Apakah Diet Rendah Karbohidrat Baik untuk Orang Dengan Kolesterol Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diet rendah karbohidrat dilaporkan memiliki keunggulan dibandingkan diet rendah lemak dalam hal menurunkan berat badan. Selain itu, menurut National Institutes of Health, diet rendah karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam jangka panjang. Lantas, bagaimana diet rendah karbohidrat memengaruhi kolesterol tubuh? Apakah ini merupakan kabar baik atau justru sebaliknya? Berikut penjelasannya.

Secara umum, diet rendah karbohidrat memperbaiki kadar lemak darah

Pada dasarnya, diet rendah karbohidrat memengaruhi setiap bagian kolesterol, baik trigliserida, kolesterol baik (HDL), dan kolesterol jahat (LDL). Ciri khas diet rendah karbohidrat terletak pada penurunan kadar trigliserida.

Diet rendah karbohidrat cenderung menurunkan kadar trigliserida darah. Karena itulah kebanyakan dokter merekomendasikan pembatasan karbohidrat pada menu makanan pasien dengan trigliserida tinggi. Kadar trigliserida juga digunakan sebagai acuan untuk mengetahui apakah pasien sudah konsisten menjalani diet sesuai anjuran. Sebab, semakin tinggi kadar trigliserida (hipertrigliseridemia), maka seseorang akan semakin berisiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Kabar baik lainnya, diet rendah karbohidrat cenderung meningkatkan kadar kolesterol baik. Kolesterol baik dalam darah berfungsi untuk membawa kolesterol berlebih ke organ hati untuk kembali dipecah. Kadar kolesterol baik juga menjadi salah satu acuan terhadap faktor risiko penyakit jantung. Semakin tinggi kadar kolesterol baik seseorang, maka risiko penyakit jantung akan semakin menurun. Maka secara tidak langsung, diet rendah karbohidrat juga menurunkan risiko penyakit jantung.

Sementara itu, hubungan antara diet rendah karbohidrat dengan koleserol jahat cenderung lebih rumit dibandingkan dengan trigliserida dan kolesterol baik. Hal ini berkaitan dengan ukuran partikel kolesterol jahat yang menentukan tinggi-rendahnya risiko penyakit jantung.

Diet rendah karbohidrat baik apa tidak buat kolesterol tinggi?

Diet rendah karbohidrat menyebabkan terjadinya perubahan ukuran partikel kolesterol yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung. Sederhananya begini, risiko penyakit jantung dilihat dari seberapa banyak partikel kolesterol jahat yang masuk ke aliran darah. Semakin kecil ukuran partikel kolesterol, maka partikel ini akan semakin mudah masuk ke pembuluh darah.

Kabar baiknya, diet rendah karbohidrat menghasilkan partikel kolesterol yang berukuran lebih besar sehingga risiko penyakit jantung cenderung lebih rendah. Selain itu, ukuran partikel kolesterol jahat juga memengaruhi tingkat trigliserida. Jika trigliserida rendah, maka partikel kolesterol jahat kemungkinan berukuran lebih besar dan susah masuk ke pembuluh darah. Maka dapat disimpulkan bahwa diet rendah karbohidrat bermanfaat bagi orang dengan kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam pembuluh darah.

Tips menjaga kadar kolesterol dengan diet rendah karbohidrat

Meski demikian, tinggi rendahnya kadar kolesterol akibat diet rendah karbohidrat cenderung bervariasi pada tiap individu. Sebab, ada pula yang mengalami kenaikan kadar kolesterol sehingga dapat membahayakan kesehatan. Karena itulah, Anda perlu menjalankan diet rendah karbohidrat yang tepat dan sehat dengan beberapa tips berikut ini:

  1. Atur asupan karbohidrat. Bukan berarti tidak boleh mengonsumsi karbohidrat sama sekali. Penuhi asupan karbohidrat sesuai kondisi tubuh Anda dengan mengonsumsi sayuran, buah rendah karbohidrat, dan kacang-kacangan. Konsultasikan pada ahli gizi untuk mendapatkan saran terbaik untuk diet Anda.
  2. Pilih sumber protein hewani yang sehat seperti daging ayam atau sapi tanpa lemak dan kulit, telur, dan makanan laut. Dengan mengonsumsi ikan dua kali seminggu dapat membantu menurunkan kolesterol Anda. Asam lemak omega-3 yang ditemukan pada salmon, tuna, dan sarden juga baik untuk kesehatan jantung.
  3. Hindari lemak jenuh dari gorengan dan makanan olahan. Konsumsilah makanan sumber lemak yang baik seperti alpukat, zaitun, dan kacang-kacangan. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Makanan berlemak selalu dinilai sebagai penyebab kenaikan berat badan. Eits, jangan salah, kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda lebih cepat gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit