akan jadi lebih lembut. Rasa mentega sendiri lebih nikmat dari margarin, mirip seperti susu sapi yang gurih.

Margarin

Jika mentega dibuat dari susu sapi atau kambing, margarin dibuat dari minyak sayur (lemak nabati) yang dicampur dengan pengemulsi dan bahan-bahan lain sehingga teksturnya lebih padat dari mentega. Apabila dibiarkan di luar kulkas, margarin cenderung lebih tahan lama dan tidak cepat leleh.

Biasanya margarin digunakan untuk membuat kue basah dan cake agar bisa mengikat adonan lebih baik. Karena terbuat dari minyak, produk ini juga kerap digunakan untuk menggoreng atau menumis. Selain rasanya yang lebih kuat, margarin tak akan menyisakan minyak yang menempel pada makanan jika dibandingkan dengan minyak goreng biasa. Makanan yang digoreng dengan margarin pun akan terasa lebih renyah.

Mana yang lebih sehat?

Setelah mengetahui perbedaan antara mentega dan margarin, kini tugas Anda adalah mempertimbangkan mana yang paling baik. Memilih produk mana yang lebih sehat, antara mentega dan margarin, bukanlah urusan yang mudah. Setiap merek memiliki kandungan dan bahan tambahan yang berbeda-beda sehingga Anda tetap harus memerhatikan baik-baik informasi gizi dan komposisi yang tercantum pada kemasan.

Akan tetapi jika dilihat dari bahan dasarnya, margarin cenderung lebih aman bagi kesehatan Anda dan keluarga. Tak seperti mentega yang terbuat dari susu sapi, margarin tidak mengandung lemak hewani. Maka, kolesterol dan lemak yang terkandung dalam margarin tak setinggi mentega.

Sebesar 80% dari mentega sendiri terdiri dari lemak hewani, yaitu lemak jenuh dan lemak trans. Kedua jenis lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan berisiko menyebabkan berbagai penyakit jantung. Selain itu, lemak trans juga akan mengurangi kadar kolesterol baik (HDL) sehingga kadar kolesterol Anda jadi tidak stabil dan seimbang. Satu sendok makan mentega sudah memenuhi sejumlah 35% dari kebutuhan lemak jenuh harian Anda. Maka, Anda sebaiknya memerhatikan takaran mentega yang Anda konsumsi dalam satu hari, terutama jika Anda memiliki masalah jantung atau sedang berusaha menurunkan berat badan.

Dibandingkan dengan mentega, margarin yang terbuat dari minyak nabati justru kaya akan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan. Lemak tak jenuh berfungsi untuk menurunkan jumlah kolesterol jahat (LDL). Lemak yang terdapat dalam margarin juga kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang baik untuk menjaga fungsi otak dan mengurangi faktor risiko untuk berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, asma, dan ginjal. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa produk margarin mengandung lemak trans yang jahat bagi kadar kolesterol Anda.

Tips memilih mentega dan margarin terbaik

Karena tiap merek menawarkan kandungan yang berbeda-beda, Anda harus cermat dalam memilih produk yang paling sehat. Semakin padat mentega dan margarin yang Anda beli, semakin tinggi juga kadar lemaknya. Maka, sebisa mungkin pilihlah mentega dan margarin yang dikemas dalam wadah plastik, bukan dalam bentuk batangan.

Perhatikan apabila ada tulisan “whipped” pada kemasan mentega. Itu berarti mentega tersebut sudah dikocok sehingga teksturnya lebih ringan dan berbusa. Mentega yang dikocok mengandung lebih banyak udara dan lemak yang lebih sedikit hingga 50%. Namun, mentega jenis ini terkadang tidak bisa digunakan sebagai bahan adonan kue tertentu.

Ketika Anda hendak membeli margarin, carilah produk yang mencantumkan keterangan “bebas lemak trans”. Meskipun masih mengandung lemak tak jenuh dan kolesterol, paling tidak kadarnya lebih sedikit. Pada akhirnya, memilih mentega dan margarin yang terbaik perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri. Jika Anda mengidap penyakit jantung atau gangguan serupa, konsultasikan dengan dokter mana pilihan terbaik yang aman dan sehat bagi Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

    Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

    Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

    Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    telat datang bulan

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    sakit kepala setelah keramas

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit