home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Diet Gluten Free Memang Lebih Sehat?

Apakah Diet Gluten Free Memang Lebih Sehat?

Belakangan ini diet gluten free menjadi tren di kalangan masyarakat karena diklaim dapat memberikan manfaat kesehatan. Namun apakah pola makan gluten free benar-benar baik bagi semua orang?

Apa itu diet gluten free?

makanan bebas gluten

Diet gluten free adalah sebuah pola makan di mana penggiatnya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti gandum, gandum hitam, serta barley.

Gluten sebenarnya adalah salah satu jenis protein utama yang terkandung dalam gandum. Gluten bertindak sebagai lem yang menyatukan makanan guna mempertahankan bentuknya.

Saat tercampur dengan air, protein gluten akan membentuk jaringan lengket yang memiliik konsistensi seperti lem.

Sifat inilah yang dibutuhkan dalam pembuat roti agar adonannya menjadi elastis, kenyal, dan bisa mengembang saat dipanggang nanti.

Sayangnya, protein gluten tidak bisa dicerna dengan baik oleh beberapa orang. Salah satunya adalah mereka yang menderita penyakit Celiac.

Celiac disease adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat mencerna gluten. Alih-alih mencernanya, tubuh akan memandang gluten sebagai ancaman.

Alhasil, tubuh memproduksi antibodi yang malah berbalik menyerang lapisan dinding usus halus, sehingga terjadilah pembengkakan dan kerusakan pada jaringannya.

Dari proses tersebut, muncul berbagai gejala seperti diare, anemia, bercak-bercak kulit, hingga sakit pada tulang setiap kali penderitanya mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Maka dari itu, dibuatlah diet gluten free yang ditujukan khusus untuk mengurangi gejala penyakit Celiac, mengingat sampai sekarang juga belum terdapat obat khusus yang bisa menyembuhkannya.

Selain pasien penyakit Celiac, diet gluten free juga dilakukan oleh:

  • orang-orang dengan sensitivitas gluten non-Celiac,
  • pasien ataksia gluten, sebuah gangguan autoimun yang memengaruhi jaringan saraf tertentu dan menyebabkan masalah pada kontrol otot, serta
  • orang yang memiliki alergi fandum.

Seperti apa aturan makan dalam diet gluten free?

diet gluten free
Sumber: Boulder Medical Center

Prinsip utama dalam menjalani diet gluten free adalah tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Namun, gandum, gandum hitam, dan barley yang tinggi akan gluten ditemui pada banyak makanan.

Gandum biasanya ditemukan pada:

  • roti,
  • kue kering,
  • pasta,
  • sereal, serta
  • saus dan sup yang mengandung roux, campuran dari tepung dan mentega.

Gandum hitam biasanya ditemukan pada:

  • roti,
  • beer, dan
  • sereal

Sedangkan barley biasanya terdapat pada:

  • malt, termasuk tepung barley, susu dan milkshake malt, ekstrak, sirup, perasa, dan cukanya,
  • pewarna makanan,
  • sup yang mengandung roux tepung barley dam mentega,
  • bir, serta
  • ragi.

Selain tiga bahan di atas, gluten juga terdapat pada triticale dan terkadang ada pada oats.

Mengetahui apakah suatu makanan mengandung gluten atau tidak memang sulit. Sebab, hampir semua makanan menggunakan gluten di dalamnya.

Terkadang produsen makanan seperti kentang goreng beku atau sosis juga menambahkan gluten sebagai salah satu bahannya.

Untungnya, sekarang makanan yang tidak mengandung gluten telah banyak tersedia. Maka dari itu, bila Anda sedang diet dan ingin membeli roti atau pasta, pilihlah produk dengan label gluten free pada kemasannya.

Pilih juga bahan makanan yang terbuat dari biji-bijian lain. Beberapa pilihan yang aman termasuk tepung soba, ararut, tepung jagung, beras, kedelai, dan tapioka.

Selain itu, Anda tentunya juga harus menyesuaikan makanan yang Anda konsumsi dengan gizi yang seimbang. Perbanyak konsumsi makanan segar seperti sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, telur, daging rendah lemak, dan produk susu yang rendah lemak.

Kurangi asupan makanan yang telah melalui proses panjang seperti daging olahan dan makanan beku.

Bolehkah orang yang sehat menjalani diet ini?

gejala intoleransi gluten

Bagaimana jika Anda tidak menderita salah satu dari keadaan di atas tetapi tetap ingin mengikuti diet gluten free? Tentunya ada berbagai faktor yang harus Anda pertimbangkan sebelum melakukannya.

Ketika Anda memutuskan untuk menerapkan pola makan gluten free, Anda harus siap-siap mengucapkan selamat tinggal pada makanan yang biasa Anda makan sehari-hari.

Roti, biskuit, sereal, oats, pasta, aneka kue kering, semua olahan yang berasal dari gandum harus Anda hindari.

Memang, Anda bisa memilih panganan dengan label gluten free, tapi harganya bisa mencapai dua kali lipat dari harga biasanya.

Anda juga tidak boleh melakukan pola makan ini sembarangan, bahkan bila Anda membutuhkannya sekalipun. Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu untuk memastikan pola gluten-free tidak akan membuat Anda kekurangan gizi.

Mungkin Anda pernah mendengar klaim bahwa diet gluten free bisa membantu mengurangi berat badan, membantu meningkatkan energi, atau membuat tubuh menjadi lebih sehat secara keseluruhan.

Sayangnya masih sedikit penelitian yang dapat membuktikan kebenaran klaim tersebut.

Ketahui pula bahwa gandum utuh merupakan salah satu sumber utama serat makanan. Usus Anda sangat membutuhkan serat ini agar bisa bekerja dengan baik.

Maka dari itu, kesimpulannya, diet gluten free sebaiknya hanya dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar memiliki gangguan dalam mencerna gluten.

Bagi Anda yang tidak memiliki masalah kesehatan tertentu, jalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang sambil diselingi dengan olahraga atau aktivitas fisik yang cukup.

Bila Anda benar-benar ingin melakukan diet dengan tujuan tertentu, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gluten-free Diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 23 March 2021, from http://www.mayoclinic.org/healthy-living/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gluten-free-diet/art-20048530

Should You Be Gluten-Free? (2016). Beyond Celiac. Retrieved 23 March 2021, from http://www.beyondceliac.org/SiteData/docs/CeliacDise/b0df9dc15d9fe85e/Celiac%20Disease%20vs.%20Gluten%20Sensitivity.pdf

The Gluten-Free Diet. (n.d.). Coeliac UK. Retrieved 23 March 2021, from https://www.coeliac.org.uk/information-and-support/living-gluten-free/the-gluten-free-diet/

Going Gluten-Free Just Because? Here’s What You Need to Know. (2020). Harvard Health Publishing. Retrieved 23 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/going-gluten-free-just-because-heres-what-you-need-to-know-201302205916

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal diperbarui 11/12/2016
x