backup og meta

Diet Golongan Darah B: Aturan, Menu, dan Pro-Kontra

Diet Golongan Darah B: Aturan, Menu, dan Pro-Kontra

Metode diet tertentu disebut-sebut dapat menjaga kesehatan Anda yang memiliki golongan darah B. Ketahui apa saja makanan yang dianjurkan dan sebaiknya dihindari, serta tips menjalani diet sehat ini.

Apa itu diet golongan darah B?

Diet golongan darah diperkenalkan oleh seorang ahli naturopati, Peter J. D’adamo, lewat bukunya Eat Right 4 Your Type: The Individualized Blood Type Diet Solution.

Dalam buku tersebut disebutkan diet golongan darah B merupakan pola makan omnivora, artinya bisa mengonsumsi sumber makanan nabati maupun hewani.

Tidak banyak pantangan makanan dalam penerapan pola makan ini.  Pasalnya, Dokter D’adamo meyakini golongan darah B cenderung memiliki sistem imun yang lebih kuat.

Menyeimbangkan asupan nutrisi dari sumber nabati maupun hewani merupakan kunci kesuksesan diet golongan darah B.

Sebaliknya, asupan nabati dan hewani yang tidak seimbang, misalnya salah satu berlebihan jumlahnya, akan mengganggu kesehatan tubuh. 

Manfaat diet golongan darah B

diet sehat untuk remaja

Di bawah ini beberapa manfaat pola makan golongan darah B yang bisa Anda dapatkan.

1. Membantu menjaga kekebalan tubuh

Mengutip dari jurnal Plos One (2014), seseorang dengan golongan darah B cenderung memiliki kadar e-selectin yang lebih rendah.

E-selectin adalah jenis protein yang aktif ketika proses inflamasi atau peradangan berlangsung. Protein ini berfungsi membantu dalam sistem pertahanan tubuh.

Oleh karena itu, pola makan golongan darah B biasanya menekankan pada menu bergizi seimbang yang diyakini dapat meningkatkan kadar e-selectin ini.

2. Mencegah risiko penyakit kronis

Setiap golongan darah mencerminkan ada atau tidaknya suatu antigen (A, B, O, dan AB) pada sel darah.

Antigen ini diyakini memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit kronis.

Nah, orang dengan golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Jadi, pola makan ini membantu mencegah terjadinya diabetes.

3. Melancarkan metabolisme

Pola makan golongan darah B mendorong Anda untuk mengurangi makanan olahan (processed food) dan menjaga keseimbangan asupan gizi. 

Anda disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak sayur, jenis daging tertentu, dan produk susu rendah lemak dalam porsi seimbang. 

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang akan mendukung metabolisme tubuh sekaligus memelihara kesehatan Anda.

4. Membuat tubuh lebih bugar

Dalam penerapan diet golongan darah B, Anda juga perlu menjalani gaya hidup yang lebih aktif.

Tidak hanya menyeimbangkan asupan gizi, Anda perlu berolahraga secara teratur. Dengan begitu, kebugaran tubuh lebih terjaga. 

Berolahraga rutin juga bisa mengoptimalkan hasil diet, terutama jika pola makan golongan darah ini dijalani untuk menurunkan berat badan.

Panduan melakukan diet tipe darah B

diet golongan darah b

Pola makan golongan darah B sebenarnya cukup mudah dilakukan karena sesuai prinsip gizi seimbang.

Untuk itu, seseorang dengan golongan darah B perlu benar-benar memperhatikan sumber protein nabati dan hewani.

Namun, Anda perlu menghindari makanan yang menyebabkan penggumpalan protein lektin.

Dengan kata lain, menu diet golongan darah B harus lebih bervariasi daripada menu diet golongan darah lainnya.

Berikut ini makanan yang dianjurkan untuk pola makan golongan darah B.

  • Daging: daging sapi, kambing, domba, hati
  • Ikan: ikan kembung, sarden, cumi-cumi, tuna.
  • Produk susu dan olahannya: mentega, keju cheddar, susu sapi, yoghurt.
  • Kacang-kacangan: kacang mede, kacang kedelai.
  •  Sayuran: wortel, brokoli, kubis.
  • Buah: pisang, mangga, apel.

Di sisi lain, berikut makanan yang sebaiknya dihindari selama menjalani pola makan golongan darah B.

  • Daging: daging ayam dan bebek. 
  • Ikan: ikan teri, kepiting, lobster, gurita.
  • Produk susu dan olahannya: es krim.
  • Kacang-kacangan: kacang hitam, lentil.
  • Sayuran: lobak, labu, lidah buaya.
  • Buah: alpukat, kelapa, pir duri.

Rekomendasi menu diet tipe darah B

Anda bisa menyusun menu diet golongan darah B selama seminggu melalui beberapa rekomendasi berikut ini.

1. Sarapan

Anda bisa memulai hari dengan menu sarapan diet yang menjadi sumber energi untuk beraktivitas seharian.

Meski begitu, pilih makanan yang tidak membuat Anda mengantuk, misalnya:

  • susu rendah lemak,
  • pisang, dan
  • telur rebus.

2. Makan siang

Saat makan siang, Anda bisa mengonsumsi makanan yang lebih berat, tapi gizinya tetap seimbang seperti:

  • stik daging sapi,
  • irisan kentang dan sayuran, dan
  • puding buah atau buah-buahan segar.

3. Makan malam

Hindari makan berdekatan dengan waktu tidur. Makan menjelang tidur dapat meningkatkan masalah pencernaan dan susah tidur.

Makanlah beberapa jam sebelum tidur dengan pilihan menu seperti:

  • ikan mujair bakar,
  • nasi merah,
  • tumis kangkung, dan
  • tempe.

Apakah diet golongan darah B benar efektif?

Mengutip Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics (2021), belum ada bukti yang memadai mengenai manfaat yang signifikan dan efeknya dari diet golongan darah.

Anda tetap perlu menyesuaikan kebutuhan asupan makanan bergizi seimbang dengan kondisi tubuh Anda.

Meski demikian, bukan berarti diet ini sama sekali tidak membawa perubahan positif untuk Anda.

Diet golongan darah B membantu Anda memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) sehingga memelihara kesehatan secara keseluruhan.

Bila Anda ingin mengetahui lebih jauh informasi mengenai diet ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Wang, J., García-Bailo, B., Nielsen, D., & El-Sohemy, A. (2014). ABO Genotype, ‘Blood-Type’ Diet and Cardiometabolic Risk Factors. Plos ONE, 9(1), e84749. doi: 10.1371/journal.pone.0084749

Blood Type Diet – NZ Nutrition Foundation. (2022). Retrieved 6 October 2022, from https://nutritionfoundation.org.nz/blood-type-diet/

Tsuchimine, S., Saruwatari, J., Kaneda, A., & Yasui-Furukori, N. (2015). ABO Blood Type and Personality Traits in Healthy Japanese Subjects. PLOS ONE, 10(5), e0126983. doi: 10.1371/journal.pone.0126983

Diet not working? Maybe its not your type – Harvard Health. (2017). Retrieved 6 October 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/diet-not-working-maybe-its-not-your-type-2017051211678

Blood type diets lack supporting evidence: a systematic review. (2013). The American Journal of Clinical Nutrition. Retrieved 7 October from https://academic.oup.com/ajcn/article/98/1/99/4578345

Gorakshakar, A., & Ghosh, K. (2016). Use of lectins in immunohematology. Asian Journal Of Transfusion Science, 10(1), 12. doi: 10.4103/0973-6247.172180

Versi Terbaru

28/10/2022

Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah


Artikel Terkait

Diet Golongan Darah O, Apakah Terbukti Bermanfaat?

10 Sumber Karbohidrat untuk Diet, Mana yang Paling Baik?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Magister Kesehatan · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 28/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan