4 Pilihan Pengobatan untuk Menyembuhkan Osteopenia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semakin bertambah tua, tulang akan semakin menurun kepadatannya. Jika kepadatan tulang menurun drastis, dokter mungkin mencurigai osteopenia sebagai penyebabnya. Lantas sebelum terlambat menjadi keropos, apa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan pasien untuk mengobati osteopenia? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Pilihan pengobatan untuk osteopenia

Osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang secara tidak normal. Akibatnya, kekuatan tulang ikut menurun dan risiko patah tulang menjadi lebih besar. Kondisi ini bisa disebut sebagai peralihan tulang yang sehat menuju osteoporosis.

Kondisi ini tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga hanya bisa diketahui lewat tes kepadatan tulang, yakni dual-energy x-ray absorptiometry (DXA). Supaya osteopenia tidak semakin memburuk dan meningkatkan risiko osteoporosis, pasien perlu mendapatkan pengobatan, seperti:

1. Minum obat

aturan minum obat diare

Osteopenia dapat diobati dengan obat osteoporosis. Namun, harus diminum atas resep dokter. Pasalnya, tidak semua obat osteoporosis diperbolehkan untuk pasien osteopenia. Selain itu, pengawasan dokter juga membantu menghindari penggunaan obat yang berlebihan.

Nah, beberapa obat yang biasanya digunakan untuk menyehatkan tulang kembali, antara lain:

  • Bifosfonat. Obat ini bekerja dengan memperlambat laju penurunan kepadatan tulang sehingga risiko patah tulang juga menurun. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet maupun suntikan.
  • Teriparatide. Obat ini bekerja seperti hormon yang dibuat oleh kelenjar paratiroid untuk membantu pertumbuhan tulang.
  • Raloxifene. Obat ini digunakan untuk dapat mencegah dan mengobati osteoporosis. Pengobatan osteopenia ini hanya tersedia dalam bentuk pil dan pasien perlu meminumnya setiap hari.

2. Diet dan suplemen

kurang vitamin D pici skizofrenia

Menyembuhkan osteopenia tidak hanya bergantung pada obat-obatan saja. Pasien juga bisa meningkatkan kesehatan tulang dengan memenuhi asupan vitamin D dan kalsium.

Keduanya bekerja sama untuk menjaga tulang tetap sehat. Tanpa vitamin D, kalsium tidak akan diserap secara maksimal oleh tubuh. Jika pasien kekurangan asupan keduanya, osteopenia akan semakin memburuk.

Selain dari matahari, vitamin D juga ada pada makanan. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium, antara lain susu, produk susu, jamur, ikan, dan telur.

Jika tidak cukup dipenuhi dari makanan, dokter akan merekomendasikan suplemen vitamin D dan kalsium sebagai pengobatan osteopenia.

3. Olahraga

Sumber: Arthritis Health

Walaupun tulang berkurang kepadatannya, Anda tetap bisa berolahraga. Olahraga dapat menjaga berat badan tetap terkendali dan ini penting untuk pasien osteopenia. Pasalnya, berat badan yang berlebihan membuat tulang bekerja lebih keras.

Selain itu, tubuh yang kegemukan juga bisa menurunkan keseimbangan tubuh membuat seseorang jadi mudah terjatuh. Tentunya hal ini sangat berisiko dengan pasien osteopenia yang risiko patah tulangnya lebih besar.

Untuk pengobatan osteopenia, tai chi adalah satu jenis olahraga yang direkomendasikan. Menurut sebuah studi pada jurnal Osteopros International, pasien osteopenia yang mengikuti latihan tai chi dan minum teh hijau secara rutin mengalami peningkatan pada kesehatan tulangnya.

4. Berhenti merokok dan kurangi alkohol

tes alkohol

Pengobatan akan berjalan efektif jika pasien turut menjaga gaya hidupnya. Pasien perlu mengurangi kebiasaan minum alkohol yang berlebihan dan berhenti merokok.

Terlalu banyak minum alkohol bisa menyebabkan kadar kalsium tidak seimbang. Akibatnya, kesehatan tulang akan terganggu. Begitu juga dengan rokok yang bisa menghambat proses penyembuhan tulang yang cedera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar. Senam osteoporosis dan beberapa jenis olahraga lain dapat menjadi pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko dari Osteoporosis

Pengeroposan tulang bukanlah penyakit orang tua. Bahkan orang muda bisa mengalaminya. Apa sebenarnya penyebab osteoporosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Gejala Umum Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Osteoporosis awalnya sulit dikenali karena tulang keropos biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu. Tapi, kenali gejala osteoporosis selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteomalasia osteomalacia adalah

Osteomalasia (Osteomalacia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
osteopenia adalah

Osteopenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
sistem gerak pada manusia

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit