home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Gejala Skoliosis pada Anak dan Orang Dewasa

Kenali Gejala Skoliosis pada Anak dan Orang Dewasa

Skoliosis termasuk kelainan pada tulang belakang yang bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Meski umumnya terdeteksi di usia anak, ada juga yang baru didiagnosis pada usia dewasa. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan pengobatan skoliosis seperti terapi atau operasi. Namun, tahukah Anda apa saja gejala dari penyakit skoliosis? Yuk, kenali lebih dalam ciri-ciri penderita skoliosis berikut ini.

Gejala penyakit skoliosis pada anak yang dapat timbul

gejala ciri ciri skoliosis

Skoliosis menyebabkan tulang belakang melengkung ke arah samping. Penyebab dari skoliosis memang tidak diketahui, tapi salah satunya disebabkan oleh gangguan perkembangan, pada sistem rangka, terutama tulang belakang saat masih di dalam kandungan.

Bayi yang lahir dengan kondisi tersebut dapat mengembangkan kelainan tulang belakang seiring bertambahnya usia. Tanda-tanda skoliosis ini bisa ditunjukkan bayi di bawah usia 2 tahun.

Ciri-ciri skoliosis pada bayi yang umumnya terjadi dan perlu diwaspadai orangtua, antara lain:

  • Jika diperhatikan, satu kaki bayi terlihat lebih panjang dibanding kaki lainnya.
  • Ada punuk (benjolan) di bagian punggung. Munculnya, gejala skoliosis pada anak ini disebabkan melengkungnya tulang belakang ke arah yang tidak seharusnya.
  • Bayi cenderung menggerakan tubuh atau memiringkan tubuhnya ke sisi tubuh sebelah kiri.

Setelah lebih dari 2 tahun, tanda skoliosis pada anak mungkin akan terlihat lebih jelas. Anda bisa mengamati gejalanya ini dengan melihat penampilan fisik anak. Ciri-ciri skoliosis yang mungkin dialami oleh anak, antara lain:

  • Bahu miring dan garing pinggang tidak rata.
  • Tulang rusuk dan tulang belikat di salam satu sisi tubuh terlihat menonjol.
  • Tinggi pinggul kanan dengan kiri berbeda.

Guna mengetahui tanda skoliosis lebih lanjut, anak harus menjalani tes pencitraan. Lewat tes ini, akan terlihat perubahan kelengkungan tulang belakang yang membentuk huruf S atau huruf C. Perubahan tulang belakang ini bisa menjadi penentu diagnosis skoliosis bagi dokter, sekaligus menentukan pengobatannya.

Mengenali gejala penyakit skoliosis pada orang dewasa

punggung terasa panas

Pada orang dewasa, tanda skoliosis yang ditunjukkan juga tidak jauh berbeda. Namun, lebih jelasnya pahami lebih dalam gejalanya berikut ini.

1. Nyeri dan rasa tidak nyaman pada punggung

Nyeri punggung adalah ciri khas dari penyakit skoliosis pada orang dewasa. Gejala mengganggu inilah yang akhirnya membuat sebagian besar orang mencari pertolongan dokter.

Oheneba Boachie-Adjei, MD, Kepala Layanan Skoliosis di HSS menjelaskan bahwa munculnya rasa nyeri disebabkan oleh lekukan dan tekanan dari lengkungan tulang yang tidak normal. Dalam beberapa kasus, rasa sakit juga berkaitan dengan kelelahan otot karena bekerja lebih keras menjaga keseimbangan postur tubuh yang miring ke sisi sebelah kiri.

Selain itu, kadang skoliosis juga menimbulkan gejala kelemahan otot dan mati rasa pada punggung hingga kaki. Gejalanya paling sering muncul saat penderitanya berjalan atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.

2. Ada tonjolan di punggung

Selain rasa nyeri, ciri-ciri skoliosis pada orang dewasa yang bisa dikenali adalah munculnya tonjolan di sepanjang tulang belakang.

Munculnya tonjolan ini disebabkan oleh terpelintirnya otot dan kelengkungan tulang belakang yang keluar dari arah seharusnya. Biasanya disertai gejala ini juga menyebabkan kesulitan untuk berdiri tegak sehingga tinggi badan jadi berkurang.

3. Gangguan pencernaan

Di samping terjadinya perubahan pada tulang belakang dan postur tubuh, penderitanya juga akan merasakan masalah pencernaan. Postur tubuh yang memelintir ke samping kiri ini memberi tekanan pada perut. Akibatnya, kondisi ini akan membuat seseorang jadi lebih cepat kenyang, padahal makanan yang dikonsumsi hanya sedikit.

Pada orang yang memiliki masalah asam lambung, tekanan di perut bisa menyebabkan refluks asam lambung terus-menerus kambuh.

Gejala komplikasi skoliosis yang mungkin terjadi

nyeri atau sakit punggung

Skoliosis yang semakin parah bisa menyebabkan komplikasi. Jika sudah komplikasi, skoliosis bisa menimbulkan gejala berupa sesak napas. Ini bisa terjadi karena postur tubuh yang abnormal membuat ruang dada menjadi sempit. Akibatnya, fungsi paru-paru dan peredaran dalam di dalam tubuh bisa terganggu.

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, terutama perubahan pada postur tubuh segera periksa ke dokter.

Sebagian dari Anda mungkin tidak menyadari tanda skoliosis ini pada tahap awal penyakit. Namun, keluarga atau orang di sekitar Anda bisa mengamati perubahan tampilan postur tubuh Anda. Terutama, ketika Anda membungkukkan badan atau berdiri tegak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Scoliosis – Symptoms and causes. (2019, June 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716 [Accessed on September 24th, 2020]

Scoliosis in adults: What to know about symptoms & treatment. (2020, June 4). Hospital for Special Surgery. https://www.hss.edu/conditions_scoliosis-adults.asp [Accessed on September 24th, 2020]

Early-onset scoliosis. Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/conditions-diseases/early-onset-scoliosis [Accessed on September 24th, 2020]

Infantile idiopathic scoliosis. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/scoliosis/infantile-idiopathic-scoliosis [Accessed on September 24th, 2020]

Early-onset scoliosis. Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/conditions-diseases/early-onset-scoliosis [Accessed on September 24th, 2020]

 

 


Artikel Terkait


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 03/11/2020
x